Pengaruh Imbangan Karbon-Nitrogen dalam Ensilase Mucuna Pruriensis dan Rumput Kume (Sorghum Plumosum var Timorense) Terhadap Kecernaan In Vitro Bahan Kering, Bahan Organik, Protein Kasar

Effect of Carbon-Nitrogen Balance in Mixed Ensilase of Mucuna Pruriensis and Kume Grass (Sorghum Plumosum var Timorense) on In Vitro Digestibility of Dry Matter, Organic Matter, Crude Protein

Authors

  • Dian Trisnawati Salmay Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Emma D. Wie Lawa Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Luh Sri Enawati Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Edwin J.L. Lazarus Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v4i3.1449

Keywords:

imbangan C/N, kecernaan in vitro, lelehanak, rumput kume, silase

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh imbangan Karbon-Nitrogen dalam ensilase campuran lelehanak (Mucuna pruriensis)dan rumput kume (Sorghum Plumosum Var Timorense) terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik dan protein kasar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan.  Perlakuan tersebut yaitu C/N20 = mucuna 4591 gr + rumput kume 387 gr + dedak padi 20 gr, C/N30 = mucuna 2772 gr + rumput kume 2115 gr + dedak padi 111 gr dan C/N40 = mucuna 728 gr + rumput kume 4057 gr + dedak padi 213 gr. Data dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan kecernaan protein kasar.Perlakuan C/N20 nyata lebih tinggi kecernaan in vitro bahan kering dibanding perlakuan lainnya sedangkan perlakuan C/N20 dan CN30 kecernaan bahan organic dan protein kasar tidak berbeda tetapi lebih tinggi dari CN40. Disimpulkan bahwa penggunaan Imbangan C/N 20 dalam ensilase campuran lelehanak (mucuna pruriensis) dan rumput kume (sorghum plumosum var. timorense) lebih baik dalam meningkatkan Kecernaanbahan kering,  bahan organik dan protein kasar secara in vitro.

The aim of this study was to determine the effect of the carbon-nitrogen balance in the ensilage of a mixture of molasses (Mucuna pruriensis) and kume grass (Sorghum Plumosum Var Timorense) on in vitro digestibility of dry matter, organic matter and crude protein.This study used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 4 replications. The treatments were C/N20 = mucuna 4591 gr + kume grass 387 gr + rice bran 20 gr, C/N30 = mucuna 2772 gr + kume grass 2115 gr + rice bran 111 gr and C/N40 = mucuna 728 gr + kume grass 4057 gr + rice bran 213 gr. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and continued with Duncan's multiple range test. The results of statistical analysis showed that the treatment had a very significant effect (p<0.01) on dry matter digestibility, organic matter digestibility and crude protein digestibility. The C/N20 treatment significantly higher in vitro dry matter digestibility than other treatments, while in the C/N20 and CN30 treatments, the digestibility of organic matter and crude protein was not different but higher than CN40. It was concluded that the use of the C/N 20 balance in the ensilage of a mixture of lelehanak (Mucuna pruriensis) and kume grass (Sorghum plumosum var. timorense) was better in increasing the digestibility of dry matter, organic matter and crude protein in vitro.

Keyword: C/N balance, in vitro digestibility, Mucuna pruriensis, kume grass, silage

Author Biographies

Dian Trisnawati Salmay, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Emma D. Wie Lawa, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Luh Sri Enawati, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Edwin J.L. Lazarus, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Bailey, E.A., E.C. Titgemayer., K.C. Olson., D.W. Brake., D.E. Anderson. 2010. Effect of Supplemental Energy and Protein of Forage Digestion and Urea Kinetics in Beef Cattle. Kansas Agricultural Experiment Station Research Reports.Pages 84-86.

Bayuseno and P. Athanasius. 2009. Application and Testing of Anaerobic Digester Technology Model For Waste Processing of Fruits From Traditional Markets. Rotation 11.

Gomez, K.A dan A.A. Gomez. 1995. Prosedur Statistik Untuk Penelitian Pertanian. Edisi Kedua. Penerbit Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Hida, M.H.A., A. Muktiani, dan E. Pangestu. 2015. Kecernaan nutrient pakan konvensional yang disubtitusi dengan berbagai level silase pakan komplit berbahan eceng gondok secara In Vitro. Fakultas Peternakan dan Pertanian,Universitas Diponegoro. Halaman 64-72.

Jimenez, E.L., and C.V.Garcia. 1997. Relationship between organic carbon and total organic matter in municipal solid waste and refuse composts. Bioresource Technology, 41:25-272.

Jin B.,P.Yin., Y. Ma andL. Zhao. 2005. Production of lactic acid and fungal biomasaa by rhizopus fungi form foodp processing waste stereams. Journal of Industrial Microbiology & Biotechnology,32:678-686.

Laksono, P.B., A. Wachjar, Supijatno.2016. Pertumbuhan Mucunabracteata DC pada berbagai waktu inokulasi dan dosis inokulan. Jurnal AgronomiIndonesia. 44 (1) : 104-110.

Libra, B., T.H. Okta., Wahyuni dan E. Mirwandhono. 2014. Uji kecernaan bahan kering dan bahan organic pakan komplit hasil simpangan ubikayu klon pada domba jantan lokal lepas sapih. Jurnal Peternakan Integratif vol 3(1) : 11-21.

Mullik, M.L., P.C. Eyanoer., D.P. Doppi, and S.P. Mclennon. 2011. Energy and protein supplementation can improve liweight gain of steersgrazing quality tropical improve pasture in the wet season. Jurnal of Agricurtural and Technology. A(1) : 1004-1012.

Mullik, M.L., G. Oematan.,. T.O. Dami Dato., Y.M. Mullik. 2019. Rasio karbon:nitrogendalam pengawetan hijauan sumber protein mempengaruhi kualitas nutrisi produk biofermentasi. Jurnal pastura vol. 9(1): 11-14.

Noviadi, R., Zairiful and A.A. Candra. 2017. Improvement of carbon and nitrogen (C/N) ratio by making cassava leaf silage and its implication in digestibility in goat. Bangl. J. vet. Mad. (2017). 15(2) : 127-132.

Nurhaeda, 2019. Silase, http://cybex.pertanian.go.id. Kementrian pertanian . Diakses pada 22 mei 2022.

Oematan G. 2020. Optimalisasi Biofermentasi Dalam Rumen dan Pertumbuhan Sapi Bali Menggunakan Silase Semak Bunga Putih (Chromolaena Odorata) Disuplementasi Analog Hidroksi Metionin dan Asam Lemak Tidak Jenuh. Resume Disertasi. Program Studi Ilmu Peternakan, Program Pascasarjana, Universitas Nusa Cendana. Kupang.

Setiawan, B. 2017. Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Dedak Padi Yang Difermentasi Dengan Mikroorganisme Lokal. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar, halaman 19-22.

Sirait J., K, Simanihuruk dan Junjungan. 2009. Pemanfaatan Mucuna Bracteata Untuk Pakan Kambing: Produksi, Nilai Nutrisi, Palatabilitas dan Kecernaan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan Dan Veteriner 2009.

Supriyanto, A. 2006. Wastewater Sludge Application. PT Novartis Biochemie.

Tillman, A.D., H. Hartadi., S. Reksohadiprojo., S. Prawirokusuma dan S. Lebdosikojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan ke 4. Gadjah Mada University Press, Yokyakrta.

Wahyono, T., Kusumaningrum., Widiawati dan Suharsono. 2013. Penampilan Produksi Kambing Kacang Jantan yang Diberi Pakan Siap Saji (PSS) Berbasis Silase Tanaman Jagung. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Hal. 363-367.

Wahyuni, M., R. Maharany, dan A.C. Hasyana. 2020. Pengaruh aplikasi kompos hijauanMucuna Bracteata dan mikoriza terhadap kadar hara P dan pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq). Jurnal Agrium. vol, 17(2) :75-79.

Downloads

Published

2022-09-16

Issue

Section

Articles