Pengaruh Umur Pemotongan terhadap Produksi dan Kualitas Rumput Kume (Sorghum plumosum)

The Effect of The Duration of Boiling and Using Lontar Vinegar on The Physico- Chemical And Bone Broth

Authors

  • Vania Anu Peternakan Undana
  • Tata Tiba Nikolaus Universitas Nusa Cendana
  • Imanuel Benu Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1321

Keywords:

Kualitas, nilai energy, produksi, Sorghum plumosum, umur pemotongan

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur pemotongan terhadap produksi dan kualitas rumput kume (Sorghum plumosum). Metode menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah SPM40 (Sorghum plumosum Monokultur umur 40 hari), SPM60 (Sorghum Plumosum Monokultur umur 60 hari ) SPM80 (Sorghum Plumosum Monokultur umur 80 hari). Parameter yang teliti adalah produksi BK, rasio daun dan batang, KcBK, KcBO, dan nilai energi pada umur yang berbeda. Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pemotongan rumput Sorghum plumosum yang ditanam secara monokultur meningkatkan (P<0.05) produksi BK tetapi menurunkan (P<0.01) rasio daun dan batang, KcBK, KcBO, serta nilai energi. Produksi BK tertinggi terdapat pada umur pemotongan 80 hari namun terjadi penurunan nilai rasio daun dan batang, KcBK, KcBO, nilai energi tercerna dan energi metabolis. Kesimpulan penelitian ini  adalah rumput Sorghum plumosum yang dipanen pada umur 40, 60 dan 80 hari mampu meningkatkan produksi BK tetapi menurunkan rasio daun dan batang serta kualitasnya. Pada umur 40 hari menghasilkan produksi BK terendah namun rasio daun dan batang serta kualitas tertinggi.  Sedangkan pada umur 80 hari menghasilkan produksi BK tertinggi namun rasio daun dan batang serta kualitas terendah.

Author Biographies

Tata Tiba Nikolaus, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan

Imanuel Benu, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan

References

Alia, Lisana Sidqi. 2015. Pengaruh Umur Pemotongan Tanaman Rami (Boehmeria Nivea) Terhadap Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik (In Vitro). Students E-Journal 4 (3).

AOAC. 1995. Official Methodes of Analysis. 14 Thed. Association of Analytical Chemist. Washington.

Bamualim, A. 1995. Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Di Daerah Lahan Kering Nusa Tenggara. In Makalah Dipresentasikan Dalam Acara Kongres Nasional XIII Dan Seminar Ilmiah Perhimpunan Fitopatologi Indonesia. Mataram, 25–27.

Bayble, Taye, Solomon Melaku, and N K Prasad. 2007. Effects of Cutting Dates on Nutritive Value of Napier (Pennisetum Purpureum) Grass Planted Sole and in Association with Desmodium (Desmodium Intortum) or Lablab (Lablab Purpureus). Livestock Research for Rural Development 19 (1): 120–36.

Dami Dato, T O. 1998. Pengolahan Rumput Sorghum Plumosum Var. Timorense Kering Dengan Filtrat Abu Sekam Padi (FASP) Terhadap Perubahan Komponen Serat Dan Kecernaannya Secara in Vitro. Tesis. Program Pascasarjana, Universitas Padjadjaran, Bandung.

Dung, Dinh Van, Weiwei Shang, and Wen Yao. 2014. Effect of Crude Protein Levels in Concentrate and Concentrate Levels in Diet on in Vitro Fermentation. Asian-Australasian Journal of Animal Sciences 27 (6): 797.

Gardner, F.P., R.B. Pearce, dan R.L. Mitchell. 2008. Fisiologi Tanaman Budidaya. Terjemahan UI Press. Jakarta.

Gomide, Carlos A M, Carla S Chaves, Karina G Ribeiro, Lynn E Sollenberger, Domingos S C Paciullo, Tatiana P Pereira, and Mirton J F Morenz. 2015. Structural Traits of Elephant Grass (Pennisetum Purpureum Schum.) Genotypes under Rotational Stocking Strategies. African Journal of Range & Forage Science 32 (1): 51–57.

Harjadi, S. S. 1989. Pengantar Agronomi. Gramedia. Jakarta.

Hermanto, Hermanto, Bambang Suwignyo, and Nafiatul Umami. 2017. Kualitas Kimia Dan Kandungan Klorofil Tanaman Alfalfa (Medicago Sativa L.) Dengan Lama Penyinaran Dan Dosis Dolomit Yang Berbeda Pada Tanah Regosol. Buletin Peternakan 41 (1): 54–60.

Hides, D H, J A Lovatt, and Margaret V Hayward. 1983. Influence of Stage of Maturity on the Nutritive Value of Italian Ryegrasses. Grass and Forage Science 38 (1): 33–38.

Hindratiningrum, N. 2010. Produksi Dan Kualitas Hijauan Rumput Meksiko Pada Berbagai Umur Pemotongan Dengan Dosis Pemupukan 200 Kg/Ha/Tahun. Jurnal Ilmiah Inkoma 21: 111–22.

Hobir, Hobir. 2002. Pengaruh Selang Panen Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Nilam. Industrial Crops Research Journal 8 (3): 103–7.

Huston, J.E. and W.E. Pinchak. 2008. Range Animal Nutrition. In: Grazing Management a; An Ecological Perspective

Hvelplund, T, J Andrieu, M R Weisbjerg, and M Vermorel. 1995. Prediction of the Energy and Protein Value of Forages for Ruminants. In 4. International Symposium on the Nutrition of Herbivores. 4. Symposium International Sur La Nutrition Des Herbivores, Clermont Ferrand (France), 11-15 Sep 1995. INRA.

Jelantik, I G N. 2001. Improving Bali Cattle (Bibos Banteng Wagner) Production through Protein Supplementation [Including 6 Articles].

Jelantik, I Gusti N, Tara Tiba Nikolaus, and Cardial Leo Penu. n.d. 2019. Memanfaatkan Padang Penggembalaan Alam Untuk Meningkatkan Populasi Dan Produktivitas Ternak Sapi Di Daerah Lahan Kering. Myria Publisher.

Kamlasi Y, Mullik M. L, Twen O dan Dato D., 2014. Pola Produksi Dan Nutrisi Rumput Kume (Shorgum Plumosum Var. Timorense) Pada Lingkungan Alamiah. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 24 (2): 31-40. Kupang.

Keraf, F K, Y Nulik, and M L Mullik. 2015. Pengaruh Pemupukan Nitrogen Dan Umur Tanaman Terhadap Produksi Dan Kualitas Rumput Kume (Sorghum Plumosum Var. Timorense). Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) 17 (2): 123–30.

Koten, Bernadete Barek. 2013. Tumpangsari Legum Arbila (Phaseolus Lunatyus L.) Berinokulum Rizobium Dengan Sorgum (Sorghum Bicolor (L) Moench Dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Hijauan Pakan Ruminansia. Universitas Gadjah Mada.

Leeson, S, and J D Summers. 2001. Nutrition of the Chicken 4th Ed. Guelph, Ontario, Canada: University Books.

Lugiyo. 2006. Umur Pemotongan Terhadap Produksi Hijauan Rumput Sorghum SP Sebagai Tanaman Pakan Terna. Temu Teknis Nasional Tenaga Fungsional Pertanian. Bogor.

Mansyur, H Djuned, N P Indrani, A R Tarmidi, and T Dhalika. 2014. Kecernaan Rumput Signal (Brachiaria Decumbens) Yang Ditanam Dinaungan Perkebunan Pisang Pada Berbagai Umur Pemotongan. JITV 19 (2).

Mc Donald, P., R.A. Edward, and J.F. D. Greenhalgh. 1984. Animal Nutrition. Fourth Edition. Longman Scientific and Technical, London 53p

Nelson, C J, and Lowell E Moser. 1994. Plant Factors Affecting Forage Quality. Forage Quality, Evaluation, and Utilization, 115–54.

Oktarina, K, E Rianto, R Adiwinarti, and A Purnomoadi. 2004. Pemanfaatan Protein Pada Domba Ekor Tipis Jantan Yang Mendapat Pakan Penguat Dedak Padi Dengan Aras Yang Berbeda. J. Pengembangan Peternakan Tropis. Special Edition Bulan Oktober, Buku I. Hlm, 110–15.

Paramita, W L, Waluyo Edi Susanto, and A B Yulianto. 2008. Konsumsi Dan Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Dalam Haylase Pakan Lengkap Ternak Sapi Peranakan Ongole. Media Kedokteran Hewan 24 (1): 59–62.

Rianto, Edy, and Endang Purbowati. 2009. Panduan Lengkap Sapi Potong. Penebar Swadaya, Jakarta.

Savitri, Mei Via, Herni Sudarwati, and Hermanto Hermanto. 2013. Pengaruh Umur Pemotongan Terhadap Produktivitas Gamal (Gliricidia Sepium). Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) 23 (2): 25–35.

Sleugh, Byron B, Kenneth J Moore, E Charles Brummer, Allan D Knapp, James Russell, and Lance Gibson. 2001. Forage Nutritive Value of Various Amaranth Species at Different Harvest Dates. Crop Science 41 (2): 466–72.

Sumadi, I Ketut. 2017. Ilmu Nutrisi Ternak Babi. Diktat Kuliah. Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar.

Surono, M Soejono, and S P S Budhi. 2003. Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik in Vitro Silase Rumput Gajah Pada Umur Potong Dan Level Aditif Yang Berbeda. J. Indon. Trop Anim. Agric 28 (4).

Terry, R A, and J M A Tilley. 1964. The Digestibility of the Leaves and Stems of Perennial Ryegrass, Cocksfoot, Timothy, Tall Fescue, Lucerne and Sainfoin, as Measured by an in Vitro Procedure. Grass and Forage Science 19 (4): 363–72.

Tillman, A D, H Hartadi, S Prawirokoesoemo, and S Reksohadiprodjo. 1991. Lebdosoekojo, 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Fakultas Peternakan UGM: Yogyakarta.

Tillman, Allen D, Hari Hartadi, Soedomo Reksohadiprodjo, Soeharto Prawirokusumo, and Soekanto Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Wilson, J R, B Deinum, and F M Engels. 1991. Temperature Effects on Anatomy and Digestibility of Leaf and Stem of Tropical and Temperate Forage Species. Netherlands Journal of Agricultural Science 39 (1): 31–48.

Yusmadi, Yusmadi, Nahrowi Nahrowi, and Muhammad Ridla. 2008. Kajian Mutu Dan Palatibilitas Silase Dan Hay Ransum Komplit Berbasis Sampah Organik Primer Pada Kambing Peranakan Etawah. Jurnal Agripet 8 (1): 31–38.

Downloads

Published

2023-06-20

How to Cite

Anu, V., Nikolaus, T. T., & Benu, I. (2023). Pengaruh Umur Pemotongan terhadap Produksi dan Kualitas Rumput Kume (Sorghum plumosum): The Effect of The Duration of Boiling and Using Lontar Vinegar on The Physico- Chemical And Bone Broth. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 5(2), 279–286. https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1321

Issue

Section

Articles