Pengaruh Pemberian Pakan Konsentrat yang Mengandung Tepung daaun Kelor Terhadap Konsumsi BK, BO, PK dan Energi Sapi Bali pada Pola Peternak
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v1i3.214Keywords:
feed, pattern, moringa, intake, calf, Bali cattleAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan konsentrat yang mengandung tepung daun kelor terhadap konsumsi bahan kering, bahan organik, protein kasar, dan energi sapi Bali sapihan pada pola peternak. Dalam penelitian ini digunakan ternak sebanyak 4 ekor sapi Bali sapihan dengan umur ternak 6 bulan – 1 tahun dengan kisaran berat badan 60,5 – 110 kg. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P0: pakan pola peternak + konsentrat tanpa tepung daun kelor, P1: pakan pola peternak + konsentrat yang mengandung tepung daun kelor 5 %, P2: pakan pola peternak +konsentrat yang mengandung tepung daun kelor 10%, P3: pakan pola peternak + konsentrat yang mengandung tepung daun kelor 15%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Of Variance (ANOVA. Hasil analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, bahan organik, protein kasar dan energi. Berdasarkan hasil diatas maka disimpulkan pemberian pakan konsentrat yang mengandung tepung daun kelor sampai pada level 15% memberikan pengaruh yang relatif sama terhadap konsumsi bahan BK, BO, PK, dan energi.
Kata kunci: Pakan, pola, peternak, kelor, konsumsi, sapi
ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the effect of feeding concentrate containing moringaleaves meal on dry matter, organic matter, protein, and energy intake of Bali calf cattle at the farmers pattern. In this study used 4 Bali calf with 60.5-110 kg live weight. The method used in this study is the experimental method using the latin square design with 4 treatments and 4 replicates. The treatments offered were: P0: feeds of farmer pattern + concentrate without flour moringa leaves meal; P1: feeds of farmer pattern + concentrate containing moringa leaves meal 5 %; P2: feeds of farmer pattern + concentrate containing 10% corn meal; P3: feeds of farmer pattern + concentrate containing 15% corn meal. Statistical analysis shows that the effect of treatment is not significant (P>0.05) on either dry matter, organic matter, crude protein or energy intake. The conclusion is that feeding concentrate containing moringa leaves meal up to 15% performs the similar effect intake the dry matter, organic matter, crude protein and energy intake of the calf.
Keyword: feed, pattern, moringa, intake, calf, Bali cattle
References
Agus, W. 2008. Pengaruh Imbangan Hijauan dengan Konsentrat Berbahan Baku Limbah Pengolahan Hasil Pertanian dalam Ransum Terhadap Penampilan Sapi PFH Jantan. Sains Peternakan Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan.Fakultas Pertanian. 9 : 48-54
Aswandi, CI. Sutrisno, Arifin, M. dan Joelal, A. 2012. Effect Complete Feed Containing Starch Tubers of Different Varieties of Banana Plants on Ph, NH3 and VFA of Kacang Goat. JITP 2(2):34-36
Astuti A, Ali Agus, and Subur PSB. 2009. The Effect of High Quality Feed Supplement Addition on the Nutrient Consumtion and Digestibility of Erly Lactating Dairy Cow, Buleting Peternakan 33(2): 81-87
Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT. Gedia. Jakarta
Arora, SP. 1995. Pencernaan mikroba pada ruminansia. Gajah Mada University Press, Yogyakarta
Bestari J, Thalib A, Hamid H.2008. kecernaan invitro ransum silase jerami padi dengan penambahan mikroba rumen kerbau pada sapi peranakan. Jurnal ilmu ternak dan veteriner. 4(2): 1-6
Hofman M. 2010. Ruminal fermentation kinetics of moringa and peltiphylum supplements during early incubation period in the in vitro. Reading pressure technique. J. Indonesian Trop. 35(3): 167-171
Jelantik, IGN. 2006. Suplementasi Protein sebagai Alternatif Peningkatan Produktivitas sapi Bali di NTT. Seminar nasional pasca Indonesia-Australia Eastern Universitas Project.
Kodang, MYA. 2008. Pengaruh tingkat pemberian konsentrat terhadap daya cerna bahan kering dan protein kasar ransum sapi bali jantan yang mendapatkan rumput raja (pennisetum purpurephoides) adlibitum. Jurnal agroland. 15(4) 347-352
Lazarus, EJL. 1998. Pengaruh Penggunaan Tepung Ikan Terhadap Konsumsi, Kecernaan Bahan Kering dan Protein Kasar serta Keseimbangan Nitrogen Ransum Ternak. Bulleting Nutrisi. 1(2): 67-71
Mutiara, Titi. 2011. Uji efek pelancar ASI tepung daun kelor (moringa oleifera lamk) pada tikus putih galir Wistar. Laporan hasil penelitian disertasi Doktor tahun Anggaran 2011 Universitas Brawijaya.
Maramis dan Rossi., 1999. Penggunaan sumber protein dengan kandungan protein by-pas yang berbeda dalam ransum ternak domba. Jurnal peternakan dan lingkungan, 5(2) : 40-46.
Maker, HPS and Beker, K. 2001. National Value and Antnutritional Components of Whole and Ethanol Extracted Moringa Oleifera Leaves. Anim. Feed sci. and Tech. 63(2): 211-228.
Nisa J. 2015. Degradabilitas bahan organic dan produksi total volatile fatty acids (VFA) daun kelor (moringa oleifera) dalam rumen secara invitro. Jurnal. Ilmu-ilmu peternakan 27(1): 12-17
Nulik J. 2009. Kacang Kupu Leguminosa Herba Alternatif Untuk Sistem Usaha Tani Integrasi Sapid dan Jagung di Pulau Timor. Wartazoa. 19 (1): 43-51
NRC (National Research Council). 2007. Effect Of Environment On Nutrient Requirements Of Domestic Animals. National Academy Press, Washington.
Partama, IBG.2012. pengaruh kualitas pakan penggemukan terhadap konsumsi bahan kering dan kecernaan nutrient pada sapi Bali. Jurnal penelitian Universitas Bengkulu, Vol.9, Maret. 2012. Bengkulu
Paramita W. L., W. E. Susanto, dan A.B Yulianto. 2008. Konsumsi dan Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Dalam Pakan Lengkap Ternak Sapi Bali. Media Kedokteran Hewan Vol 24(1): 59-62
Sobang, YUL. 2005. Karakteristik Sistem Penggemukan Sapi Pola Gaduhan Menurut Zona Agroklimat dan Dampaknya Terhadap Pendapatan Petani di Kabupaten Kupang NTT. Bulleting Nutrisi Fapet Undana. ISBN: 1410-1691. Edisi Maret Vol.8 Vol 2.
Sogen, JG., Nalle, AA., Benu, FL. 2010. The Economic Benefits of Inforved Calf Survival and Growth Through Supplementing Bali Cattle Calves (Bos Sondaicus) In West Timor Villages, Indonesia. Animal Production In Australia. Vol. 28:13
Susetyo, 2001. Hijauan Pakan Ternak. Direktorat Peternakan Rakyat, Direktorat Jenderal Peternakan Depertemen Pertanian. Jakarta. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. Vol VIII (4): 291-301
Walker, K. M., A. MacBride, and M. L. S, Vachon 1979 "Social Support Networks and the Crisis of Be-Reavement." SOCIAL Sciences and Medecine Vol. 11 : 35-41.










