Pengaruh Substitusi Tepung (Ipomoea Aquatica) Afkir Terfermentasi Terhadap Kualitas Fisik Daging Ayam Kampung Jantan Super
The Effect of Ipomoea aquatica Flour Substitution After Fermentation on the Physical Quality of Super Rooster Chicken
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v5i1.1512Keywords:
Super rooster, physical quality of meat, water spinach, fermentedAbstract
This study aims to determine the effect of substitution of fermented water spinach flour in commercial feed on the physical quality of super rooster meat. There are 80 super roosters used. The design used was a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments, where each treatment consisted of 5 replications and each replication consisted of 4 chickens. The treatments included: R0 = 100% basal ration (control), R1 = 10% fermented water spinach flour + 90% basal ration, R2 = 20% fermented water spinach flour + 80% basal ration and R3 = 30% kale flour fermented water + 70% basal ration. The variables observed in the study were meat pH, water holding capacity, cooking loss and tenderness. The results of analysis of variance showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on pH, water holding capacity and cooking loss, while for meat tenderness tested using Kruskal-Wallis analysis showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) follow-up test used Man Whitney analysis stated that the treatments R0-R2, R1-R2 were significantly different. It was concluded that the substitution of fermented water spinach flour in commercial feed up to a level of 30% had a positive effect on pH, water holding capacity and cooking loss as well as increasing the level of tenderness.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kangkung air afkir terfermentasi dalam pakan komersial terhadap kualitas fisik daging ayam kampung jantan super. Materi yang digunakan sebanyak 80 ekor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, dimana tiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Perlakuan yang dimaksud antara lain: R0 = 100% ransum basal (kontrol), R1= 10% tepung kangkung air terfermentasi + 90% ransum basal, R2 = 20% tepung kangkung air terfermentasi + 80% ransum basal dan R3 = 30% tepung kangkung air terfermentasi + 70% ransum basal. Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu pH daging, daya ikat air, susut masak dan keempukan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada pH, daya ikat air dan susut masak, sedangkan untuk keempukan daging diuji menggunakan Analisis Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) untuk uji lanjut Man Whitney menyatakan bahwa perlakuan R0-R2, R1-R2 berbeda nyata. Disimpulkan bahwa substitusi tepung kangkung air terfermentasi dalam pakan komersial sampai dengan level 30% memberikan pengaruh positif terhadap pH, daya ikat air dan susut masak serta meningkatkan level keempukan.
References
Agustono, A. S. (2010). Widodo dan Paramita, W., 2010. Kandungan protein kasar dan serat kasar pada daun kangkung air (ipomoea aquatica) yang difermentasi. Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 2(1), 37–43.
Bouton, P. E., HARRIS, P. V. t, & Shorthose, W. R. (1971). Effect of ultimate pH upon the waterâ€holding capacity and tenderness of mutton. Journal of Food Science, 36(3), 435–439.
Bouton, P. E., Harris, P. V, & Shorthose, W. R. (1975). Changes in shear parameters of meat associated with structural changes produced by aging, cooking and myofibrillar contraction.
Daud, M., & Yaman, M. A. (2015). Penggunaan Hijauan Kangkung (Ipomoea aquatica) Fermentasi Probiotik dalam Ransum terhadap Performans Itik Peking. Prosiding Seminar Nasional …, 479–486. http://medpub.litbang.pertanian.go.id/index.php/semnas-tpv/article/view/2381
Hamm, R. (1981). Post-mortem changes in muscle affecting the quality of comminuted meat products. Developments in Meat Science.
Hartono, E., Iriyanti, N., & Santosa, R. S. S. (2013). Penggunaan pakan fungsional terhadap daya ikat air, susut masak, dan keempukan daging ayam broiler. Jurnal Ilmiah Peternakan, 1(1), 10–19.
Iskandar, S., Zainuddin, D., Sastrodihardjo, S., Sartika, T., Setiadi, P., & Susanti, T. (1998). Respon pertumbuhan ayam kampung dan ayam silangan pelung terhadap ransum berbeda kandungan protein. JITV, 3(1), 8–14.
Kosim, A., Suryati, T., & Gunawan, A. (2015). Sifat fisik dan aktivitas antioksidan dendeng daging sapi dengan penambahan stroberi (Fragaria ananassa) sebagai bahan curing. Jurnal Ilmu Produksi Dan Teknologi Hasil Peternakan, 3(3), 189–196.
Lapase, O. A. (2016). Kualitas fisik (daya ikat air, susut masak, dan keempukan) daging paha ayam sentul akibat lama perebusan. Students E-Journal, 5(4).
Legras, P., & Schmitt, O. (1973). La viande bovine.
Lodo, A. D. K., Pangestuti, H. T., & Suryatni, N. P. F. (2022). Substitusi Kangkung Air Afkir (Ipomoea aqutica) Terfermentasi dalam Pakan komersil terhadap Bobot Akhir, Persentase Non Karkas, Lemak Abdomen dan Bobot Giblet Ayam Kampung Super Jantan: Fermented Reject Water Kale (Ipomoea Aqutica) Substitution in Commercial Feed towards Final Body Weight, Percentage of Non Carcass, Abdominal Fat and Giblet Weight of Super Male Kampung Chicken. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 4(1), 1927–1931.
Lonergan, E. H., Zhang, W., & Lonergan, S. M. (2010). Biochemistry of postmortem muscle—Lessons on mechanisms of meat tenderization. Meat Science, 86(1), 184–195.
Lukman, D. W. (2010). Nilai pH daging. Bagian Kesehatan Masyarakat Veteriner. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.
Ma’rifah, B., Atmomarsono, U., & Suthama, N. (2013). Nitrogen retention and productive performance of crossbred native chicken due to feeding effect of kayambang (Salvinia molesta). International Journal of Science and Engineering, 5(1), 19–24.
Meko, M. R., Kale, P. R., & Riwu, A. R. (2021). Karakteristik Kimia Dan Organoleptik Sosis Sapi Dengan Substitusi Tepung Bengkuang (Pachyrhizus Erosus): Chemical And Organoleptical Characteristics of Beef Sausage With Yam Bean Substitution (Pachyrizus erosus). Jurnal Peternakan Lahan Kering, 3(4), 1808–1818.
Munira, M., & Tasse, A. M. (2016). Performans ayam kampung super pada pakan yang disubttusi dedak padi fermentasi dengan fermentor berbeda. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Tropis, 3(2), 21–29.
Prasad, K. N., Shivamurthy, G. R., & Aradhya, S. M. (2008). Ipomoea aquatica, an underutilized green leafy vegetable: a review. International Journal of Botany.
Soeparno, E. (2005). Ilmu dan Teknologi Daging Cetakan keempat. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Soeparno, I., & Daging, T. (1994). Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
Spurrier, J. D., & Hewett, J. E. (1976). Two-stage Wilcoxon tests of hypotheses. Journal of the American Statistical Association, 71(356), 982–987.
Statistik, B. P. (2021). Statistik Produksi Tanaman Sayuran dan Buah-buahan. BPS, Jakarta.
Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. (1993). Prinsip dan prosedur statistika.
Sudarman, A., Wiryawan, K. G., & Markhamah, H. (2008). Penambahan sabun-kalsium dari minyak ikan lemuru dalam ransum: 1. Pengaruhnya terhadap tampilan produksi domba. Media Peternakan, 31(3).
Sutardi, T. (1997). Peluang dan tantangan pengembangan ilmu-ilmu nutrisi ternak. Makalah Orasi Ilmiah Sebagai Guru Besar Tetap Ilmu Nutrisi Ternak Pada Fakultas Peternakan. IPB.
Sutrisno, E. P. C. I., Budhi, E. B. S. P. S., & Lestariana, W. (2006). Karakteristik fisik otot Longissimus dorsi dan Biceps femoris domba lokal jantan yang dipelihara di pedesaan pada bobot potong yang berbeda. Jurnal Protein, 13(2).
Wanniatie, V., Septinova, D., Kurtini, T., & Purwaningsih, N. (2014). Pengaruh pemberian tepung temulawak dan kunyit terhadap cooking loss, drip loss dan uji kebusukan daging puyuh jantan. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 2(3).
Yanti, H., Hidayati, H., & Elfawati, E. (2008). Kualitas daging sapi dengan kemasan plastik PE (polyethylen) dan plastik PP (polypropylen) Di pasar arengka kota pekanbaru. Jurnal Peternakan, 5(1).










