Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Lontar dan Feses Ayam Terfermentasi serta Kombinasinya terhadap Pemanfaatan Protein Pada Ternak Kambing yang Mengkonsumsi Rumput Bothriochloa Pertusa

Effect of The Fermented Lontar Extract, Chicken Feces and Their Combination on the Utilization of Protein in Goats Consuming Bothriochloa pertusa Grass

Authors

  • Catharine R. K. Jaga Namang Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • I Gusti Ngurah Jelantik Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Imanuel Benu Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v4i3.1283

Keywords:

Bothriochloa pertusa, Lontar, water intake, Digestibility

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak lontar dan feses ayam terfermentasi terhadap pemanfaatan protein pada ternak kambing yang mengkonsumsi rumput Bothriochloa pertusa. Penelitian ini menggunakan 4 ekor kambing kacang jantan dengan berat badan rata-rata 16,69 kg. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin dengan empat perlakuan dan empat periode pengambilan data sebagai ulangan. Perlakuan tersebut adalah BP: 40% rumput Bothriochloa pertusa + 30% Lamtoro + 30% Konsentrat terfermentasi, BPS: 40% rumput Bothriochloa pertusa + 30% Lamtoro + 20% Konsentrat terfermentasi + 10% Ekstrak buah lontar, BPFA: 40% rumput Bothriochloa pertusa + 30% Lamtoro + 20% Konsentrat terfermentasi + 10% Feses ayam, BPSFA: 40% rumput Bothriochloa pertusa + 30% Lamtoro + 20% Konsentrat terfermentasi + 5% Ekstrak buah lontar + 5% Feses ayam. Parameter yang diukur adalah konsumsi protein, kecernaan protein, amonia rumen, total protein plasma, dan konsentrasi urea darah. Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa pemberian ekstrak lontar dan feses ayam terfermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsentrasi amonia dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan protein kasar. Sementara itu, tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi protein kasar, konsentrasi urea darah, dan total protein plasma. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak buah lontar dan feses ayam dapat meningkatkan kecernaan protein kasar dan amonia rumen tetapi tidak mempengaruhi konsumsi protein kasar, konsentrasi urea darah dan total protein plasma.

This study aimed to determine the effect of the fermented feed containing a combination of lontar extract and chicken feces on the utilization of protein in goats consuming Bothriochloa pertusa grass. The study used 4 male kacang goats with average weight of 16.69 kg. The experiment designed usinga latin square design with four treatments and four periods of data collection as replications. The treatments were BP: Bothrichloa pertusa hay 40% + leucaena 30% + fermented concentrate 30%, BPS: Bothrichloa pertusa hay 40% + leucaena 30% + fermented concentrate 20% + 10% lontar extract, BPFA: Bothrichloa pertusa hay 40% + leucaena 30% + fermented concentrate 20% + 10% chicken feces, and BPSFA: Bothrichloa pertusa hay 40% + leucaena 30% + fermented concentrate 20% + 5% lontar extract + 5% chicken feces. The parameters measured were protein intake, protein digestibility, rumen ammonia, total plasma protein and blood urea concentration. The results showed that the use of lontar extract and chicken feces fermented had a very significant effect (P<0.001) on the rumen amonia concentration, and a significant effect (P<0.05) on the crude protein digestibility. Meanwhile, it had no signicant effect (P>0.05) on the intake of crude protein, blood urea concentration and total plasma protein. Thus, it can be concluded that chicken feces and especially lontar extract can increase the of crude protein digestibility and rumen amonia however without affecting the intake of crude protein, blood urea concentration and total plasma protein.

Author Biographies

Catharine R. K. Jaga Namang, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendan

I Gusti Ngurah Jelantik, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Imanuel Benu, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

AOAC. 1990. Official Methods of Analysis. 15th ed. "Association of Official Analytical Chemists." The Association: Arlington, VA.

Arora, S. P. 1995. "Pencernaan Mikroba pada Ruminansia." Penerjemah: R. Murwani dan B. Srigandono. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Azizi, A., A. Sharifi, A. Azarfar, A. Kiani dan A. Jolazadeh. 2017. "Performance and Ruminal Parameters of Fattening Moghani Lambs Fed Recycled Poultry Bedding." Animal Nutrition 3 (2): 145–50.

Bi, S., M. Westerholm, W. Qiao, L. Xiong, A. Mahdy, D. Yin, Y. Song dan R. Dong. 2019. "Metabolic Performance of Anaerobic Digestion of Chicken Manure under Wet, High Solid, and Dry Conditions." Bioresource Technology 296 (August): 122342. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2019.122342.

Boorman, K. N. 1980. "Dietary Contraints on Nitrogen Retention Dalam: PJ Buttery dan DB Lindsay (Editor)." Protein Deposition in Animals. Butterworths, London.

Cole, H. H. dan M. Ronning. 1970. "Animal Agriculture. W. H. Freeman and Co." San Fransisco, no. p: 515–31.

Crowder, L. V. dan H. L. Chedda. 1982. "Herbage Quality and Nutritive Value." Tropical Grasslands Husbandry. Longman.

Duncan, J. Robert, and K. W. Prasse. 1986. "Veterinary Laboratory Medicine." Iowa State University Press.

Frandson, R. D. 1992. "Anatomi Dan Fisiologi Ternak." Edisi Ke-4. Diterjemahkan Oleh Srigandono, B. dan K. Praseno. Gadjah Mada Univer-Sity Press. Yogyakarta, 34–40.

Guyton, A. C. dan J. E. Hall. 1997. "Buku Ajar Fisiologi Kedokteran." Edisi Ke-9. Jakarta: CV EGC.

Hernaman, I., N. Ainunisa, R. Hidayat, A. R. Tarmidi, T. Dhalika, A. Budiman, dan D. Rahmat. 2019. "Perbandingan Model Pendugaan Total Digestible Nutrients (TDN) dan Protein Tercerna pada Domba Garut Jantan yang diberi Ransum Berbasis Bahan Pakan Lokal." Jurnal Agripet 19 (1): 1–6. https://doi.org/10.17969/agripet.v19i1.12980.

Hungate, R. E. 1966. "The Ruminant and Its Microbes." Agriculture Experimental Station, University of California. Academic press.

Jain, N. C. 1986. "Schalm’s Veterinary Hematology." 4th Ed. Publisher Lea and Febiger

Jamila, T.F. K. dan R. Astuti. 2009. "Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar pada Feses Ayam yang Difermentasi dengan Lactobacillus Sp. in Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner." 13–14.

Jelantik, I. G. N., T. T. Nikolaus dan C. L. Penu. 2019. "Memanfaatkan Padang Penggembalaan Alam untuk Meningkatkan Populasi dan Produktivitas Ternak Sapi di Daerah Lahan Kering." Myria Publisher.

Kamal, M. 1997. "Kontrol Kualitas Pakan. Fakultas Peternakan." Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Kopec, M., K. Gondek, M. Hersztek dan J. Antonkiewicz. 2018. "Factors Influencing Chemical Quality of Composted Poultry Waste." Saudi Journal of Biological Sciences 25 (8): 1678–86.

Laksana, A. A., E. Rianto dan M. Arifin. 2013. "Pengaruh Kualitas Ransum terhadap Kecernaan dan Retensi Protein Ransum pada Kambing Kacang Jantan." Animal Agriculture Journal 2 (4): 63–72.

Mayangsari, D. 2011. "Pengaruh Substitusi Daun Gamal (Glyricidia Sp.) dengan Daun Mimba (Azadiractha Indica) terhadap Fermentabilitas Pakan Ruminansia secara In Vitro". Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang.

McDonald, I. W. 1952. "The Role of Ammonia in Ruminal Digestion of Protein." Biochemical Journal 51 (1): 86–90.

McDonald, I.W., R. A. Edwards dan J. F. D. Greenhalgh. 1988. "Animal Nutrition in Ruminant." 4th ed. Longman Scientific and Technical. New York.

Mitruka, B. M. dan H. M. Rawnsley. 1981. "Hematological References Values of Normal Albino Rats. dalam: Clinical Biochemical and Hematological Reference Values in Normal Experimental Animals and Normal Humans." Masson Pub. Inc. Year Book Medical Pub. Inc. Chicago.

Muller, Z. O. 1980. "Feed from Animal Wastes: State of Knowledge." FAO. Produccion Sanidad Animal, no. 636.085 F35.

Nian, F. K. 2020. "Pengaruh Pemberian Silase Campuran Rumput Kume (Shorgum Plumosum Var. Timorens) dan Daun Markisa Hutan (Passifloran Foetida) dengan Proporsi yang Berbeda terhadap Konsumsi, Kecernaan Protein Kasar,

Konsentrasi NH3 dan Urea Darah Kambing Kacang." Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang.

Nurlatifah, A. 2018. "Evaluasi Profil Darah dan Performa Kambing Jantan yang diberi Protein Tepung Jangkrik (Gryllus Bimaculatus) dan Indigofera (Indigofera Zollingeriana)." Thesis. Bogor Agricultural University. Bogor, Jawa Barat.

Palpialy, W. 2005. "Pengaruh Pemberian Tepung Biji Asam dan Jagung Giling terhadap Neraca Nitrogen, Konsentrasi N-H3 dan VFA Cairan Rumen Ternak Kambing Lokal Jantan." Skripsi. Fakultas Peternakan Undana Kupang.

Pamungkas, G., S. R. Sutarno dan E. Mahajoeno. 2012. "Fermentasi Lumpur Digestat Kotoran Ayam Petelur dengan Kapang Aspergillus niger untuk Sumber Protein pada Ransum Ayam." Asian Journal of Tropical Biotechnology 9 (1): 26–34.

Quigley, S. P., D. Poppi dan S. R. McLennan. 2009. "Strategies to Increase Growth of Weaned Bali Calves." Publisher ACIAR GPO Box 1571 Canberra ACT 2601. Australia.

Riaz, M. Q., K.H. Sudekum, M. Clauss dan A. Jayanegara. 2014. "Voluntary Feed Intake and Digestibility of Four Domestic Ruminant Species as Influenced by Dietary Constituents: A Meta-Analysis." Livestock Science 162: 76–85.

Roseler, D. K., J. D. Ferguson, C. J. Sniffen dan J. Herrema. 1993. "Dietary Protein Degradability Effects on Plasma and Milk Urea Nitrogen and Milk Nonprotein Nitrogen in Holstein Cows." Journal of Dairy Science 76 (2): 525–34.

Rubianti, A. 2014. "Kajian Level Konsentrat dan Perasan Serat Buah Saboak terhadap Retensi Nitrogen dan Energi pada Sapi Bali." In Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 103–10.

Satter, L. D. dan L. L. Slyter. 1974. "Effect of Ammonia Concentration on Rumen Microbial Protein Production in Vitro." British Journal of Nutrition 32 (2): 199–208.

Soebarinoto, S. dan M. Chuzaemi. 1991. "Ilmu Gizi Ruminansia." Cetakan Kesatu Fakultas Peternakan Brawijaya, Malang.

Soeparno, E. 2005. "Ilmu Dan Teknologi Daging Cetakan Ke-4." Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Stojevic, Z., N. Filipovic, P. Bozic, Z. Tucek dan O. Daud. 2008. "The Metabolic Profile of Simmental Service Bulls." Veterinarski Arhiv 78 (2): 123–29.

Sumadi, S., A. Subrata, dan S. Sutrisno. 2017. Produksi Protein Total dan Kecernaan Protein Daun Kelor Secara In Vitro. Jurnal Sains Peternakan Indonesia 12(4):419-423.

Tahuk, P. K. 2008. "Kinerja Kambing Bligon Jantan pada Penggemukan dengan Level Protein Pakan Berbeda." Universitas Gadjah Mada.

Tillman, A. D., H. Hartadi, R. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo. 1998. "Ilmu Makanan Ternak Dasar. Fakultas Peternakan." Universitas Gadjah Mada Press. Yogyakarta.

Walt, J. G. V. dan J. H. F. Meyer. 1988. "Protein Digestion in Ruminants." South African Journal of Animal Science 18 (1): 30–41.

Widodo, W. 2005. "Tanaman Beracun dalam Kehidupan Ternak." Penerbit Universitas Muhammadiyah. Malang.

Wulangi, K. S. 1993. "Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan." Cetakan Ke-1. Penerbit Depdikbud, Yogyakarta.

Yulianti, G., D. Dwatmadji dan T. Suteky. 2019. "Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar Kambing Peranakan Etawa Jantan yang diberi Pakan Fermentasi Ampas Tahu dan Bungkil Inti Sawit dengan Imbangan yang Berbeda." Jurnal Sains Peternakan Indonesia 14 (3): 272–81. https://doi.org/10.31186/jspi.id.14.3.272-281.

Yupardhi, S. W., I. G. L. Oka dan B. I. Mantra. 2013. "Hematologi dan Kimia Klinik Darah Kambing Peranakan Etawah yang diberi Pakan Produk Sampingan Pertanian dan Enzim Optizym." Jurnal Veteriner Maret 14 (1): 99–104.

Downloads

Published

2022-09-16

Issue

Section

Articles