Pengaruh Umur Panen Terhadap Produksi Bahan Kering dan Komposisi Kimia Hijauan pada Pertanaman Campuran Sorghum plumosum, Botriochloa pertusa dan Pueraria phaseoloides

Effect of Harvest Age on Dry Matter Production and Chemical Composition of Forages in Mixed Crops Sorghum plumosum, Botriochloa pertusa and Pueraria phaseoloides

Authors

  • Geovani Kolsanti Wea Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Mariana Nenobais Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Daud Amalo Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v4i3.1319

Keywords:

Botriochloa pertusa, chemical composition, Pueraria phaseoloides, Sorghum plumosum harvest age

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh umur panen terhadap produksi bahan kering dan komposisi kimia hijauan pada pertanaman campuran Sorghum plumosum, Botriochloa pertusa dan Pueraria phaseoloides. Penelitian ini menggunakan rumput Kume (Sorghum plumosum var. timorense), Suket putihan (Botriochloa pertusa) dan Tropikal kudzu (Pueraria phaseoloides). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu Pp40= S. plumosum + B. pertusa + P. phaseoloides dipotong pada umur 40 hari, Pp60= S. plumosum + B. pertusa + P. phaseoloides dipotong pada umur 60 hari dan Pp80= S. plumosum + B. pertusa + P. phaseoloides dipotong pada umur 80 hari. Variabel yang diukur ialah produksi bahan kering, kandungan bahan organik, protein kasar, serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pertanaman campuran Sorghum plumosum, Botriochloa pertusa dan Pueraria phaseoloides berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi BK, kandungan SK, PK dan BETN serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan BO. Disimpulkan bahwa pertanaman campuran Sorghum plumosum, Botriochloa pertusa dan Pueraria phaseoloides pada umur panen 80 hari menghasilkan produksi bahan kering, kandungan BO dan SK tertinggi namun menghasilkan kandungan PK dan BETN yang rendah. Umur panen terbaik pertanaman campuran yaitu pada umur 60 hari karena kandungan SK hijauannya rendah dan kandungan proteinnya masih dalam taraf memenuhi kebutuhan ternak ruminansia.

The purpose of this study was to determine the effect of harvest age on dry matter production and forage chemical composition in mixed crops of Sorghum plumosum, Botriochloa pertusa and Pueraria phaseoloides. This research used Kume grass (Sorghum plumosum var. timorense), Suket putihan (Botriochloa pertusa) and Tropical kudzu (Pueraria phaseoloides). The research method used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 3 replications, namely Pp40 = S. plumosum + B. pertusa + P. phaseoloides were cut at 40 days of age, Pp60 = S. plumosum + B. pertusa + P. phaseoloides were cut at the age of 40 days. 60 days old and Pp80= S. plumosum + B. pertusa + P. phaseoloides were cut at 80 days old. The variables measured were dry matter production, organic matter content, crude protein, crude fiber and extracts without nitrogen. The results of the analysis showed that mixed cropping of Sorghum plumosum, Botriochloa pertusa and Pueraria phaseoloides had a very significant effect (P<0.01) on BK production, SK, PK and BETN content and significantly (P<0.05) on BO content. It was concluded that mixed cropping of Sorghum plumosum, Botriochloa pertusa and Pueraria phaseoloides at 80 days of harvest resulted in dry matter production, highest BO and SK content but low PK and BETN content. The best harvest age for mixed crops is at the age of 60 days because the content of SK forage is low and the protein content is still at the level of meeting the needs of ruminants.

 

Author Biographies

Geovani Kolsanti Wea, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Mariana Nenobais, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Daud Amalo, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Astuti Dian, Bambang Suhartanto, Bambang Suwignyo, dan Melvin Zaenul Asyiqin. 2020. “Pengaruh Umur Panen Dan Level Pupuk Nitrogen Terhadap Produksi Dan Kandungan Nutrien Sorghum Bicolor L. Varietas Numbu.†Agrotechnology Innovation (Agrinova) 2 (2): 1–8. https://doi.org/10.22146/agrinova.54702.

Buxton, Dwayne R, and Steven L Fales. 1994. “Plant Environment and Quality.†Forage Quality, Evaluation, and Utilization, 155–99.

D’Mello, J P F. 1995. “Leguminous Leaf Meals in Non-Ruminant Nutrition.†Tropical Legumes in Animal Nutrition., 247–82.

Dami Dato, T O. 1998. “Pengolahan Rumput Sorghum Plumosum Var. Timorense Kering Dengan Filtrat Abu Sekam Padi (FASP) Terhadap Perubahan Komponen Serat Dan Kecernaannya Secara in Vitro.†Tesis. Program Pascasarjana, Universitas Padjadjaran, Bandung.

Dhalika T., A. Budiman, dan - Mansyur. 2015. “Kualitas Silase Rumput Benggala (Panicum Maximum) Pada Berbagai Taraf Penambahan Bahan Aditif Ekstrak Cairan Asam Laktat Produk Fermentasi Anaerob Batang Pisang.†Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) 17 (1): 77. https://doi.org/10.25077/jpi.17.1.77-82.2015.

Gardner F.P., R.B. Pearce, dan R.L. Mitchell. 2008. “Fisiologi Tanaman Budidaya.†Terjemahan UI Press. Jakarta.

Husto JE and WE. Pinchak. 2008. Range Animal Nutrition. In: Grazingmanagement a; An Ecological Perspective. Available athttp://cnrit. tamu. edu/ riem/ textbook/ Chapter2.htm. Accession date: 15 September 2012.

Kaca, I G. Sutapa, L. Suariani, Y. Tonga, N.M. Yudiastari, dan N.K.E. Suwitari. 2019. “Produksi Dan Kualitas Rumput Gajah Kate (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Yang Ditanam Dalam Pertanaman Campuran Rumput Dan Legum Pada Pemotongan Pertama.†Pastura 6 (2): 78. https://doi.org/10.24843/pastura.2017.v06.i02.p08.

Jelantik I G N. 2006. “Tinjauan Tentang Strategi Menekan Angka Kematian Dan Meningkatkan Laju Pertumbuhan Pedet Dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas Sapi Bali Di Nusa Tenggara Timur.†In Proc. National Seminar. Komunikasi Hasil-Hasil Penelitian Bidang Tanaman Pangan. Perkebunan Dan Peternakan Dalam Sistem Usahatani Lahan Kering. Pp, 354–62.

Jelantik I G N, Tara Tiba Nikolaus, dan Cardial Leo Penu. n.d. 2019. Memanfaatkan Padang Penggembalaan Alam Untuk Meningkatkan Populasi Dan Produktivitas Ternak Sapi Di Daerah Lahan Kering. Myria Publisher.

Kamlasi Yohana, Marthen L Mullik, dan Twen O Dami Dato. 2014. “Pola Produksi Dan Nutrisi Rumput Kume (Shorgum Plumosum Var. Timorense) Pada Lingkungan Alamiahnya.†Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) 24 (2): 31–40.

Kephart, Kevin D, and Dwayne R Buxton. 1993. “Forage Quality Responses of C3 and C4 Perennial Grasses to Shade.†Crop Science 33 (4): 831–37.

Koten, Bernadete B, Redempta Wea, dan Agustinus Paga. 2007. “Respon Kacang Tunggak Dan Rumput Sudan Sebagai Sumber Pakan Melalui Pola Tanam Tumpangsari Dengan Berbagai Proporsi Tanaman Di Lahan Kering.†Buletin Peternakan 31 (3): 121–26.

Koten, Bernadete B, R Djoko Soetrisno, Nono Ngadiyono, dan Bambang Suwignyo. 2012. “Produksi Tanaman Sorgum (Sorghum Bicolor (L.) Moench) Varietas Lokal Rote Sebagai Hijauan Pakan Ruminansia Pada Umur Panen Dan Dosis Pupuk Urea Yang Berbeda.†Buletin Peternakan 36 (3): 150–55.

Lawalu, F H, F U Datta, M U E Sanam, P Romeo, dan S Doke. 2000. “Survey Berbagai Parameter Peternakan Di Nusa Tenggara Timur.†Hasil Penelitian Kabupaten. Fapet-Undana. Kupang.

McDonald, P, R A Edwards, J F D Greenhalgh, C A Morgan, L A Sinclair, and R G Wilkinson. 2002. “Animal Nutrition 6th Edition.†Longman scientific and technical Copublished in the USA. John Wiley and Sons ….

Nelson, C J, and Lowell E Moser. 1994. “Plant Factors Affecting Forage Quality.†Forage Quality, Evaluation, and Utilization, 115–54.

Official Methods of Analysis of Association of Official Analytical Chemist. AOAC. (1995). AOAC Internasional. Virginia USA.

Ratnawati, Dwi. 2016. “Pertumbuhan Rumput Gajah Kate Yang Ditanam Bersama Leguminosa Dengan Jenis Pupuk Berbeda.†Universitas Warmadewa.

Riwu Kaho, L M. 1993. “Studi Tentang Pergiliran Merumput Pada Biom Savana. Suatu Telaah Pada Savana Binel Timor Barat.†Thesis, IPB, Bogor.

Salisbury FB dan Ross. CW 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Setiyaningrum, Erlis, I Nyoman Kaca, dan Ni Ketut Etty Suwitari. 2018. “Pengaruh Umur Pemotongan Terhadap Produksi Dan Kualitas Nutrisi Tanaman Indigofera (Indigofera Sp).†Gema Agro 23 (1): 59. https://doi.org/10.22225/ga.23.1.660.59-62.

Se’u V. E., Karti P. D. M. H and Abdullah L. 2015. Botanical Composition, Grass Production, and Carryng Capacity of Pasture in Timor Tengah Selatan District. Study Program of Nutrition and Feed Science, Faculty of Animal Science, Graduate School, Bogor Agricultural University Department of Nutrition and Feed Technology, Faculty of Animal Science, Bogor Agricultural University Jalan Agatis, Kampus IPB Darmaga Bogor 16680, Indonesia

Suarna, I Wayan, dan Ni Nyoman Suryani. 2018. “Potensi Produksi Hijauan Mikania Cordata Sebagai Pakan Ternak Ruminansia Di Provinsi Bali.†Pastura 7 (2): 74–77.

Steel RGD dan Torrie JH. 1990. Prinsip dan Prosedur Statistik. Suatu Pendekatan Biometrik. Alih Bahasa Ir. B. Soemantri. Ed 11. Gramedia. Jakarta

Tillman, Allen D, Hari Hartadi, Soedomo Reksohadiprodjo, Soeharto Prawirokusumo, dan Soekanto Lebdosoekojo. 1998. “Ilmu Makanan Ternak Dasar.†Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Wilson, J R, M van Noordwijk, and Y R Dommergues. 1990. “Agroforestry and Soil Fertility.(1) The Eleventh Hypothesis: Shade.(2) Root Nodulation: The Twelfth Hypothesis.†Agroforestry Today 2 (1; 2): 10–14.

Downloads

Published

2022-09-16

Issue

Section

Articles