Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong di Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur
Strategi for Development of Beef Cattle Business in Wulanggitang District East Flores Regency
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1637Abstract
Telah dilakukan suatu pengkajian tentang Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong di Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui posisi usaha pada saat ini serta strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha ternak sapi potong. Metode pengkajian menggunakan metode survey. Hasil pengkajian dianalisis menggunakan metode analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ini berada pada posisi kuadran satu dan strategi yang direkomendasikan berdasarkan analisis matriks QSPM adalah 1) mengoptimalkan penggunaan teknologi dan sumber daya peternakan untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi, 2) Membangun kemitraan dengan lembaga pemerintah dalam memperluas jaringan pasar, 3) membentuk sebuah koperasi ternak sebagai penyedia pinjaman modal dan jasa penjualan ternak sapi, 4) memanfaatkan sumber daya alam dan tenaga kerja secara maksimal untuk usaha ternak sapi, 5) memberikan penyuluhan tentang pemanfaatan teknologi pengolahan pakan, 6) bekerjasama dengan pemerintah untuk memanfaatkan bantuan secara maksimal dan merata.
A research has been conducted on the Beef Cattle Business Development Strategy In Wulanggitang District Flores Timur Regency. This study aims to determine the current position of the beef cattle business in Wulanggitang District, East Flores Regency, and find out the strategy of developing beef cattle in the future. The research method used is survey method. The analytical method used is the SWOT analysis. The results occured show that business is in quadrant one position and the recommended strategy based on QSPM analysis are 1) optimizing the use of livestock technology and resources to increase cattle productivity, 2) building partnerships with government agencies to expanding market, 3) forming a livestock cooperative as a provider of capital loans and cattle sales services, 4) utilizing natural resources and maximum manpower for the cattle business, 5) providing counseling on the use of feed processing technology, 6) cooperating with the government to make maximum and equitable use of assistance.
References
Darmawi, D. (2011). Pendapatan Usaha Pemeliharaan Sapi Bali di Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, XIV(1).
David, & Rangkuti, F. (2009). Manajemen Strategis (edisi ke 1). PT. Salemba Empat.
Ervina, D., Setiadi, A., & Ekowati, T. (2019). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Uasaha Ternak Sapi Perah Kelompok Tani Rejeki Lumintu di Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunungpati Semarang. Jurnal Sosial-Ekonomi Pertanian (SOCA), 13(2).
Gatiningsih, & Sutrisno, E. (2017). Buku GATI dan EKO Kependudukan LENGKAP. Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN.
Hastang, & Asnawi, A. (2014). Analisis Keuntungan Peternak Sapi Potong Berbasis Peternakan Rakyat di Kabupaten Bone. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 1, 240–252.
Hidayat, A. N., Saleh, K., & Saragih, F. H. (2019). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Minat Dalam Mengembangkan Ternak Sapi Potong. Jurnal Agribisnis Sumatera Utara, 12(1). https://doi.org/10.31289/agrica.v12i1.2220.g1901
Kleden, M. M., Ratu, M. R. D., & Randu, M. D. S. (2015). Kapasitas Tampung Hijauan Pakan Dalam Areal Perkebunan di Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur. Jurnal Zootek, 35(2), 340–350.
Pelafu, F., Najoan, M., Elly, F. H., Pascasarjana, P., Sam, U., Manado, R., Peternakan, F., Sam, U., & Manado, R. (2018). Potensi Pengembangan Peternakan Ayam Ras Petelur Di Kabupaten Halmahera Barat. Jurnal Zootek, 38(1), 209–219.
Prawirakusumah, S., & Soedirman. (2014). Kesehatan Kerja dalam Perspektif
Hiperkes & Keselamatan Kerja (Edisi keti). Erlangga.
Sol’uf, M. M., Krova, M., & Nalle, A. A. (2021). Pemahaman Manajemen Peternak dalam Meningkatkan Produktivitas Usaha Ternak Sapi Potong di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Sains Peternakan Indonesia, 16(2), 156–163.










