Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Kandungan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen Total Digestible Nutrient dan Gross Energy Tepung Kulit Singkong

The Effect of Fermentation Time on the Content of Extracts Nitrogen Free Energy, Total Digestible Nutrients and Gross Energy of Cassava Peel Flour

Authors

  • Godilifa Mersy Lopis Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Gusti Ayu Yudiwati Lestari Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Imanuel Benu Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v5i1.1320

Keywords:

Cassava peel flour, EM4, fermentation, NFE, TDN, GE

Abstract

The purpose of this study was to find out the content of Extract Materials Nitrogen Free Energy, Total Digestible Nutrients and Gross Energy the effect of the length of time for fermentation of cassava peels. The method used for this research is the experimental method, through an experimental design using a Completely Randomized Design through 4 treatments, 3 replications to obtain 12 experimental elements. The treatments tested were KS0 = no fermentation, KS7 = 7 days of fermentation, KS14 = 14 days of fermentation and KS21 = 21 days of fermentation. The variables measured were the content of the Nitrogen-Free Energy, Total Digestible Nutrient and Gross Energy. The results of statistical tests showed that fermenting cassava peel flour at different lengths of time increased the Nitrogen-Free Energy and Total Digestible Nutrient, but did not increase the Gross Energy content. It can be concluded that the fermentation time of cassava peel flour using Effective Microorganism 4 was able to increase the content of the Nitrogen-Free Energy and Total Digestible Nutrient in the 7-day fermentation treatment, but the Gross Energy content was relatively the same. The best time needed to ferment cassava peel flour is 7 days.

Tujuan dari penelitian ini agar dapat diketahui kandungan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen, Total Digestible Nutrient dan Gross Energy pengaruh lama waktu fermentasi kulit singkong. Metode yang dipakai untuk penelitian ini yaitu metode eksperimen, melalui desain percobaan memakai Rancangan Acak Lengkap lewat 4 perlakuan, 3 ulangan sampai diperoleh 12 elemen percobaan. Perlakuan yang dicobakan adalah KS0 = tanpa fermentasi, KS7 = waktu fermentasi 7 hari, KS14 = waktu fermentasi 14 hari dan KS21 = waktu fermentasi 21 hari.  Variable yang diukur adalah kandungan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen, Total Digestible Nutrient dan Gross Energy. Hasil uji statistik memperlihatkan bahwa fermentasi tepung kulit singkong pada lama waktu yang berbeda meningkatkan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen dan Total Digestible Nutrient, tetatpi tidak meningkatkan kandungan Gross Energy. Dapat disimpulkan bahwa lama waktu fermentasi tepung kulit singkong menggunakan Effective Microorganism 4 mampu meningkatkan kandungan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen dan Total Digestible Nutrient pada perlakuan lama fermentasi 7 hari, namun terhadap kandungan Gross Energy relatif sama. Lama waktu terbaik yang dibutuhkan untuk fermentasi tepung kulit singkong adalah 7 hari.

Author Biographies

Godilifa Mersy Lopis, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendan

Gusti Ayu Yudiwati Lestari, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Imanuel Benu, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Anonim. 2020. Perkembangan Luas Panen dan Rata-Rata Produksi Ubi Kayu. Nusa Tenggara Timur: Badan Pusat Statistik.

Anggorodi, R. 2005. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Berek. 2020. Kandungan Serat Kasar, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen Dan Kayu Total Digestible Nutrient Kulit Ubi (Manihot Utilissima Pohl) Hasil Fermentasi Dengan Em4 Pada Level Berbeda. Universitas Nusa Cendana.

Bolsen, K.K & Sapienz, D. A. 1993. Teknologi Silase. Diterjemahkan oleh : R. B. Soedjono. Pioneer, Hi-Bred International. Inc. UK. 15-3

Christi, R. F., Rochana, A., & Hernaman, I. 2016. Pengaruh Konsentrat Terfermentasi Terhadap Kandungan Energi Bruto , Serat Kasar , dan Protein. Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan, 8(November), 718–723.

Djuarnani, N., Kristiani dan B. S. Setiawan. 2005. Cara Cepat Membuat Kompos. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan I. Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Grapevin. 2021. Level Penggunaan Aspergillus Oryzae pada Fermentasi Kulit Ubi Kayu (Manihot Utilissima) Terhadap Kandungan HCN, TDN dan pH. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 4(1), 60–69.

Kusumaningrum, O. M., Sutrisno, C. I., & Prasetiyono, B. W. H. E. 2012. Kualitas kimia ransum sapi potong berbasis limbah pertanian dan hasil samping pertanian yang difermentasi dengan Aspergillus niger. Animal Agriculture Journal, 1 (2): 109-119

Lunar, A. M. 2012. Pengaruh Dosis Inokulum dan Lama Fermentasi Buah Ketapang (Ficus lyrata) oleh Aspergillus Niger Terhadap Bahan Kering, Serat Kasar, Dan Energi Bruto. Skripsi, 1–6.

Nista, D. H. Natalia, A. & Taufik. 2010. Teknologi Pengolahan Pakan. Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan, Sembawa.

Nurhayani. 2000. Peningkatan Kandungan Protein Kulit Umbi Ubi Kayu Melalui Proses Fermentasi. Jms, vol 6.

Pakpahan N, Kusnandar F dan Syamsir. 2018. Perilaku isoterm sorpsi air dan perubahan fisik tepung tapioka pada suhu penjimpanan yang berbeda. J. teknol dan industri pangan. 15, 10-27.

Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. Penerbit: Universitas Indonesia. Jakarta.

Putri, S. W. A. & Hersoelistyorini, W. 2012. Kajian Kadar Protein Serat, Hen Dan Sifat Organoleptik Prol Tape Singkong Dengan Subsitusi Tape Kulit Singkong. Jurnal Pangan Dan Gizi. 3 (1): 17-27.

Sandi, S dan Saputra, A. 2012. The Effect Of Effective Microorganisms-4 (EM4) Addition On The Physical Quality Of Sugar Cane Shoots Silage. In International Seminar On Animal Industry.

Siburian, U. S. 2019. Pengaruh Fermentasi Kulit Singkong (Manihot Esculenta Crantz) Dengan Mikroorganisme Lokal (MOL) Sebagai Pakan Terhadap Kandungan Nutrisi dan Anti Nutrisi Asam Sianida. Universitas Sumatera Utara. Medan. Skripsi.

Sukaryana Y. U. Atmomarsono, V. D. Yunianto dan E. Supriyatna. 2011. Peningkatan nilai kecernaan ptotein kasar dan lemak kasar produk fermentasi campuran bungkil inti sawit dan dedak padi pada broiler. JITP, 1(3), 167–172.

Sondakh. 2018. Evaluation of dry matter digetibility and organic matter of in vitro unsaturated fatty acid based ration of ruminant. International . J. Adv. Res, 7(6), 13582–13584.

Sutardi, T. 1980. Landasan Nutrisi. Jilid I. Departemen Imu Makanan ternak Fakultas Peternakan Institute Pertanian Bogor, Bogor.

Yani, Y. Desember 2011. Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Pakan Ternak Ruminansia. Pertanian293.blogspot.com. Diakses 17 Oktober 2017, 13:15 WIB.

Zumael. 2009. The Nutrient Enrichment of Biological Processing. Agricmed, Warsaw.

Downloads

Published

2023-03-20

How to Cite

Lopis, G. M., Lestari, G. A. Y., & Benu, I. . (2023). Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Kandungan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen Total Digestible Nutrient dan Gross Energy Tepung Kulit Singkong: The Effect of Fermentation Time on the Content of Extracts Nitrogen Free Energy, Total Digestible Nutrients and Gross Energy of Cassava Peel Flour. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 5(1), 113–119. https://doi.org/10.57089/jplk.v5i1.1320

Issue

Section

Articles