Kandungan Serat Kasar dan Nilai Cerna Bahan Kering Bahan Organik In vitro Silase Campuran Sorgum dan Kelor yang Ditanam dengan Jarak Tanam yang Berbeda

Crude Fiber Content And In vitro Dry and Organic Matter digestibility of Mixed Silage Mixed of Sorgum and Moringa Palnted at Different distances

Authors

  • Rivan Penuam Rivan Peternakan
  • Erna Hartati Universitas Nusa Cendana
  • Markus Miten Kleden Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1673

Keywords:

distance planted, in vitro digestibility, mornga, sorgum, crude fiber

Abstract

One research with aimed to evaluate fiber contant and in vitro digestibility value of dry and organic matter mixed silage of sorghum and moringa palnted at different distance was conducted at field laboratory of animal science department the University of  Nusa Cendana Methode used was experiment methode with completely randomised design as research design consist of four treatment and four replication. The treatments were K0: silage of sorghum without moringa; K40: silage of sorghum-moringa planted distance of moringa 40x40 cm;  K60: silage of sorghum-moringa planted distance of moringa 60x60 cm; and K80: silage of sorghum-moringa planted distance of moringa 80x80 cm. The parameter measured was fiber content, digestibility value  of dry and organic matter. Data collected the analysed by analysis of variance and followed by least significant different test. Statistical analysis showed that mixed silage of sorghum and moringa with different planted distance of moringa had no significant effect on fiber content and digestibily value of dry and organic matter.  It can be concluded that mixed silage from different distance planted of moringa had the same result on fiber content and digestibility of dry and organic matter.

Tujuan penilitian ini adalah untuk mengefaluasi kandungan serat kasar dan nilai kecernaan bahan kering, bahan organik in vitro silase campuran sorgum dan kelor yang ditanam dengan jarak tanam yang berbeda. Metode yang dilakukan dalam penilitian ini adalah metode eksprimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang meliputi 4 perlakuan dan 4 ulangan. Desain perlakuan yang digunakan yaitu sebagai berikut: K0= silase sorgum tanpa kelor, K40 = K0+kelor dengan jarak tanam kelor 40 x 40 cm, K60 = K0+kelor dengan jarak tanam kelor 60 x 60 cm, K80= K0+kelor dengan jarak tanam kelor 80 x 80 cm. Parameter yang di amati adalah kandungan SK, dan KcBK, KcBO in vitro. Data yang dikumpulkan ditabulasi dan dianalisis sesuai dengan prosedur sidik ragam Analysis of Variance (ANOVA). Hasil analisis statistik menunjukan bahwa silase campuran sorgum dan kelor yang ditanam dengan berbagai jarak tanam tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap kandungan SK dan KcBK, KcBO in vitro. Disimpulkan bahwa silase campuran sorgum dan kelor yang ditanam dengan jarak tanam kelor yang berbeda menghasilkan kandungan serat kasar dan nilai cerna bahan kering, bahan organik in vitro yang rilatif sama.

Author Biographies

Erna Hartati, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan

Markus Miten Kleden, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan

References

Abdul Holik, Yayang Lilik, Luki Abdullah, and Panca Karti. 2019. “Evaluasi Nutrisi Silase Kultivar Baru Tanaman Sorgum (Sorghum Bicolor) Dengan Penambahan Legum Indigofera Sp. Pada Taraf Berbeda.†Jurnal Ilmu Nutrisi Dan Teknologi Pakan 17 (2): 38–46. https://doi.org/10.29244/jintp.17.2.38-46.

Anggorodi, R. 1994. “Ilmu Makanan Ternak.†Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

AOAC. 1980. “Official Methods of Analysis Of.†Analytical Chemistry 52 (2): 148A-148A. https://doi.org/10.1021/ac50052a726.

Arora, S P. 1989. “Pencernaan Mikroba Pada Ruminansia. Diterjemahkan Oleh: Retno Murwani.†Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Bolsen, Keith K, Gilad Ashbell, and J M Wilkinson. 1995. “Silage Additives.†Biotechnology in Animal Feeds and Animal Feeding., 33–54.

Fathul, Farida, and Sitti Wajizah. 2010. “Penambahan Mikromineral Mn Dan Cu Dalam Ransum Terhadap Aktivitas Biofermentasi Rumen Domba; Secara In Vitro.†Jurnal Ilmu Ternak Dan Veteriner 15 (1): 9–15.

Hermayanti, Yeni, and Eli Gusti. 2006. “Modul Analisa Proksimat.†Padang: SMAK 3.

Jelantik, I Gusti N, Tara Tiba Nikolaus, and Cardial Leo Penu. 2019. Memanfaatkan Padang Penggembalaan Alam Untuk Meningkatkan Populasi Dan Produktivitas Ternak Sapi Di Daerah Lahan Kering. Myria Publisher.

Jhena, K, M M Kleden, and I Benu. 2020. “Kecernaan Nutrien Dan Parameter Rumen Pakan Konsentrat Yang Mengandung Tepung Daun Kersen Sebagai Pengganti Jagung ….â€JurnalNukleus…7(2):118–29. http://ejurnal.undana.ac.id/nukleus/article/view/3018.

Kleden, Markus Miten, and Hendrawan Soetanto. 2017. “Concentration of Progesterone and Prolactin Hormones and Milk Production of New Zealand White Rabbits Doe Fed Moringa Leaves Meal.†Mediterranean Journal of Social Sciences 8 (3): 79–85. https://doi.org/10.5901/mjss.2017.v8n3p79.

McDonald, P, R A Edwards, J F D Greenhalgh, and C A Morgan. 1992. “Animal Nutrition. John Willey and Sons.†Inc. New York.

Moyo, Busani, Patrick J. Masika, Arnold Hugo, and Voster Muchenje. 2011. “Nutritional Characterization of Moringa (Moringa Oleifera Lam.) Leaves.†African Journal of Biotechnology 10 (60): 12925–33. https://doi.org/10.5897/ajb10.1599.

Ndun, N. Alberth., M.A. Hilakore., L.S. Enawati. 2015. “Kualitas Silase Campuran Rumput Kume (Sorghum Plumosum Var. Timorense) Dan Daun Gamal (Gliricidiasepium) Dengan Rasio Berbeda.†Jurnal Nukleus Peternakan 2 (1): 83–87.

Ora, Umbu Nuku Hamba, and I Gusti Ngurah Jelantik. 2016. “KUALITAS SILASE HIJAUAN Clitoria Ternatea YANG DITANAM MONOKULTUR DAN TERINTEGRASI DENGAN JAGUNG.†Jurnal Nukleus Peternakan 3 (1): 24–33.

Purnomohadi, Mustikoweni. 2006. “POTENSI PENGGUNAAN BEBERAPA VARIETAS SORGUM MANIS (Sorghum Bicolor (L.) Moench) SEBAGAI TANAMAN PAKAN.†Berkala Penelitian Hayati 12 (1): 41–44. https://doi.org/10.23869/bphjbr.12.1.20067.

Rani, Nasrez Akhir, and I Suliansyah. 2010. “Pengaruh Jarak Tanam Dan Dosis Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sorgum Manis (Sorghum Bicolor, L. Moench).†Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas Jerami 3 (2): 107–19.

Rifai, Zulyadnan. 2009. “Kecernaan Ransum Berbasis Jerami Padi Yang Diberi Tepung Daun Murbei Sebagai Substitusi Konsentrat Pada Sapi Peranakan Ongole.â€

Santi, R. K, D Fatmasari, S. D Widyawati, and W. P. S Suprayogi. 2012. “Kualitas Dan Nilai Kecernaan in Vitro Silase Batang Pisang (Musa Paradisiaca) Dengan Penambahan Beberapa Akselerator.†Jtah 1 (1): 15–23.

Simbolan, J M, M Simbolan, and Nelly Katharina. 2007. “Cegah Malnutrisi Dengan Kelor.†Yogyakarta: Kanisius.

Soest, P J Van. 1982. “Nutritional Ecology of the Ruminant. Cornell University. O and B Books.†Inc. USA.

———. 2006. “Rice Straw, the Role of Silica and Treatments to Improve Quality.†Animal Feed Science and Technology 130 (3–4): 137–71.

Steel, Robert G D, and James H Torrie. 1993. “Prinsip Dan Prosedur Statistika.â€

Sumarno, B. 1998. “Penuntun Hijauan Makanan Ternak.†Inspektorat Dinas Peternakan Jawa Tengah. Jawa Tengah.

Tillman, Allen D, Hari Hartadi, Soedomo Reksohadiprodjo, Soeharto Prawirokusumo, and Soekanto Lebdosoekojo. 1998. “Ilmu Makanan Ternak Dasar.†Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Downloads

Published

2023-06-20

How to Cite

Rivan, R. P., Hartati, E., & Kleden, M. M. (2023). Kandungan Serat Kasar dan Nilai Cerna Bahan Kering Bahan Organik In vitro Silase Campuran Sorgum dan Kelor yang Ditanam dengan Jarak Tanam yang Berbeda: Crude Fiber Content And In vitro Dry and Organic Matter digestibility of Mixed Silage Mixed of Sorgum and Moringa Palnted at Different distances. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 5(2), 166–171. https://doi.org/10.57089/jplk.v5i2.1673

Issue

Section

Articles