Nilai Energi Silase Pertanaman Campuran Rumput Kume (Shorgum plumosum var. Timorense) dan Bothriochloa pertusa yang Dipanen Pada Umur Berbeda
Energy Value of Silage of Mixed Crops of Shorgum plumosum and Bothriochloa pertusa Harvested at Different Ages
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1240Keywords:
Bothriochloa pertusa, Kecernaan in vitro, Nilai energi, Shorgum plumosum var. Timorense, Umur pemotonganAbstract
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh umur pemotongan hijauan dari pertanaman campuran Shorgum plumosum var. Timorense dan Bothriochloa Pertusa terhadap nilai energi silase. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah R1 (umur pemanenan 40 hari), R2 (umur pemanenan 60 hari), dan R3 (umur pemanenan 80 hari). Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro, nilai energi tercerna (digestible energy, DE) dan nilai energi termetabolis (metabolizable energy, ME). Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai KcBK dan KcBo silase berturut-turut adalah 58,710% - 74,254% dan 54,332% - 71,061%. Rata-rata nilai DE dan ME silase berturut-turut adalah 10,045 MJ/Kg -12,508 MJ/Kg dan 8,237 MJ/Kg - 10,257 MJ/Kg. Umur pemotongan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik, Digestible Energy, dan Metabolis Energi silase. Kesimpulan penelitian ini adalah silase dengan umur pemotongan 40 dan 60 hari memiliki nilai yang baik sehingga dapat diberikan pada ternak sesuai dengan kebutuhannya.
References
Agricultural Research Councilarc (ARC). 1965. “The Nutrient Requirements of Farm Livestock.,†Ruminants. London. Agricultural Research Council,.
AOAC. 1990. “Official Methods of Analysis of The Association of Official Analytical ChemistsNo Title†Vol 1: Published by AOAC International, Arlington, USA.
Bahri, S. 2008. “Evaluasi Energi Metabolis Pakan Lokal.†J. Agroland 15 (1): 75–78.
Chen, Y., & Z. G. Weinberg. 2009. “Changes during Aerobic Exposure of Wheat Silages.†Animal Feed Science and Technology 154 (1–2): 76–82. https://doi.org/10.1016/j.anifeedsci.2009.08.004.
Dami Dato, T. O. 1998. “Pengolahan Rumput Sorghum Plumosum Var. Timorense Kering Dengan Fitrat Abu Sekam Padi (FASP) Terhadap Perubahan Komponen Serat Dan Kecernaannya Secara in Vitro.†Tesis.: Pascasarjana Universitas Padjajaran, Bandung.
Hall, J. W., I. Walker, & W. Majak. 1994. “Evaluation of Two Supplements for the Prevention of Alfalfa Bloat.†Canadian Veterinary Journal 35 (11): 702–5.
Hvelpund, T., J. Andrieu, M. R. Weisbjerg, M. Vermorel. 1995. “Prediction of the Energy and Protein Value of Forages for Ruminants. In: Recent Developments in the Nutrition of Herbivores,†NRA Editions, Paris, 205-227.
Janet, A. 2005. “Improving The Grazing Management Of Livestock Community Led Herds in Muminabad.,†Switzerland: Local Development Muminabad.
Jelantik, IGN. 2001. “Suplementasi Protein Sebagai Alternatif Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Di Nusa Tenggara Timur.†Proc. Semi: Hotel Kristal, Kupang, 27-29 Juli 2001.
Jelantik, IGN., & H. L. L. B. 2010. “Effect of Urea or Coconut Cake Supplementation on Nutrient Intake and Digestion of Bali Cows Maintained on Tropical Grass Hay.†Jurnal Ilmu Ternak Dan Veteriner, Vol. 15 (3) : 196-204.
Laksmita, A. P., Suedy, S. W. A., & Parman, S. 2018. “Pengaruh Pemberian Pupuk Nanosilica Terhadap Pertumbuhan Dan Kandungan Serat Kasar Tanaman Rumput Gajah ( Pennisetum Purpureum Schum .) Sebagai Bahan Pakan Ternak The Influence of Nanosilika Fertilizer on Growth and Gravy Fiber Content of Elephant Grass (.†Buletin Anatomi Dan Fisiologi 3 (1): 28–39.
Mbanu, O.K.N, Jelantik, IGN & Jalaludin. 2018. “Pengaruh Jarak Tanam Dan Umur Pemotongan Yang Berbeda Terhadap Nilai Energi Clitoria Ternatea Secara in Vitro.†Jurnal Nukleus Peternakan 5 (2): 141–48.
Mullik, M., & Jelantik, IGN. 2009. “Strategi Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Pada Sistem Pemeliharaan Ekstensif Di Daerah Lahan Kering: Pengalaman Nusa Tenggara Timur.†Pengembangan Sapi Bali Berkelanjutan Dalam Sistem Peternakan Rakyat, 1–15.
National Research Council (NRC). 1976. “Nutrient Requirements of Domestic Animals, No. 4. Nutrient Requirements of Beef Cattle.,†Washington, D. C.
Nelson, C. J., & L. E. Moser. 1994. “Plant Factors Affecting Forage Quality,†115–54. https://doi.org/10.2134/1994.foragequality.c3.
Nulik, J, Fernandez PTh, Babys Z. 1990. “Produktivitas Padang Penggembalaan Alam.â€
Oktarina KE, Rianto R, Adiwinarti A, P. 2004. “Pemanfaatan Protein Pada Domba Ekor Tipis Jantan Yang Mendapat Pakan Penguat Dedak Padi Dengan Aras Yang Berbeda. J. Pengembangan Peternakan Tropis.†In , Special Edition Bulan Oktobe, Buku I. hlm. 110 – 1.
Parakkasi, A. 1999. “Ilmu Nutrisi Dan Makanan Ternak Ruminan,†Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Riwu Kaho, LM. 1993. “Studi Tentang Rotasi Merumput Pada Biom Sabana Timor Barat.,†Thesis Pascasarjana (S2) IPB, Bogor.
Salisbury, F., B. Ross, & W. C. 1995. “Fisiologi Tumbuhan Jilid Dua: Biokimia Tumbuhan.,†ITB Press.
Sandiah, N., & Aka, R. 2014. “Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Campuran Rumput Mulato (.†Jitro 1 (1): 16–22.
Savitri, M. V., Sudarwati, H., & Hermanto. 2012. “Pengaruh Umur Pemotongan Terhadap Produktivitas Gamal (Gliricidia Sepium).†Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 23 (2): 25–35.
Surono, M Soejono, & S P S Budhi. 2006. “Rumput Gajah Pada Umur Potong Dan Level Aditif Yang Berbeda ( In Vitro Dry Matter and Organic Matter Digestibility of Napier Grass Silage at Cutting Age and Level of Additive Differences ).†J. Indon. Trop. Anim. Agric. 28 (4): 204–10.
Sutardi, T. 1981. “Sapi Perah Dan Pemberian Makanannya. Departemen Ilmu Makanan Ternak,†Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogo.
Tarigan, A, L Abdullah, S P Ginting, & I G Permana. 2010. “Productivity, Nutritional Composition and in Vitro Digestibility of Indigofera Sp at Different Interval and Intensity of Defoliations.†J. Ilmu Ternak Dan Veteriner 15 (3): 188–95.
Tilley, J. M.A., & R. A. Terry. 1963. “A Twoâ€Stage Technique for the in Vitro Digestion of Forage Crops.†Grass and Forage Science 18 (2): 104–11. https://doi.org/10.1111/j.1365-2494.1963.tb00335.x.
Titterton et al. 2000. “Forage Production and Conservation for Dry Season Feeding of Dairy Cows in Semi-Arid Region of Zimbabwe.,†NRIL, Chatham, UK.
Wijaya, M. A. 2015. “Pengaruh Penambahan Molases Dan Onggok Terhadap Kandungan Asam Laktat Dan Derajat Keasaman Pada Silase Ampas Teh.†Students E-Journal 4 (2). http://journal.unpad.ac.id/ejournal/article/view/6323.










