Kualitas Bakar Briket Bioarang Campuran Arang Kotoran Kambing dan Tempurung Buah Lontar (Saboak) dengan Level Perekat Berbeda

Burning Quality of Biocharcoal Briquettes Mixed of Goat Dung and Lontar Shell (Saboak) with Different Levels of Adhesive

Authors

  • Ervan Imanuel Taklal Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Yakob Robert Noach Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Twenfosel Ocsierly Dami Dato Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v5i1.1314

Keywords:

adhesives, burn quality, biocharcoal briquettes, goat dung, saboak shells

Abstract

The experiment goals was to determine burning quality of biocharcoal briquette mixed of goat dung and saboak shell with different levels of adhesive. Materials used consist of 8 kg of goat dung charcoal, 8 kg of saboak shell, 1.5 kg tapioca. The completely randomized design (CRD) consist of 4 treatments and 4 replications was applied. Those treatments were level of adhesive were P1: 6%, P2: 8%, P3: 10% and P4: 12%. The proporsion of both goad dung and saboak shell is 500 gram Variables observed were burning temperature, combustion rate, burning resistance, color and smoke and water boiling ability. Data were analyzed by analysis of variance (ANOVA). The statistical results showed that treatment have significant effect (P<0.05) on burning temperature but no significant (P>0.05) on combustion rate, burning resistance, color and smoke and boiling water ability. Burning temperature ranged 154.17 to 214.09oC; combustion rated ranged 2.14 to 2.44 g/minute; burning resistance ranged 164 to 188 minute; score of color 2.8 to 4 (tend to red until bluish) and score of smoke 3.85 to 4 (without smoke) and boiling water ability 19.5 to 27.75 minute. It can be concluded the increasing of adhesive levels decrease burning temperature, but no change on combustion rate, burning resistance, color and smoke and water boiling ability. The best burning quality of biocharcoal briquettes was founded at P1 that is 6% adhesive (P1).

Penelitian bertujuan mengetahui kualitas bakar briket bioarang campuran arang kotoran kambing dan tempurung saboak dengan level perekat berbeda. Materi yang digunakan adalah kotoran  kambing 8 kg, tempurung saboak 8 kg, tapioka 1,5 kg dan air. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan level perekat dari bahan bioarang yaitu P1: 6%, P2: 8%, P3: 10%, dan P4: 12%; proporsi kotoran kambing dan tempurung  saboak masing-masing 500 gram. Variabel yang diteliti: temperatur bakar, laju pembakaran, ketahanan bakar, warna dan asap serta kemampuan mendidihkan air. Data dianalisis dengan analisis keragaman (ANOVA). Hasil analisis menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap temperatur bakar, berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap laju pembakaran, ketahanan bakar, warna dan asap serta kemampuan mendidihkan air. Temperatur bakar briket bioarang yang didapatkan berkisar 154,17-214,09oC; laju pembakaran 2,14-2,44g/menit; ketahanan bakar 164-188 menit; skor warna pembakaran 2,8-4 (cenderung merah - merah kebiruan) dan skor asap 3,85-4 (cenderung tidak ada asap - tidak ada asap) dan kemampuan mendidihkan air 19,5-27,75 menit. Disimpulkan bahwa naiknya level perekat menurunkan temperatur bakar tapi tidak menyebabkan perubahan laju pembakaran, ketahanan bakar, warna dan asap pembakaran serta kemampuan mendidihkan air. Kualitas bakar terbaik didapatkan pada P1 yaitu penggunaan level perekat 6%.

 

Author Biographies

Ervan Imanuel Taklal, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Yakob Robert Noach, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Twenfosel Ocsierly Dami Dato, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Ali, Nurkiani Jail, Muhammad Anas, dan Erniwati. 2020. “Pengaruh Variasi Bahan Perekat terhadap Nilai Kalor dan Waktu Nyala Briket Arang Ban Bekas.†Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika 5 (4): 334–338.

Aljarwi, Muh Arafatir, Dwi Pangga, dan Sukainil Ahzan. 2020. “Uji Laju Pembakaran dan Nilai Kalor Briket Wafer Sekam Padi Dengan Variasi Tekanan.†Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika 6 (2): 200–206.

Asip, Faisal, Tiara Anggun, dan Nurzeni Fitri. 2014. “Pembuatan Briket dari Campuran Limbah Plastik LDPE, Tempurung Kelapa dan Cangkang Sawit.†Jurnal Teknik Kimia 20 (2): 45–54.

Dhawi, Tawa Wilhelmina. 2017. “Kualitas Briket Bioarang yang Dibuat dari Campuran Arang Kotoran Kambing, Kusambi, Serutan Kayu, Tempurung Kelapa dan Tempurung Kemiri.†Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Faizal, Muhammad, Ismira Andynapratiwi, dan Puput Destriana Ayu Putri. 2014. “Pengaruh Komposisi Arang dan Perekat terhadap Kualitas Biobriket dari Kayu Karet.†Jurnal Teknik Kimia 20 (2): 36–44.

Fikri Wijaya, Sudarja, Sukamta. 2019. “Rekayasa dan Uji Karakteristik Briket Bahan Bakar dari Tongkol Jagung dan Batok Kelapa.†Jurnal Material dan Proses Manufaktur 30 (30): 1–13.

Gaspersz, V. 1994. “Metode Perancangan Penelitian Untuk Ilmu-Ilmu Pertanian, Ilmu-Ilmu Teknik Dan Biologi.†CV. ARMICO. Bandung 472.

Ghozali, Imam. 2016. “Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8).†Cetakan Ke VIII. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro 96.

Hailitik, Vivi Indayani, H. T. Handayani, dan M. S. Abdullah. 2021. “Pertumbuhan Kambing Lokal Pra Sapih Pada Musim Hujan Di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang.†Jurnal Peternakan Lahan Kering 3 (3): 1649–1657.

Iskandar, Taufik, dan Fenni Suryanti. 2016. “Efektivitas Bentuk Geometri dan Berat Briket Bioarang dari Bambu terhadap Kualitas Penyalaan dan Laju Pembakaran.†Jurnal Teknik Kimia 10 (1): 8–12.

Junary, Erwin, Julham Prasetya Pane, dan Netti Herlina. 2015. “Pengaruh Suhu dan Waktu Karbonisasi terhadap Nilai Kalor dan Karakteristik Pada Pembuatan Bioarang Berbahan Baku Pelepah Aren ( Arenga Pinnata ).†Jurnal Teknik Kimia USU 4 (2): 46–52.

Lina Lestari, Muliati Dula, La Agusu, Zainudin, Ahmad Maskur, Muh Harun Al Rasyid. 2011. “Optimasi Komposisi Bahan, Ukuran Partikel dan Tekanan Dalam Pembuatan Briket Arang Tongkol Jagung.†Jurnal Aplikasi Fisika 7 (2): 88–91.

Miharja, Muhammad Hidayat Jaja. 2016. “Analisis Proksimat Potensi Briket Bioarang Sebagai Energi Alternatif Di Desa Kusu, Maluku Utara.†Techno: Jurnal Penelitian 5 (1): 15–21.

Norhikmah, Noor Mirad Sari, dan Muhammad Faisal Mahdie. 2021. “Pengaruh Persentase Perekat Tapioka terhadap Karakteristik Briket Arang Tempurung Kelapa.†Jurnal Sylva Scienteae 4 (2): 324-333.

Nurrohim, Noor Mirad Sari, dan Rosidah Radam. 2019. “Uji Pembakaran Briket Arang dari Kulit Sabut Buah Nipah (Nypa Fruticans) dan Arang Alaban (Vitex Pubescens Valh).†Jurnal Sylva Scienteae 1 (1): 128–135.

Rahayu, Slamet Mardiyanto, Rosalina Edy Swandayani, Arista Suci Andini, Hasan Basri, Baiq Diah Fitasari, Meilinda Pahriana Sulastri dan Diah Meidatuzzahra. 2021. “Penyuluhan Pemanfaatan Sampah Daun dan Limbah Pertanian Menjadi Briket Biorang Sebagai Sumber Energi Terbaru Ramah Lingkungan.†Jurnal Abdidas 2 (4): 936–943.

Sarjono, dan Agus Hendriyanto. 2017. “Pengaruh Tekanan Pembriketan dan Persentase Briket Campuran Gambut dan Arang Pelepah Daun Kelapa Sawit terhadap Karakteristik Pembakaran Briket.†Jurnal Rekayasa Proses 8 (1): 29–36.

Satmoko, Mochamad Ervando, Danang Dwi Saputro, dan Aris Budiyono. 2013. “Karateristik Briket dari Limbah Pengolahan Kayu Sengon Dengan Metode Cetak Panas.†Journal of Mechanical Engineering Learning 2 (1): 1408–1412.

Seo, Belandina, Susy Yuniningsih, dan Abrina Anggraini. 2015. “Pengaruh Kadar Amilum dan Ukuran Partikel terhadap Kualitas Briket Arang dari Tempurung Kelapa.†Jurnal Biomassa 3 (2): 1–7.

Sulmiyati, dan Nur Saidah Said. 2017. “Pengolahan Briket Bio-Arang Berbahan Dasar Kotoran Kambing dan Cangkang Kemiri Di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar.†Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) 3 (1): 108–117.

Wijaya AK, Agnesia Arista, Ni Luh Yulianti, dan Ida Bagus Putu Gunadnya. 2021. “Karakteristik Briket Biomassa dari Variasi Bahan Baku dan Persentase Perekat yang Berbeda.†Jurnal Biosistem dan Teknik Pertanian 9 (2): 202-211.

Zaenul amin, Ahmad. 2017. “Pengaruh Variasi Jumlah Perekat Tepung Tapioka terhadap Karakteristik Briket Arang Tempurung Kelapa.†Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi 15 (2): 111–118.

Downloads

Published

2023-03-20

Issue

Section

Articles