Analisis usaha peternakan ayam broiler Pola kemitraan dan pola mandiri (Studi kasus: Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang) (Business Analysis of Broiler Farming in Individual and Partnership Pattern (Case Study: District in Taebenu- Kupang Regency)
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v1i3.516Keywords:
broiler farming, income, partnership, individual, financial, sencitivityAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan peternak dan kelayakan usaha ternak ayam broiler pola usaha mitra dan mandiri di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Obyek penelitian adalah peternak ayam broiler pola mitra dan pola mandiri yang diklasifikasi dalam 3 skala usaha yakni Skala I: <500 ekor/periode; Skala II: 500-1000 ekor/periode dan Skala III: > 1000 ekor/periode. Pengambilan data dilakukan secara sensus pada 16 peternak pola mitra dan 6 peternak pola mandiri. Data dianalisis menggunakan analisis pendapatan dana nalisis finansial dengan menggunakan kriteria investasi yaitu NPV, Net B/C, IRR dananalisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan yang diterima dari usaha ternak ayam broiler pola mitra berturut-turut adalah Rp 4.091.416,67 untuk skala I; Rp 8.362.454 untuk skala II dan Rp 16.761.064 untuk skala III. Selanjutnya pada pola mandiri besarnya pendapatan yang diperoleh adalah: Rp5.078.500 untuk skala I; Rp 9.289.650 untuk skala II dan Rp20.389.600 untuk skala III. Hasil analisis perbandingan menunjukkan bahwa usaha ternak ayam broiler pola mandiri lebih menguntungkan dibandingkan dengan pola mitra. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa pada pola mitra dan pola mandiri untuk Skala II dan III diperoleh NPV>0; Nilai Net B/C>1 dan IRR lebih besar dari social discount factor 12%. Tetapi pada Skala I yang tidak layak secara finansial. Hasil analisis sensitivitas dengan menggunakan switching value menunjukkan bahwa usaha ternak ayam broiler sangat sensitif terhadap kenaikan harga input doc sebesar 10% dan penurunan harga output 5%.
Kata kunci:usaha broiler, pendapatan, mitra, mandiri, finansial, sensitivitas
The purpose of the study was to determine the income of broiler farmer of both partnership and individual patterns in the District of Taebenu, Kupang Regency. The method used was a survey method. The research object is broiler farmers in both partnership and individual patterns. Each pattern was classified into three scale of business. Data were collected by census at 16 farmers from partnership pattern and 6 farmale I: <500 birds / period; scale II: 500-1000 birds/period and scale III:>1000 birds / period involved in individual patterns. Data were analyzed using income analysis and financial analysis using investment criteria: NPV, Net B/C, IRR and sensitivity analysis. The results of the research showed that the average income earned from partnership pattern were: Rp 4.091.416,67 for scale I; Rp 8.362.454 for scale II and Rp 16.761.064 for scale III. individual pattern income were: Rp 5.078.500 for scale I; Rp 9.289.650 for scale II and Rp 20.389.600 for scale III. The results of comparative analysis showed that broiler chicken farming practiced in individual scale is more profitable compared to patternship pattern. Results of financial analysis indicated that in partnership and individual pattern, for the scale of II and III where NPV> 0; Net B / C> 1 and IRR greater than social discount rate. It was found that only scale I that was not financially feasible. Result of sensitivity analysis using switching value indicates that broiler chicken farm is very sensitive due to price increased of DOC up to 10% and declining of output price of 5%.
Keywords:broiler farming, income, partnership, individual, financial, sencitivity
References
Amareko. SL. 2010. Metodologi Penelitian dan Rancangan Percobaan. Bahan Ajar Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana. Kupang.
Azizah N, Utami HD. 2013. Analisis pola kemitraan usaha peternakan ayam pedaging sistem closed house di Pandaan kabupaten jombang. Jurnal Ilmu-IlmuPeternakan 23 (2):1-5
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. 2012. Taebenu Dalam Angka. BPS Kabupaten Kupang.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. 2015. Kabupaten Kupang Dalam Angka. BPS Kabupaten Kupang.
Choliq A, Subagiyo, Purnomo AH.1993. Pengantar Evaluasi Proyek.Penerbit Pioner Jaya. Bandung.
Hernanto F. 1986. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.
Hilipito A. 2013. Analisis kelayakan finansial dan sensitivitas usaha ternak ayam broiler(studi kasus pada peternakan ayam broiler di desa Bulonthala Timur Kecamatan Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango) File:///C:/Users/Server
Mentari.Net/Downloads/Documents/2582-2575-1-Pb.Pdf. Di akses tanggal 28 Juni 2016.
Imaduddin R. 2001. Analisis Kemitraan Pola Perusahaan Inti-Rakyat (PIR) Usaha Peternakan Ayam Ras Pedaging (Kasus PT. Ciomas Adisatwa Sukabumi). Skripsi pada Departemen Sosial Ekonomi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Jaelani A, Suslinawati, Maslan. 2013. Analisis kelayakan usaha peternakan ayam broiler di kecamatan tapin utara kabupaten tapin (feasibility analysis of broiler chicken farming at tapin utara subdistrict, tapin district). Jurnal Ilmu Ternak 13 (2):42-48
Mubyarto, 1986. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES, Jakarta
Priyadi U. 2004. Analisis Distribusi Ayam Broiler di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. FE Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta
Ratnasari R, Sarengat W, Setiadi A. 2015. Analisis pendapatan peternak ayam broiler pada sistem kemitraan di kecamatan gunung pati kota semarang. Animal Agriculture Journal 4(1):47-53
Siradjuddin I, 2016. Analisis serapan tenaga kerja dan pendapatan petani kelapa sawit di kabupaten pelalawan. Jurnal Agroteknologi 6 (2) :1-8
SoekartawiA, Soeharjo, Dillon JL, Hardacker JB. 1986. Ilmu Usaha Tani dan Penelitian Untuk pembangunan Petani Kecil. Universitas Indonesia, Jakarta.
Sufa MF. 2007. Analisis sensitivitas pada keputusan pembangunan meeting hall untuk minimasi resiko investasi. Jurnal Ilmiah Teknik Industri5 (3):97 – 105
Thamrin S, Muis M, Alfian ER. 2006. Analisisfinansialusaha peternakan ayam broiler polakemitraan. Jurnal Agrisistem 2 (1):32-41










