Pengaruh Penggunaan Cairan Rumen Kambing Sebagai Starter Mikroba Terhadap Perubahan Komponen Serat Klobot Jagung Muda Effect of using goat rumen fluid as microbial starter on fiber components changes of fermented skin corn

Authors

  • Lidya Rosa Foni Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Emma D. Wie Lawa Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Maritje A. Hilakore Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v1i3.464

Keywords:

skin corn, fermentation, microorganism starter, fiber contents

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan komponen serat akibat fermentasi klobot jagung muda menggunakan cairan rumenkambing sebagai starter mikroba dengan level yang berbeda dilihat dari kandungan serat kasar, NDF, ADF, selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah R0 : klobot jagung muda + 1 gr urea tanpa strater mikroba (kontrol), R1 : klobot jagung muda + starter mikroba 20 ml + 1 gr urea, R2 : klobot jagung muda + starter mikroba 40 ml + 1 gr urea, R3 : klobot jagung muda + starter mikroba 60 ml + 1 gr urea, R4 : klobot jagung muda + starter mikroba 80 ml + 1 gr urea. Variabel yang diukur adalah kandungan serat kasar, NDF, ADF, selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Hasil analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan serat kasar, NDF, ADF, lignin, dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan selulosa, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan hemiselulosa. Kesimpulannya adalah penambahan starter mikroba pada level 80 ml memberikan hasil terbaik dalam menurunkan kandungan serat kasar, NDF, ADF, selulosa, dan lignin klobot jagung muda.

Kata kunci: klobot, fermentasi, starter mikroba, komponen serat

The purpose of this research is to know the usage of goat rumen fluid as microbial starter with different concentration on skin corn to changes the content of crude fiber, NDF, ADF, cellulose, hemicellulose, and lignin. The method used in this research is the experimental method using complete randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications. The treatment in this research is R0 : skin corn + 1 gr urea without microorganism starter (control), R1 : skin corn + 20 ml microorganism starter + 1 gr urea, ), R2 : skin corn + 40 ml microorganism starter + 1 gr urea, R3 : skin corn + 60 ml microorganism starter + 1 gr urea, ), R4 : skin corn + 80 ml microorganism starter + 1 gr urea. The variables measured consisted of crude fiber, NDF, ADF, cellulose, hemicellulose, and lignin. The result of statistical analysis showed that the treatment had a significant effect (P<0,05) on changes of crude fiber, NDF content, ADF content, lignin, and very significant effect to cellulose, but not significant effect to hemicellulose. The conclusion drawn is that including 80 ml microorganism starter performed the best result to descrease crude fiber, NDF content, ADF content, celluloce, and lignin of skin corn.

Key words: skin corn, fermentation,microorganism starter, fiber contents

References

Anam, N.K., R.I Pujaningsih., Prasetiyono B.W.H.E. 2012. Kadar Neutral Detergent Fiber dan Acid Detergent Fiber pada Jerami Padi dan Jerami Jagung Yang Difermentasi Isi Rumen Kerbau. Jurnal Animal Agriculture 1 (2): 352-361.

Anggraeny, Y.N., Umiyasih, U., dan Pamungkas, D. 2005. Pengaruh Suplementasi Multinutrien terhadap Performans Sapi Potong yang Memperoleh Pakan Basal Jerami Jagung. Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 12 – 13 September 2005. Puslitbang Peternakan, Bogor.

Anggraeny, Y.N., Umiyasih, U., dan N.H, Krishna. 2006. Potensi limbah jagung siap rilis sebagai sumber hijauan sapi potong. Pros. Lokakarya Nasional Jejaring Pengembangan Sistem Integrasi Jagung – Sapi. Pontianak, 9 – 10 Agustus 2006. Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 149 – 153.

Badan Pusat Statistik. 2018. Statistik Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur 2017. Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, NTT

Furqaanida, N. 2004. Pemanfaatan Klobot Jagung sebagai Substitusi Sumber Serat ditinjau dari Kualitas Fisik dan Palatabilitas Wafer Ransum Komplit untuk Domba. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Komar, A. 1984. Teknologi Pengolahan Jerami sebagai Makanan Ternak.Yayasan Dian Grahita Indonesia, Jakarta.

Mc. Donald, Edwards, P. R. A., and Green Kalgh, J.F.D.. 1986. Animal Nutrition. Third Edition. London.

Murni, R., Suparjo, Akmal and B. L. Gint-ing. 2008. Teknologi Pemanfaatan Limbah untuk Pakan. Labotarorium Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi.

Nurhaita., W, Rita., N, Definiati,. dan R, Zurina,. 2012. Fermentasi Bagase Tebu dengan Neurospora sitophila dan Pengaruhnya terhadap Nilai Gizi dan Kecernaan secara In Vitro. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah. Bengkulu.

Pamungkas, W. 2012. Koefisien Kecernaan Fraksi serat Bungkil Kelapa Sawit yang Dihidrolisis dengan Enzim Asal Cairan Rumen Domba Sebagai Pakan Benih Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus). Balai Penelitian Pemuliaan Ikan, Jawa Barat.

Pujioktari, P. 2013. Pengaruh Level Trichoderma Harzianum dalam Fermentasi Terhadap Kandungan Bahan Kering, Abu dan Serat Kasar Sekam Padi. Skripsi Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Jambi

Sobowale, A. O., T. O, Olurin., and O. B, Oyewole. 2007. Effect of lactic acid bacteria starter culture fermentation of cassava on chemical and sensory characteristics of fufu flour. Af r J. Biotech. 16: 1954-1958.

Srigandono, B. 1996. Kamus Istilah Peternakan. Cetakan 3 Edisi ke-2 Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Departemen Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan IPB. Bogor.

Sutardi, T. 1990. Landasan Ilmu Nutrisi. Jilid 1. Departemen Ilmu Makanan Ternak. Fakultas Peternakan IPB. Bogor.

Suwitary, N.K.E., Luh, S., N.M, Yusiastari. 2018. Kualitas Silase Komplit Berbasis Limbah Kulit Jagung Manis dengan Berbagai Tingkat Penggunaan Starbio. Wicaksana Jurnal Lingkungan & Pembangunan. Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa. Bali.

Toharmat, T., E. Pangestu, L. A. Sofjan, W. Manalu, dan S. Tarigan. 2003. Variasi Produksi Volatile Fatty Acids pada Ransum Ruminansia dengan Kandungan NDF Berbeda. J. Indon. Trop. Anim Agric Special Edition (Oktober).

Van Soest, P.J. 1982. Nutrition Ecology of the Ruminant. Cornell University Press. New York, 479 pp.

Van Soest, P.J. 1994. The Nutritional Ecology of the Ruminant. O and B. Books, Corvallis, Oregon.

Wadu, R. 2017. Pengaruh Penambahan MOL (Mikroorganisme Lokal) dengan Level yang Berbeda terhadap Kualitas Silase Jerami Jagung Muda. Skripsi. Fakultas Peternakan. Univeritas Nusa Cendana, Kupang.

Williams, A.G. and S.E. Weithers.1992. Changes in the Rumen Microbial population and its Activities during the Refaunation Period after the Reintroduction of Cilliate Protozoa into the Rumen of Defaunated Sheep. Can . J Microbiol. 39:61-69.

Zulkarnaini, 2009. Pengaruh Suplementasi Mineral Fosfor dan Sulfur Pada Jerami padi Amoniasi Terhadap Kecernaan NDF, ADF, Selulosa dan Hemiselulosa. Jurnal Ilmiah Tambua, III(3): 473-477.

Downloads

Published

2019-09-23

How to Cite

Foni, L. R. ., Lawa, E. D. W., & Hilakore, M. A. . (2019). Pengaruh Penggunaan Cairan Rumen Kambing Sebagai Starter Mikroba Terhadap Perubahan Komponen Serat Klobot Jagung Muda Effect of using goat rumen fluid as microbial starter on fiber components changes of fermented skin corn. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 1(3), 445–453. https://doi.org/10.57089/jplk.v1i3.464

Issue

Section

Articles