Karakteristik Fisiko-Kimia Briket Bioarang Campuran Arang Kotoran Kambing dan Tempurung Saboak

Physico-Chemical Characteristics of Biocharcoal Briquettes Mixed of Goat Dung Charcoal and Lontar Shell

Authors

  • Rosalia Rosinta Universitas Nusa Cendana
  • Yakob Robert Noach Universitas Nusa Cendana
  • Upik Syamsiar Rosnah Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1239

Keywords:

biocharcoal briquettes, goat dung, lontar shell, physico-chemical

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran arang kotoran kambing dan tempurung saboak terhadap karakteristik fisiko-kimia briket bioarang. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah P1 ꞊ kotoran kambing 25% dan tempurung saboak 75%, P2 ꞊ kotoran kambing 50% dan tempurung saboak 50%, P3 ꞊ kotoran kambing 75% dan tempurung saboak 25% dan P4 ꞊ kotoran kambing 100% dan tempurung saboak 0%. Variabel yang diteliti yaitu rendemen, densitas, kadar air, kadar abu dan nilai kalor. Hasil sidik ragam menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air, kadar abu dan nilai kalor tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap rendemen dan densitas. Nilai Rataan  karakteristik fisiko-kimia briket bioarang, berturut-turut dari P1-P4 sebagai berikut: rendemen 51,25; 52,00; 53,05 dan 54,45%; densitas 0,62; 0,62; 0,63 dan 0,63g/cm3; kadar air 3,34; 4,41; 5,01 dan 5,31%; kadar abu 21,3; 29,7; 31,9 dan 35,5% dan nilai kalor 4459,1; 3842,0; 3466,0 dan 3732,7kal/g. Disimpulkan bahwa campuran arang kotoran kambing dan tempurung saboak dengan proporsi kotoran kambing yang semakin meningkat menghasilkan briket bioarang dengan kadar air dan abu yang meningkat, nilai kalor yang menurun, tetapi rendemen dan densitas tidak mengalami perubahan. Karakteristik fisiko-kimia briket bioarang terbaik didapatkan pada campuran kotoran kambing 25% dan tempurung saboak 75%.

Kata kunci: arang kotoran kambing, arang tempurung saboak, briket bioarang, fisiko-kimia.

 

Abstract

 

The purpose of this experiment was to determine the physico-chemical of biocharcoal briquettes mixed of goat dung and lontar shell. The completely randomized design with 4 treatments and 4 replications was applied. Those  treatment were P1 25% of goat dung + 75% of lontar shell; P2 50% of goat dung + 50% of lontar shell; P3 75% of goat dung + 25% of lontar shell and P4 100% of goat dung. Variables measured include rendemen, density, water content, ash content and calorific value. Data were tabulated and continued by analysis of variance and new duncan multiple range test. The results of variance analysis showed that the treatment had a very significant effect (P<0.01) on the water and ash content and calorific value but no significant effect (P>0.05) on rendemen and density. The result ​​obtained in this study from P1 to P4, respectivelly are as follows: rendemen  is 51.25; 52.00; 53.05 and 54.45%; density is 0.62; 0.62; 0.63 and 0.63g/cm3; water content is 3.34; 4.41; 5.01 and 5.31%; ash content is 21.3; 29.7; 31.9 and 35.5% and calorific value is 4459.1; 3842.0; 3466.0 and 3732.7cal/g. It was concluded that increasing proportion of goat dung produced biocharcoal briquettes with higher water and ash content, lower calorific value, but the rendemen and density have not change. The best physico-chemical characteristics of biocharcoal briquettes were found at a mixture of 25% goat dung and 75% lontar shell.

Keywords: biocharcoal briquettes, goat dung, lontar shell, physico-chemical.

Author Biographies

Yakob Robert Noach, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan

Upik Syamsiar Rosnah, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan

References

Almu, M. A., S. Syahrul dan Y. A. Padang. 2014. Analisa Nilai Kalor Dan Laju Pembakaran Pada Briket Campuran Biji Nyamplung (Calophyllm Inophyllum) dan Abu Sekam Padi. Dinamika Teknik Mesin, 4(2), 117–122. https://doi.org/10.29303/d.v4i2.61

Andriani, M., B. K. Anandito dan Nurhartadi, E. 2013. Pengaruh Suhu Pengeringan terhadap Karakteristik Fisik dan Sensori Tepung Tempe"Bosok". Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 6(2). https://doi.org/10.20961/jthp.v0i0.13522

Asal A.D., J. G. Sogen, M. Sinlae dan U.R. Lole. (2019). Nilai Ekonomis Substitusi Tepung Feses Sapi Terfermentasi dalam Pakan Ayam Kampung Unggul Balitnak. 4(2), 9–25.

Budiman, S., Sukrido, dan A. Harliana. 2007. Seminar Rekayasa Kimia dan Proses. Seminar Rekayasa Kimia dan Proses, 1–6.

Putri, R. E. dan A. Andasuryani. 2017. Studi Mutu Briket Arang dengan Bahan Baku Limbah Biomassa. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 21(2), 143. https://doi.org/10.25077/jtpa.21.2.143-151.2017

Junary, E., J.P. Pane dan N. Herlina. 2015. Pengaruh Suhu dan Waktu Karbonisasi terhadap Nilai Kalor dan Karakteristik Pada Pembuatan Bioarang Berbahan Baku Pelepah Aren (Arenga pinnata). Jurnal Teknik Kimia USU. 4(2), 46–52. https://doi.org/10.32734/jtk.v4i2.1470

Fretes E.F.D., I.N.G. Wardana dan M. N. Sasongko. 2013. Karakteristik Pembakaran dan Sifat Fisik Briket Ampas Empulur Sagu untuk Berbagai Bentuk dan Prosentase Perekat. Jurnal Rekayasa Mesin. Vol 4(2): 169–176.

Indawati, N., E. D., Kusumawati dan W. E. Susanto. 2016. Pemanfaatan Limbah Kotoran Ternak Sapi Menjadi Biogas dan Pupuk Organik. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 1(1),32–37. https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwibgNL6ttraAhXEvI8KHYtvB1wQFggsMAA&url=http%3A%2F%2Fejournal.unikama.ac.id%2Findex.php%2Fjpm%2Farticle%2Fview%2F1428&usg=AOvVaw3-bqM6GoH2fYICC2IuDz-f

Karamoy, J. M., B. Santoso dan S. O. Gultom. 2019. Studi Karakteristik Bio-briket Berbahan Baku Limbah Kulit Batang Sagu dan Tempurung Kelapa. Agritechnology, 2(1), 8. https://doi.org/10.51310/agritechnology.v2i1.23

Kurniawan E. W. 2019. Studi Karakteristik Briket Tempurung Kelapa dengan Berbagai Jenis Perekat Briket. Buletin Loupe, 15(01), 7. https://doi.org/10.51967/buletinloupe.v15i01.24

Maryono, Sudding dan Rahmawati. 2013. Pembuatan dan Analisis Mutu Briket Arang Tempurung Kelapa ditinjau dari Kadar Kanji. Jurnal Chemica, 14(2), 74–83.

Mau M. S., F. M.S. Telupere dan J. F. Theendes. 2022. Korelasi Fenotip Sifat Bobot Badan Ayam KUB yang Diberi Pakan Tepung Feses Sapi Terfermentasi. Jurnal Peternakan Lahan Kering.4(2), 2069–2077.

Nahas, D. F., R. N. Oktavianus dan F. B. Gerson. 2019. Uji Kualitas Briket Bioarang Berbahan Dasar Arang Kotoran Kambing, Arang Kotoran Sapi dan Arang Kotoran Ayam. Journal of Animal Science. 4(3), 33–36. https://doi.org/10.32938/ja.v4i3.709

Ristianingsih, Y., A. Ulfa dan K.S.R. Syafitri. 2015. Karakteristik Briket Bioarang Berbahan Baku Tandan. Jurnal Konverensi, 4(2), 16–21.

Smith, H. dan S. Indrus. 2017. Pengaruh penggunaan perekat sagu dan tapioka terhadap karakteristik briket dari biomassa limbah penyyulingan minyak kayu putih di maluku. Majalah biam. 13(2):21-32.

Sumangat, D. dan W. Broto. 2009. Jarak Pagar Sebagai Bahan Bakar Tungku. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian.5, 18–26.

Suryani, I., M. Y. Permana dan M. H. Dahlan. 2012. Pembuatan Briket Arang dari Campuran Buah Bintaro dan Tempurung Kelapa Menggunakan Perekat Jurnal Teknik Kimia.Jurnal Teknik Kimia, 18(1), 24–29. http://jtk.unsri.ac.id/index.php/jtk/article/view/5

Tambunan, P. 2010. Potensi dan Kebijakan Pengembangan Lontar untuk Menambah Pendapatan Penduduk. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan. 7(1), 27–45.

Usman, M. N. 2007. Mutu Briket Arang Kulit Buah Kakao dengan Menggunakan Kanji Sebagai Perekat. Jurnal Perennial, 3(2), 55–58.

Downloads

Published

2023-06-20

How to Cite

Rosinta, R., Noach, Y. R. ., & Rosnah, U. S. (2023). Karakteristik Fisiko-Kimia Briket Bioarang Campuran Arang Kotoran Kambing dan Tempurung Saboak: Physico-Chemical Characteristics of Biocharcoal Briquettes Mixed of Goat Dung Charcoal and Lontar Shell . Jurnal Peternakan Lahan Kering, 5(2), 300–309. https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1239

Issue

Section

Articles