Nilai Energi Silase Rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorense) dan Suket Putihan (Bothriochloa pertusa) yang Ditanam secara Monukultur Maupun Multikultur

Energy Value of Kume Grass Silage and White Suket Monuculturally or Multiculturally Created

Authors

  • Agustaf Mbaradita Universitas Nusa Cendana
  • Marthen Yunus Universitas Nusa Cendana
  • Gusti Ayu Yudiwati Lestari Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1229

Keywords:

nilai energi, rumput kume, rumput suket putihan , silase.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem penanaman secara monoculture dan campuran terhadap nilai energi silase rumput kume (Sorghum plumosum var. Timorense) dan suket putihan (Bothriochloa pertusa). Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lenggakap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah  R1 : monokultur suket putihan (MBP), R2 : monokulture rumput kume (MSP), R3: penanaman multikultur rumput kume dan Bothriochloa pertusa (SPBP). Parameter yang diukur adalah Kecernaan Bahan Kering (KcBK), Kecernaan Bahan Organik (KcBO), Energi Tercerna (DE), dan Energi Metabolis (ME). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan apabila terdapat pengaruh perlakuan terhadap parameter yang diamati maka analisis dilanjutkan dengan uji lanjut jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: KcBK (%): MBP (50.315), MSP (59.178), SPBP (63.78); KcBO (%): MBP (54.629), MSP (63.095), SPBP (67.757); DE (MJ/Kg BK): MBP (9.242), MSP (10.865), SPBP (11.446); ME (MJ/Kg BK): MBP (8.909), MSP (8.846), SPBP (9.386). Hasil analisis statistik menunjukan bahwa pengaruh sistem penanaman monocultur dan campuran silase rumput kume dan suket putihan berpengaruh sangat nyata ( P<0,01) terhadap KcBK, KcBO, DE, ME. Dengan demikan dapat disimpulkan bahwa pengaruh sistem penanaman campuran rumput kume dan  suket putihan dapat meningkatkan nilai energi silase dengan perlakuan terbaik pada R3 silase campuran rumput kume dan suket putihan yang dipotong pada umur 60 hari.

Author Biographies

Marthen Yunus, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kalautan dan Perikanan

Gusti Ayu Yudiwati Lestari, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kalautan dan Perikanan

References

Afriyanti, Meri. 2008. “Fermentabilitas Dan Kecernaan in Vitro Ransum Yang Diberi Kursin Bungkil Biji Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) Pada Ternak Sapi Dan Kerbau.â€

Andayani, Jul. 2010. “Evaluasi Kecernaan in Vitro Bahan Kering, Bahan Organik Dan Protein Kasar Penggunaan Kulit Buah Jagung Amoniasi Dalam Ransum Ternak Sapi.†Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 252–59.

Apriyadi, L. 1999. Pengaruh Penambahan Probiotik Bioplus Serat (BS) pada Konsumsi dan Kecernaan Ransum Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) yang Diberikan pada Domba Ekor Tipis (DET). Skripsi. Fakultas Pertanian, Jurusan Peternakan. Universitas Djuanda. Bogor.

Anggorodi, R. 1998. Ilmu Makanan Ternak Umum. Cetakan Ke-5. Gramedia, Jakarta.

Anggorodi, R., 1979. Ilmu makanan ternak umum. PT Gramedia, Jakarta

Arora, S P. 1995. “Pencernaan Mikroba Pada Ruminansia.â€

Astutik, Alfian Sri, Artharini Irsyammawati, and Poespitasari Hasanah Ndaru. 2019. “Pengaruh Silase Rumput Odot (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Dengan Penambahan Bakteri Lactobacillus Plantarum Terhadap Produksi Gas Dan Kecernaan Secara in Vitro.†Jurnal Nutrisi Ternak Tropis 2 (1): 10–18.

Baluk, PETER, CLAUDE Bertrand, PIERANGELO Geppetti, DONALD M McDonald, and J A Nadel. 1995. “NK1 Receptors Mediate Leukocyte Adhesion in Neurogenic Inflammation in the Rat Trachea.†American Journal of Physiology-Lung Cellular and Molecular Physiology 268 (2): L263–69.

Elita, A. S. 2006. Studi perbandingan penampilan umum dan kecernaan pakan pada kambing dan domba lokal. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Ensminger, M E, J E Oldfield, and W W Heinemann. 1990. “Feeds and Nutrition/The Ensminger Publishing Company, 648 West Sierra Avenue.â€

Gardner FP, Pearce RB, and Mitchell RL. 1991. Physiology of Crop Plants. Diterjemahkan oleh H.Susilo. Jakarta. Universitas Indonesia Press.

Janet, A. 2005. “Improving the Grazing Management of Livestock Community Led Herds in Muminabad.†Switzerland: Local Development Muminabad.

Jayanegara, Anuraga, H P S Makkar, and Klaus Becker. 2009. “Emisi Metana Dan Fermentasi Rumen in Vitro Ransum Hay Yang Mengandung Tanin Murni Pada Konsentrasi Rendah.†Media Peternakan 32 (3).

Jelantik, I G N. 2001. “Supplementasi Protein Sebagai Alternatif Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Di Nusa Tenggara Timur. Pros.†In Seminar Nasional Peternakan Pasca IAEUP.

Jelantik, I Gusti N, Tara Tiba Nikolaus, and Cardial Leo Penu. n.d. Memanfaatkan Padang Penggembalaan Alam Untuk Meningkatkan Populasi Dan Produktivitas Ternak Sapi Di Daerah Lahan Kering. Myria Publisher.

Lee, Mei-Ju, Sen-Yuan Hwang, and Peter Wen-Shyg Chiou. 2000. “Metabolizable Energy of Roughage in Taiwan.†Small Ruminant Research 36 (3): 251–59.

Lugiyo, 2006. Umur pemotongan terhadap produksi hijauan rumput Sorghum SP sebagai tanaman pakan ternak. Temu teknis nasional tenaga fungsional pertanian. Bogor.

McDonald, M. F.; Anwar, M.; Keogh, R. G., 1994. Reproductive performance of ewes after grazing on G27 red clover, a low formononetin selection in cultivar Pawera. Proc. New Zealand Soc. Anim. Prod., 54: 231-234

McDonald, P., R. A. Edwards, and J. F. D. Greenhalgh. 1995. Animal Nutrition. Third Edition. Longman, London, and New York.

McDonald, P., R.A. Edward, and J.F.D. Greenhalgh. 1978. Animal Nutrition. John Willey and Sons Inc., New York. P. 96-105.

Maynard, L A, J K Loosli, H F Hintz, and R G Warner. 1979. “Animal Nutrition. McGraw-Hill Book Company.†New Delhi.

Morgan, C A, R A Edwards, and P McDonald. 1980. “Intake and Metabolism Studies with Fresh and Wilted Silages.†The Journal of Agricultural Science 94 (2): 287–98.

Nurhaliq, M. 2017. “Energi Metabolisme Pakan Komplit Berbasis Tongkol Jagung Dengan Kandungan Tepung Rese Berbeda Pada Ternak Kambing Jantan.†Makasar: Skripsi: Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin.

Oldham. D. J, And Smith T. (1982), In Protein Contribution Of Feedstuffs For Ruminants. Pp. 103. 103. Eds. Miller. E. L. Pike. I. H. And Van Es. A. J. H. Butterworths, London.

Pasi, Oliva Sako, Erna Hartati, and Markus Miten Kleden. 2021. “Pengaruh Penggunaan Dedak Sorgum Pada Silase Campuran Rumput Kume-Daun Gamal Terhadap Kecernaan Nutrien Dan Konsentrasi Gas Metana In Vitro:†Jurnal Peternakan Lahan Kering 3 (2): 1463–69.

Riswandi, Muhakka, and M Lehan. 2015. “Evaluasi Nilai Kecernaan Secara in Vitro Ransum Ternak Sapi Bali Yang Disuplementasi Dengan Probiotik Bioplus.†Jurnal Peternakan Sriwijaya 4 (1): 35–46.

Soest, Peter J Van. 1994. Nutritional Ecology of the Ruminant. 2nd Ed. Ithaca: Cornell university press.

Tilley, J M A, and R A Terry. 1963. “Journal of the British Grassland Society.†A Two Stage Technique for the in Vitro Digestion of Forage Crops. 18: 104–11.

Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Titterton, M, and F B Bareeba. 2000. “Grass and Legume Silages in the Tropics.†FAO Plant Production and Protection Papers, 43–50.

Wibisono, Gunawan. 2017. “Pengaruh Umur Pemotongan Dan Penambahan Molases Terhadap Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Silase Rumput Odot (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Secara In Vitro.†Universitas Brawijaya.

Yusmadi, Nahrowi Nahrowi, and Muhammad Ridla. 2008. “Kajian Mutu Dan Palatibilitas Silase Dan Hay Ransum Komplit Berbasis Sampah Organik Primer Pada Kambing Peranakan Etawah.†Jurnal Agripet 8 (1): 31–38.

Zulharman, D. 2010. Kecernaan bahan organik dan protein kasar pelet dan silase ransum komplit pada kelinci jantan lokal. Departemen Ilmu Nutrisi Dan Teknologi Pakan. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Downloads

Published

2023-06-20

How to Cite

Mbaradita, A., Yunus, M., & Lestari, G. A. Y. (2023). Nilai Energi Silase Rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorense) dan Suket Putihan (Bothriochloa pertusa) yang Ditanam secara Monukultur Maupun Multikultur: Energy Value of Kume Grass Silage and White Suket Monuculturally or Multiculturally Created. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 5(2), 310–316. https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1229

Issue

Section

Articles