Pengaruh Pemberian Pakan Komplit Berbahan Dasar Lamtoro dan Silase terhadap Kadar Kualitas Darah Sapi Bali Jantan Penggemukan

The Effect of Feeding Complete Feed Based onLamtoro and Silage on Blood Quality Levels of Fattening Male Bali Cattle

Authors

  • Alberto Asis Ferreira Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Grace Maranatha Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Yohanis Umbu Laiya Sobang Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v4i3.1372

Keywords:

Haemoglobin, Cholesterol, Complete Feed, fattening Bali cattle, Triglycerides

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit berbahan dasar lamtoro dan silase campuran jerami jagung muda-hijauan gamal terhadap kadar kolesterol, haemoglobin dan trigliserida darah sapi bali jantan penggemukan. Untuk penelitian ini digunakan 4 ekor sapi Bali jantan dengan bobot badan awal yang bervariasi dan umur 1-1,5 tahun. Ternak I: 148 kg, Ternak II: 156,5 kg, Ternak III: 151,5 kg, Ternak IV: 154 kg. The Latin Square Design (RBSL), dengan 4 perlakuan dan 4 periode ulangan, digunakan sebagai metodologi penelitian. Pada percobaan ini terapi yang diberikan adalah P0 : pakan lamtoro.(kontrol), P1: lamtoro 60% + silase 30% + konsentrat 10%, P2: lamtoro 50% + silase 40% + konsentrat 10%, P3: lamtoro 40% + silase 50% + konsentrat 10%. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah Kadar Kolestrol, Haemoglobin dan Trigliserida Darah.Analisis Varians digunakan untuk menganalisis data (ANOVA). Temuan mengungkapkan bahwa rataan kadar kolestrol (mg/dl) P0 (170,34±5,71), P1 (175,40±7,43), P2 (173,16±11,0) P3 (171,01±4,42); Haemoglobin(g/dl) P0 (10,22±0,42), P1 (11,10±0,72), P2 (11,55±0,31), P3 (10,58±1,26); Trigliserida (mg/dl) P0 (66,01±1,77), P1 (66,42±1,35), P2 (65,91±3,21), P3 (65,16±1,56). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dari perlakuan (P>0,05). Kesimpulantemuan penelitian ini bahwa memberi makan komplit berbahan dasar lamtoro dan silase campuran jerami jagung muda–hijauan gamal memberikan pengaruh yang sama baik dengan silase maupun tanpa silase dan menunjukkan bahwa kadar kolesterol, haemoglobin dan trigliserida darah  pada sapi bali jantan penggemukan dalam keadaan normal.

This research tries to ascertain the impact of providing complete feed based on lamtoro and silage with a mixture of young corn straw-gamal forage on cholesterol levels haemoglobin and blood triglycerides of fattening male bali cattle. This study used 4 male bali cattle aged 1–1.5 years, with each initial body weight. Livestock I: 148 kg, Livestock II:156.5 kg, Livestock III: 151,5 kg, Livestock IV: 154 kg. An experimental approach is used as the research methodology. the Latin Square Design with 4 treatments and 4 periods as replicates. The treatment in this study was P0: lamtoro feed (control), P1: lamtoro 60% + silage 30% + concentrate 10%, P2: lamtoro 50% + silage 40% + concentrate 10%, P3: lamtoro 40% + silage 50% + concentrate 10%. The parameters tested in this study were blood cholesterol, hemoglobin and triglyceride levels. Data were analyzed by Analysis OfVariance (ANOVA). The results showed that the average cholesterol level (mg/dl) was P0 (170.34±5.71). P1 (175.40±7.43). P2 (173.16±11.0) P3 (171.01±4.42); hemoglobin (g/dl) P0 (10.22±0.42). P1 (11.10±0.72). P2 (11.55±0.31). P3 (10.58±1.26); Triglycerides (mg/dl) P0 (66.01±1.77). P1 (66.42±1.35). P2 (65.91±3.21). P3 (65.16±156).The outcome of the statistical analysis revealed that there was no significant impact of the treatment (P>0.05).The conclusion of this study was ensure complete nutrition is provided made from lamtoro and silage of a mixture of young corn straw-gamal forage gave the same effect both with silage and without silage and showed that cholesterol, hemoglobin and triglyceride levels in fattening male bali cattle were under normal conditions.

Author Biographies

Alberto Asis Ferreira, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Grace Maranatha, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Yohanis Umbu Laiya Sobang, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Astuti, D., Baba, A., & Wibawan, I. (2011). Rumen fermentation, blood metabolites, and performance of sheep fed tropical browse plants. Media Peternakan, 34(3), 201.

Bakrie, B., Hogan, J., Liang, J., Tareque, A., & Upadhyay, R. (1996). Ruminant Nutrition and Production in the Tropics and Subtropics. ustralian Centre for International Agricultural Research. Canberra.

Citrawidi, T. A., Murningsih, W., & Ismadi, V. D. Y. B. (2012). Pengaruhpemeraman dengan sari daun pepaya terhadap kolesterol darah dan lemak total ayam broiler. Animal Agriculture Journal, 1(1), 529–540.

Dharmawan, N. S., Mahardika, I. G., Andini, N. P. M., & Dewi, A. K. S. (2016). Parameter biokimia dan hematologi sapi bali lepas sapih yang diberi ransum energi protein bertingkat. Jurnal Veteriner, 20(4), 558–565.

Diparayoga, I. M. G., Dwinata, I. M., & Dharmawan, N. S. (2014). Total eritrosit, hemoglobin, Pack cell volume, dan indeks eritrosit sapi bali yang terinfeksi Cysticercus bovis. Indonesia Medicus Veterinus, 3(3), 206–212.

Faza, A. F., Soejono, C. B., Sayuthi, S. M., & Santosa, S. A. B. (2017). Profil lemak darah sapi perah laktasi akibat suplementasi baking soda dalam pakan. Jurnal Sains Peternakan Indonesia, 12(4), 353–359.

Fitriani, R., & Lutfi, U. M. (2018). Pemanfaatan jerami jagung yang di inokulasi fungi trichoderma sp. sebagai pakan kambing kacang dengan tambahan daun gamal. Journal of Livestock and Animal Health, 1(1), 20–24.

Fromm, H., Amin, P., Klein, H., & Kupke, I. (1980). Use of a simple enzymatic assay for cholesterol analysis in human bile. Journal of Lipid Research, 21(2), 259–261.

Hasanudin, S., Yunianto, V., & Tristiarti. (2013). Profil lemak darah pada ayam broiler yang diberi pakan step down protein dengan penambahan air perasan jeruk nipis sebagai acidifier. JITP, 3(1), 11–17.

Herawati, E., & Royani, M. (2017). Pengaruh penambahan molases terhadap nilai ph dan kadar air pada fermentasi daun gamal. Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science, 2(1), 26–33.

Maranatha, G., Fattah, S., Nulik, J., Lole, U. R., Sobang, Y. U. L., & Samba, F. D. (2021). Profil metabolit darah sapi bali jantan yang diberikan pakan hasil integrasi rumput-legum-tanaman pangan di lahan kering pulau timur. Jurnal Ilmu Peternakan Dan Veteriner Tropis, 11(2), 118–124.

Meyer, D., Coles, E., & Rich, L. (1992). Veterinary Laboratory Medicine: interpretation and diagnosis. Philadelphia, PA: Saunders. USA.

Meyer, D. J., & Harvey, J. W. (2004). Veterinary Laboratory Medicine Interpretation and Diagnosis. Philadelphia, Saunders.

Mitruka, B., & Rawnsley, H. (1977). Clinical biochemical and hematological reference values in normal experimental animals. Masson Publishing USA Inc. New York.

Mugiawati, R., & Suwarno, N. (2013). Kadar air dan pH silase rumput gajah pada hari ke-21 dengan penambahan jenis aditif dan bakteri asam laktat. Jurnal Ternak Ilmiah, 1(1), 201–207.

Mushawwir, A., Suwarno, N., & Permana, R. (2020). Profil total lemak dan protein hati puyuh fase grower dan layer. Jurnal Ilmu Dan Industri Peternakan, 6(52), 65–76.

Raguati, & Rahmatang. (2012). Suplementasi urea saka multinutrientblock (USMB) plus terhadap hemogram darah kambing peranakan etawa (PE). Jurnal Peternakan Sriwijaya, 1(1), 55–64.

Roland, L., Drillich, M., & Iwersen, M. (2014). Hematology as a diagnostic tool in bovine medicine. Journal of Veterinary Diagnostic Investigation, 26(5), 592–598.

Rukmana, H. (2001). Silase dan Permen Ternak Ruminansia. Kanisius Yogyakarta.

Sejrsen, K., Hvelplund, T., & Nielsen, M. (2008). Ruminant Physiology: Wageningen Academic Publishers, Netherlands.

Sobang, Y. (2005). Karakteristik sistem penggemukan sapi pola gaduhan menurut zona agroklimat dan dampaknya terhadap pendapatan petani di Kabupaten Kupang NTT. Bulletin Nutrisi, 8(2), 71–76.

Steel, R., Bambang, S., & Torrie, J. (1993). Prinsip dan Prosedur Statistika. Edisi Ke-2. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Tillman, A. D., Hartadi, H., Reksohadiprodjo, S., Prawirokusumo, S., & Lebdosukodjo, S. (2008). Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Turk, R., Juretic, D., Geres, D., Turk, N., Rekic, B., Simeon-Rudolf, V., & Svetina, A. (2004). Serum paraoxonase activity and lipid parameters in the early postpartum period of dairy cows. Research in Veterinary Science, 76(1), 57–61.

Umiyasih, U., & Wina, E. (2008). Pengolahan dan nilai nutrisi limbah tanaman jagung sebagai pakan ternak ruminansia. Wartazoa, 18(3), 127–136.

Wahjuni, R. S., & Bijanti, R. (2006). Uji efek samping formula pakan komplit terhadap fungsi hati dan ginjal pedet sapi Friesian Holstein. Media Kedokteran Hewan, 22(3), 174–178.

Downloads

Published

2022-09-16

Issue

Section

Articles