Pengaruh Suplementasi Jenis Dedaunan Terfermentasi terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Lemak Kasar terhadap Babi Fase Starter-Grower
The Effect of Suplementation of Fermented Foliar Types on The Digestibility of Crude Fiber and Crude Fat on Starter-Grower Phase
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v4i3.1277Keywords:
digestibility, consumption, crude fat, crude fiber, fermented leaf flour, pigsAbstract
Tujuan dilaksanakan penelitian ini untuk mengetahui konsumsi dan kecernaan serat kasar dan lemak kasar dari ternak babi yang diberikann suplmentasi ransum dedaunan terfermentasi. Materi yang digunakan 12 ekor babi berumur antara 1-3 bulan dan dengan berat badan awal berkisar antara 5,35 sampai 14,55 kg (KV = 31,67%) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi R0: diet basal R1: diet basal ditambah 5% tepung daun singkong fermentasi, R2: diet basal ditambah 5% tepung daun ubi jalar fermentasi, dan R3: diet basal ditambah 5% tepung daun kelor fermentasi. Hasil penelitian ini menunjukan perlakuan berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap variabel yang diteliti. Disimpulkan bahwa pemberian ransum suplementasi jenis dedaunan terfermentasi pada ternak babi mampu meningkatkan kecernaan serat kasar dan lemak kasar, akan tetapi belum mampu meningkatkan konsumsi serat kasar dan lemak kasar.
The purpose of this study was to determine the intake and digestibility of crude fiber,and crude fat, of pigs fed fermented leafa ration supplementation. Material used were12 pigs aged between 1-3 months and with initial body weight ranging from 5.35 to 14.55 kg (KV = 31.67%) and Randomized Block Design (RBD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments included R0: basal diet, R1: basal diet plus 5% fermented cassava leaf flour, R2: basal diet plus 5% fermented sweet potato leaf flour, and R3: basal diet plus 5% fermented moringa leaf flour. The results of this study showed no significant effect (P<0.05) on the variables studied. It was concluded that the supplementation of fermented foliage rations in pigs was able to increase the digestibility of crude fiber and crude fat, but had not been able to increase the intake of crude fiber and crude fat.
Â
References
Aletor, Oluwatoyin. 2010. “Comparative, Nutritive and Physico-Chemical Evaluation of Cassava (Manihot Esculenta) Leaf Protein Concentrate and Fish Meal.†Journal of Food Agriculture and Environment 8 (2): 39–43.
Bana, Tedy, Winfrit Albert Lay, and Sirilius S. Niron. 2018. “Nilai Ekonomi Penggunaan Pollard Dalam Ransum Komersial Babi Peranakan Landrace Fase Pertumbuhan.†Jurnal Nukleus Peternakan 5 (2): 99–107.
Bidura, I.G.N.G., T. G. O. Susila, I. A Okarini, I.G.N. Kayana, and I. N. Wirayasa. 2016. “Pemanfaatan Bahan Pakan Alternatif Dengan Bioteknologi Probiotik Pada Kelompok Ternak Unggas Di Desa Pengotan, Kabupaten Bangli.†Buletin Udayana Mengabdi 15 (3): 225–29.
Hartadi, Hari, Soedomo Reksohadiprodjo, and Allen D. Tillman. 2005. Tabel Komposisi Pakan Untuk Indonesia. Yogyakarta: Gadjah mada univ press.
Hirsch, A. 2004. “Preliminary Document on the Nutritional Value of Leaves and Pods of Moringa Oleifera.†E-Journal UCLA, Department of Botany. Microbiology 43 (3): 1142–48.
Iriyanti, N. 2012. Hasil Analisa Proksimat Daun Singkong. Laboratorium Ilmu Nutrisi Dan Makanan Ternak. Purwokerto: Universitas Jenderal Soedirman.
Jehadut, Oktaviana, Tagu Dodu, and Ni Nengah Suryani. 2021. “Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam) Difermentasi EM-4 Pada Liquid Feeding Terhadap Konsumsi, Kecernaan Lemak Kasar Dan Serat Kasar Babi Starter.†Jurnal Peternakan Lahan Kering 3 (4): 1770–76.
Ly, Johanis, Osfar Sjofjan, Irfan Hadji Djunaidi, and Suyadi Suyadi. 2017. “Effect of Supplementing Saccharomyces Cerevisiae into Low Quality Local-Based Feeds on Performance and Nutrient Digestibility of Late Starter Local Pigs.†Journal of Agricultural Science and Technology A 7 (5): 345–49.
Nahak, Yohana Bui, Agustinus Ridlof Riwu, and Heri Armadianto. 2021. “Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kualitas Organoleptik Dan Fisik Bakso Daging Puyuh Afkir.†Jurnal Peternakan Lahan Kering 3 (4): 1741–46.
NRC. 2012. Nutrient Requirements of Swine. Washington, D.C.: National Academies Press. https://doi.org/10.17226/13298.
Nursiam, Intan. 2010. “Pemanfaatan Daun Ubi Jalar (Ipomoea Batatas) Sebagai Pakan Ternak.†Intannursiam’s Blog. 2010.
Paramita, Widya, Waluyo Edi Susanto, and A.B.Yulianto. 2008. “Konsumsi Dan Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Dalam Haylase Pakan Lengkap Ternak Sapi Peranakan Ongole.†Media Kedokteran Hewan 24 (1): 59–62.
Pramudia, A., I. Mangisah, and B. Sukamto. 2013. “Kecernaan Lemak Kasar Dan Energi Metabolis Pada Itik Magelang Jantan Yang Diberi Ransum Dengan Level Protein Dan Probiotik Berbeda.†Animal Agriculture Journal 2 (4): 148–60.
Prawitasari, R. H., V. D. Y. B. Ismadi, and I. Estiningdriati. 2012. “Kecernaan Protein Kasar Dan Serat Kasar Serta Laju Digesta Pada Ayam Arab Yang Diberi Ransum Dengan Berbagai Level Azolla Microphylla.†Jurnal Animal Agriculture 1 (1): 471 – 483.
Sukaryana, Y, U Atmomarsono, V. D Yunianto, and E Supriyatna. 2011. “Peningkatan Nilai Kecernaan Protein Kasar Dan Lemak Kasar Produk Fermentasi Campuran Bungkil Inti Sawit Dan Dedak Padi Pada Broiler.†Junal ITP 1 (3): 167–72.
Suparman, Suparman, Harapin Hafid, and La Ode Baa. 2016. “Kajian Pertumbuhan Dan Produktivitas Kambing Peranakan Ettawa Jantan Yang Diberi Pakan Berbeda.†JITRO 3 (3): 1–9.
Wajizah, Sitti, Samadi Samadi, Yunasri Usman, and Elmy Mariana. 2015. “Evaluasi Nilai Nutrisi Dan Kecernaan In Vitro Pelepah Kelapa Sawit (Oil Palm Fronds) Yang Difermentasi Menggunakan Aspergillus Niger Dengan Penambahan Sumber Karbohidrat Yang Berbeda.†Jurnal Agripet 15 (1): 13–19. https://doi.org/10.17969/agripet.v15i1.2286.
Wulandari, K. Y., V. D. Y. B. Ismadi, and Tristiarti. 2013. “Kecernaan Serat Kasar Dan Energi Metabolis Pada Ayam Kedu Umur 24 Minggu Yang Diberi Ransum Dengan Berbagai Level Protein Kasar Dan Serat Kasar.†Jurnal Animal Agriculture 2 (1): 9–17.










