Pengaruh Level Pupuk Cair Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kandungan Nutrisi Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada Tanah Bekas Tambang Mangan

The Effect of Level Moringa’s (Moringa oleifera) Liquid Organic Fertilizer on the Nutrition Content ofMini Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv.Mott) in Ex-Manganese Mining Soil

Authors

  • Haardiningsih Muhiddin Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Edi Djoko Sulistijo Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Herayanti Panca Nastiti Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v4i3.1270

Keywords:

nutrient content, moringa, liquid fertilizer, mini elephant grass, Ex-manganese mining soil

Abstract

Suatu penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kandungan nutrisi rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada tanah bekas tambang mangan. Penelitian berlangsung selama 4 bulan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu K0: kontrol, K1: 100 ml pupuk cair, K2: 200 ml pupuk, K3: 300 ml pupuk cair. Variabel yang diukur adalah kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar serta mineral kalsium. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kasar, kandungan lemak kasar, dan mineral kalsium tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap serat kasar. Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa antar perlakuan K0: K3, K1: K2, dan K1:K3 berbeda sangat nyata (P<0,01) pada parameter protein kasar dan mineral kalsium (Ca). Selanjutnya K0:K1, K2; K1: K2, K3; K2:K3; K0;K1, K2, K3 berbeda nyata (P<0,05) pada protein kasar, lemak kasar dan mineral kalsium (Ca). Sedangkan K1: K2: K3 berbeda tidak nyata (P>0,05) pada kandungan lemak kasar. Disimpulkan bahwa semakin tinggi level pupuk cair daun kelor (Moringa oleifera) maka kandungan nutrisi rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) semakin tinggi. Kandungan nutrisi rumput gajah mini tertinggi dicapai pada level 300 ml dengan rataan kandungan protein kasar (10,15%), serat kasar. (42,93%), lemak kasar (1,15%) dan mineral kalsium (0,61%).

 

A study aims to determine the effect of applying Moringa oleifera (Moringa oleifera) liquid fertilizer on the nutritional content of mini elephant grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) on ex-manganese mining soil. The study lasted for 4 months. The research design used was a completely randomized design with 4 treatments and 4 replications, namely K0: no treatment (control), K1: 100 ml of liquid fertilizer, K2: 200 ml of fertilizer, K3: 300 ml of liquid fertilizer. The variables measured is crude protein, crude fiber, crude fat and calcium minerals. The data obtained were analyzed using analysis of variance. The results of the study showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) on the nutritional content of crude protein, crude fat and calcium minerals but had no significant effect (P>0.05) on crude fiber content. Duncan's Multiple Range Test showed that there is a significant difference (P<0.01) between the treatments of K0:K3 and K1: K2; K1:K3 on crude protein content and calcium (Ca) content. Furthermore, between K0:K1, K2; K1: K2, K3; K2;K3; K0;K1, K2, K3 were significantly different (P<0.05) in crude protein, crude fat and calcium (Ca) content. While K1: K2: K3 was not significantly different (P>0.05) on crude fat content. It was concluded that the higher the level of liquid fertilizer of Moringa leaves (Moringa oleifera), the higher the nutrient content of mini elephant grass (Pennisetum purpureum cv. Mott). The highest nutritional content of mini elephant grass was achieved at the level of 300 ml with an average crude protein content (10.15%), crude fiber. (42.93%), crude fat (1.15%) and calcium minerals (0.61%).

 

Author Biographies

Haardiningsih Muhiddin, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Edi Djoko Sulistijo, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Herayanti Panca Nastiti, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Akbar, K. 2016. Kandungan Protein Kasar Dan Serat Kasar Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) Yang Dipupuk Dengan Pupuk Organik Cair.Skripsi.Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.

AOAC. 2001. Protein (Crude) in Animal Feed, Forage (Plant Tissue), Grain And Oilseed. J. AOAC. Int.

Bahan, J., M. Yunus dan H. T. Handayani 2020. Pengaruh Pemberian Pakan Konsentrat Yang Mengandung Tepung Tongkol Jagung Terfermentasi Terhadap Konsumsi Kecernaan Karbohidrat dan Lemak Kasar Pada Sapi Bali Dara Pola Peternak. Jurnal Peternakan Lahan Kering Volume 2. Hal 1095-1102

BMKG. 2020. Data Suhu Udara, Intensitas Cahaya Matahari Bulanan, Curah Hujan dan Hari Hujan. Stasiun Klimatologi Klas II Lasiana, Kupang.

BPMPT. 2011. Buku Hasil Uji bahan Pakan. Balai Pengujian Mutu Pakan Ternak. Bekasi (ID): BPMPT.

Badan Pusat Statistik. 2019. Kabupaten Kupang Dalam Angka. Nusa Tenggara Timur

Crespo, and M. Odurado, 1986. The Influence Bovine Faeces And Nitrogen Fertilizeron Forage Production Of King Grass In Red Ferrallitic Soil. Cuban J. Agric. Sci. 20: 277-283.

Dismawan, I W., I K. Ginantra, N.L. Suriani. 2014. Seleksi Jenis Pertumbuhan Pakan dan Kandungan Nutrien Jenis Tumbuhan yangDimakan Sapi Bali (Bos sondaicus) Lepas Sapih di Daerah Buit Badung Selatan, Kab.Badung, Bali. Jurnal Simbiosis. 2(2): 192-202

Dwinarto, B., E, Bogassara., A, Wida. 2013. Hasil Uji Bahan Pakan dan Hijauan Pakan Ternak. Direktur Jenderal Peternakan, Departemen Pertanian, Jakarta.

Gatot, S., dan M. Yulizon. 2005. Analisis Karakteristik Unsur-Unsur Dalam Tanah di Berbagai Lokasi Dengan Menggnakan XRF. Puslitbang Teknologi Maju Batan, Yogyakarta.

Foidl, N., H. P. S Makkar and K. Backer. 2001. “The PotentialOfMoringa OleiferaFor Agricultural and Industrial Uses. Journal Of Development Potential For Moringa Products. November 2001, P 6-8.

Foss Analytical, A.B. 2006. 〖Fibertec〗^Tm 2045 M.G 1020/1021. User manual 1000,1537/ Rev.3, Sweden.

Hayati, M., E. dan D. Nurfandi. 2011. Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Dan Anorganik Terhadap Pertumbuhan Beberapa Varietas Jagung Manis Di Lahan Tsunami. Jurnal Foraltek. 6 (1): 74-83.

Heddy, S. 1987. Ekofisiologi Pertanaman. Sinar Baru Algesindo, Malang: Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang.

Hunter, J. 2002. Massachussets. Blackwell Publishing Company.

Jamilah, J. M. Ernita . and Z. Ediwirman. 2015. Test of Liquid Organic Fertilizer Originated C.odorata and Coconut Fiber With Various Composition by Length Fermentation. Journal of Environmental Research and Development, 9(01), p 1-6.

Krisnadi, D. 2012. Ekstrak Daun Kelor Tingkatkan Hasil Panen. Http://Kelorina.Com.Log/Daun-Kelor-Tingkatkan-Hasil-Panen/. Diakses Tanggal 11/07/2020.

Lingga, P. 1991. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta.

Lindsay, W. L. 1979. Chemical Equilibria in Soil. Jhon Wiley and Sons, Inc, New York.

Mannetje, L. and R. M. Jones. 1992. Plant Resources Of South-East Asia No. 4. Forage. Prosea, Bogor.

Marliani, M. 2010. Produksi dan Kandungan Gizi Rumput Gajah (Pennisetumpurpureum) pada Pemotongan Pertama yang Ditanam dengan Jenis. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau.

Masu E. 2019. Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar serta Mineral Kalsium Pada Rumut Brachiaria hybrid cv. Moluto yang diberi Bokashi Feses Kambing dengan Dosis Berbeda pada Panen Ke II. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang.

Muwakhid, B. 2019. Pengaruh Penggunaan Pupuk Daun “Organik†Terhadap Produktivitas Dan Kualitas Rumput Gajah (Pennisetum purpureum cv. Hawai) Sebagai Hijauan Pakan. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang, Malang.

National Research Council (NRC). 2000. Nutrient Requirements of Beef Cattle. 7th rev. ed. Update 2000. The National Academies Press, Washington, DC

PPT Bogor. 1983. Jenis dan Macam Tanah di Indonesia untuk Keperluan Survai dan Pemetaan Tanah Daerah Transmigrasi. Pusat Penelitian Tanah, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor. 25 Halaman.

Preston, T. R. and J. A. Leng. 1987. Drought Feeding Strategies Theory and Practice Feel Valley Printery, New South Wales. Hal 15

Purbayanti , E. D. R. L, Dwi.T, Rahayuning. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Cetakan ke Tiga, Edisi ke Tujuh. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, (ID) Gadjah Mada University Press.

Salisbury, F. B. dan C. W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Jilid 1. Edisi IV. ITB, Bandung.

Samekto, R. 2008. Pemupukan. Aji Cipta Pratama, Yogyakarta.

Sarijamin, N. D., Purwantari, R. Mujiastusti. 2011. Pengaruh Jenis dan Taraf Pemberian Pupuk Organik pada Produktifitas Tanaman Alfalfa (Medicago sativa L.) di Bogor Jawa Barat. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Balai Penelitian Ternak, Bogor.

Siti Hardianti. N. 2015. Pengaruh Pemberian Pupuk Nitrogen Terhadap Kandungan Protein Kasar Dan Serat Kasar Rumput Gajah(Pennisetum Purpureum). Skripsi.Fak. Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Sesangka, B., H. J. Mellawati., T. Tjitosumitrat dan Suharyono. 1998. Analisis Kandungan Mineral Dalam Hijauan Pakan Ternak Dengan Menggunakan Spektrometr Pentar dan Pusat Aplikasi, Jurnal Penelitian Pengembangan Aplikasi Isotop dan Radiasi 2 (2) 137-40.

Steel R. G. D. danJH. Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika Suatu Pendekatan Biometri. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Sosrosoedirdjo S. R. 1999. Ilmu Pemupukan II.CV. Yasaguna, Jakarta.

Sulistijo, E. D. 1994. Pengaruh Cara dan Interval Pemangkasan Terhadap Produktivitas Hijauan Gliricidia (Gliricidia sepium jacq.) Di Daerah Kapur Malang Selatan. Thesis Magister. UGM Program KPK UNIBRAW, Malang.

Sulistijo, E. D., I. Subagyo, S. Chuzaemi and H. Sudarwati. 2020. Production and In Vitro Digestibility of Leucaena Leucocephala Under Different Seasons and Planting Model system In Kupang Regency, Indonesia. Journal of Biology Agriculture and Healtcare. Vol. 10. No 2.

Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo, dan S. Lebdosukojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan Ke-4. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Wahyuni, R. D., dan S. N. Kamaliyah. 2012. Studi Tentang Pola Alfalfa Tropis (Medicago sativa l). Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 19 (1): 20-27.

Widyobroto, B. P., S. Padmowijoto dan R. Utomo. 2000. Degradasi Bahan Organik dan Protein secara in sacco Lima Rumput Tropik. Buletin Peternakan. 19 : 45‒55.

Wijaya A. K. 2018. Produktivita Hijauan Yang Ditanam Pada Naungan PohonKelapa Sawit Dengan Tanaman Campuran. Jurnal Ilmiah Peternakan TerpaduHttp://Repository.Lppm.Unila.Ac.Id/11349/1/3096-7604-1-SM_2. Pdf. Diakses Pada 2 Juli 2020.

Wina, E dan Susana. 2013. Manfaat Lemak Terproteksi untuk Meningkatkan Produksi dan Reproduksi Ternak Ruminansia. Wartazoa. Bogor. 23(4): 176-184.

Downloads

Published

2022-09-16

Issue

Section

Articles