Pengaruh Fermentasi Tongkol Jagung dengan Ragi Tape Komersial terhadap Kandungan Serta Kecernaan Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin Secara In Vitro
The Effect of Corn Cob Fermentation With Commercial Tape Yeast on Content And Digestability of Cellulose, Hemicellulose and Lignin In Vitro
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v4i3.1368Keywords:
Fermentasi, in vitro, ragi tape, serat kasar, tongkol jagungAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fermentasi tongkol jagung dengan ragi tape komersial terhadap kandungan dan kecernaan in vitro selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan tersebut: R-25 (tongkol jagung + aditif + 25g ragi tape); R-50 (tongkol jagung + aditif + 50g ragi tape); R-75 (tongkol jagung + aditif + 75g ragi tape); R-100 (tongkol jagung + aditif + 100g ragi tape); dan R-125 (tongkol jagung + aditif + 125g ragi tape). Variabel yang diamati adalah kandungan serta kecernaan in vitro selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji lanjutan dengan uji berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan  perlakuan fermentasi tongkol jagung dengan ragi tape komersial tidak mempengaruhi (P>0,05) terhadap kandungan selulosa dan hemiselulosa, namun mempengaruhi (P<0,05) terhadap kandungan lignin serta kecernaan in vitro selulosa, hemiselulosa dan lignin dengan pilihan terbaik pada level penggunaan ragi tape komersil 125 gram. Disimpulkan bahwa semakin tinggi pemberian dosis ragi tape R-125 g/2 kg tongkol jagung akan menurunkan kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin dan meningkatkan kecernaan in vitro selulosa, hemiselulosa dan lignin pada tongkol jagung.
The purpose of this study was to determine the effect of fermenting corncobs with commercial tape yeast on the content and digestibility of in vitro cellulose, hemicellulose, and lignin. The method used in this study is an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications. The treatment: R-25 (corn cobs + additives + 25g yeast tape); R-50 (corn cobs + additives + 50g yeast tape); R-75 (corn cobs + additives + 75g yeast tape); R-100 (corn cobs + additives + 100g yeast tape); and R-125 (corn cobs + additives + 125g yeast tape). The variables observed were the content and in vitro digestibility of cellulose, hemicellulose, and lignin. Data were analyzed using variance and further test with Duncan's multiple test. The results showed that the fermentation treatment of corn cobs with commercial tape yeast did not affect (P>0.05) on the cellulose and hemicellulose content, but did affect (P<0.05) on the lignin content and in vitro digestibility of cellulose, hemicellulose and lignin with the best choice. at the level of the use of commercial tape yeast 125 grams. It was concluded that the higher dose of tape yeast R-125 g/2 kg corn cobs would decrease the content of cellulose, hemicellulose and lignin and increase in vitro digestibility of cellulose, hemicellulose and lignin in corn cobs.
References
Abdillah, J., dan N. Widyawati, Suprihati. 2014. “Pengaruh Dosis Ragi Dan Penambahan Gula Terhadap Kualitas Gizi Dan Organoleptik Tape Biji Gandum.†Jurnal AGRIC, 26(1 Dan 2): 75-84. Juli-Desember.
Arief, R. 2001. “Pengaruh Penggunaan Jerami Pada Amoniasi Terhadap Daya Cerna NDF, ADF Dan ADS Dalam Ransum Domba Lokal.†Jurnal Agroland. 8 (2): 208-215
Anindyajati, T. 2009. “Prospek Enzim Dan Limbah Lignoselulosa Untuk Produksi Bioetanol.†J. Bio. Sci. 44 (1): 49–56.
Arnata, I.W., Anggreni, dan A.A.M.D. Anggreni. 2013. “Rekayasa Bioproses Produksi Bioetanol Dari Ubi Kayu Dengan Teknik Ko-Kultur Ragi Tape Dan Saccharomyces Cerevisiae.†Jurnal Agrointek. 27 (1): 21–28.
Ati, S, M M Kleden, dan M Yunus. 2020. “Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Tepung Tongkol Jagung Menggunakan Effective Mikroorganisme-4 ( EM-4 ) Terhadap Perubahan Komponen ADF , NDF , Selullosa Dan Lignin.†Jurnal Peternakan Lahan Kering 2 (4): 1162–70.
Bidura, I.G.N.G., T.G.O. Susila. IB.G. Partama. 2008. . “. Limbah Pakan Ternak Alternatif D Aplikasi Teknologi.†In UPT Penerbit Universitas Udayana, Denpasar.
Blümmel, M., H. Steingass and K. Becker. 1997. “The Relationship between in Vitro Gas Production, in Vitro Microbial Biomass Yield and 15N Incorporated and Its Implication for the Prediction of Voluntary Feed Intake of Roughages.†Br. J. Nutr. 77: 911–21.
Eriningsih, R., R. Yulina, dan T. Mutia. 2011. “Pembuatan Karboksimetil Selulosa DariLimbahTongkol Jagung Untuk Pengental Pada Proses Pencapan Tekstil.†Arena Tekstil. 26 (2): 61–120.
Fachry, A. R., P. Astuti, dan T.G. Puspitasari. 2013. “Pembuatan Bioetanol Dari Limbah Tongkol Jagung Dengan Variasi Konsentrasi Asam Klorida Dan Waktu Fermentasi.†Jurnal Teknik Kimia 1 (9): 60–69.
Fadilah, dan S. Distantina. 2009. “Delignifikasi Ampas Batang Aren: Perbandingan Pengaruh Penambahan Glukosa Dengan Penambahan Tetes.†Ekuilibrium.L8(2): 19-25. 18 (2): 19–25.
Goering, H. K., and P.J. Van Soest. 1970. “Forage Fiber Analysis. Agricultural Handbook No. 379.†In US Department of Agriculture, Washington, DC, 1-20.
Islami, R. 2018. “Pembuatan Ragi Tape Dan Tape.†In Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Agrokompleks, 56-63.
Karim, I.I. 2014. Kandungan ADF, NDF, selulosa, hemiselulosa, dan lignin silase pakan komplit berbahan dasar jerami padi dan beberapa level biomassa murbei (Morusalba). Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar
Miswandi. 2009. “Analisis Komponen Daun Kelapa Sawit Yang Difermentasi Dengan Feses Ayam. Skripsi.†In Skripsi. Fakultas Pertanian Dan Peternakan. Universitas Islam Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru.
Prayitno. 1997. “Produksi Dan Evaluasi Enzim Amilase, Mannase, Phitase Dan Protease Untuk Meningkatkan Mutu Gizi Pakan Monogastrik.†Warta Plasma Nutfah Indonesia. 3 (4): 10–11.
Simbolon, N., R.I. Pujaningsih, dan S. Mukodiningsih. 2016. “Pengaruh Berbagai Pengolahan Kulit Singkong Terhadap Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Secara in Vitro, Protein Kasar, Dan Asam Sianida.†Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 26 (1): 58–65.
Statistik, Badan Pusat. 2019. “No Title.†In Https://Ntt.Bps.Go.Id/.
Steel, R.G. D., dan J. H. Torrie. 1993. “Prinsip Dan Prosedur Statistika Suatu Pendekatan Biometrik.†In Terjemahan P.T. Gramedia, Jakarta.
Sulaiman. 1988."Studi proses pembuatan protein mikroba dengan ragi mililotik dan ragi pada media padat dengan bahan baku ubi kayu (Manihot ulissima Pokl)". Tesis. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor,
Suprapto, H, F M Suhartati, and T Widiyastuti. 2013. “Kecernaan Serat Kasar Dan Lemak Kasar Complete Feed Limbah Rami Dengan Sumber Protein Berbeda Pada Kambing Peranakan Etawa Lepas Sapih.†Jurnal Ilmiah Peternakan. 1 (3): 38-46
Tilley, J. M. A., and Terry. 1963. “A Two Stage Technique for in Vitro Digestion of Forage Crop. J. Br.†Grassland Soc., 1 (8): 104–11.
Tuomela, M. 2000. “Degdradation of Lignin and Other 3-4c-Labelled Compounds in Compact and Soil with an Emphasis on White-Rot Fungi.†In Helsinki: Dep. Appl. Chem. Microbiol. Division of Microbiology, 140:19-26.
Vallie, K., J. Barry, B.K. Dinesh, and J.H. Michael. 1992. “Degradation of 2.4 Toluen by the Lignin-Degrading Fungi Phanerochaete Chrysosporium.†J. Appl. And Env.Microbiol. 8: 221–228.
Widya. 2005. Enzim selulase. http://kb.atmajaya.ac.id/default. aspx? tab ID= 61&src=a&id=84059. Diakses 10 Oktober 2021.










