Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit Dalam Ransum Basal terhadap konsumsi dan kecernaan Bahan Kering dan Baha norganik Pada Babi
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v1i3.561Keywords:
pigs, basal diet, curcuma mealAbstract
Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung kunyit dalam ransum basal terhadap konsumsi dankecernaan bahan kering dan bahanorganik babi peranakan landrace. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi betina peranakan landrace yang berumur 2 – 3 bulan dengan berat badan awal 8,5 – 15 kg (CV = 23,32%). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dantiga ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah R0 (ransum basal tanpa tepung kunyit), R1 (ransum basal + tepung kunyit 0,25%), R2 (ransum basal + tepung kunyit 0,50 %), dan R3 (ransum basal + 0,75%). Variabel yang diteliti adalah konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organic, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahanorganik. Analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuaan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dankecernaan bahan kering dan bahanorganik pada babi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung kunyit 0,25 – 0,75% memberikan respon yang relatif sama. Oleh karena itu disarankan untuk melaksanakan penelitian lanjutan pada ternak babi peranakan landrace dengan meningkatkan persentase kunyit.
Â
Kata kunci : ternak babi, ransum basal, tepung kunyit
The study aimed at evaluating the effect of supplementing Curcuma meal into basal diet on intake and digestibility of dry and organic matter of pigs. There were 12 landrace crossbred gilts 2-3 months of age with 8.5-15 kg (CV 23.3%) initial body weight. This study used a randomized block design 4 treatmentsts and three replications. The Treatment tried was R0(basal feed without Curcuma meal), R1 (basal feed with0.25%Curcuma meal); R2 (basal feed with 0.50%) Curcuma meal), and R3 (basal feed with0.75%Curcuma meal). Variable measured were: intake and digestibility dry matter and organic matter on pigs. Statistical analysis shows that effect of treatment is not significant (P>0.05) on either intake or digestibility of either dry andor organic matter. The conclusion drawn is that supplementing 0.25 – 0.75% Curcuma meal into basal diet performs the similar results in intake and digestibility of dry and organic matter. Further study suggeted is by increasing the level of including Curcuma meal into basal diet.
Â
Key words: pigs, basal diet, curcuma meal
References
Adi R. 2009. Efektifitas betain pada ayam broiler rendah metionin berdasarkan parameter berat badan dan karkas. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Solo.
AL-Sultan SI. 2003. The effect of curcuma longa (tumeric) on overall performance of broiler chickens. International Journal of Poultry Sci2 (5): 351-353.
Ariyanto AN, N Iriyanti, M Mufti. 2013. Pemanfaatan tepung kunyit (Curcuma domestica val) dan sambiloto (Andrographis paniculata nees) dalam pakan terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan bobot badan broiler. Jurnal Ilmiah Peternakan 1(2): 471 – 478.
Astawa, A Mahardika, I G Budaarsa, K Sumadi, I K Budiasa, KM dan Dewi, G.A.M.K. 2015. Penambahan tepung kunyit (Curcuminoid) dalam ransum tradisional untuk meningkatkan produktivitas babi Bali. https://simdos.unud.ac.id. (13/2/2018).
Dewi SHC, JSetiohadi. 2010. Pemanfaatan tepung pupa ulat sutera (bombyx mori) untuk pakan puyuh (coturnix-coturnix japonica) jantan. Jurnal Agri Sains. 1(1): 1 – 6.
Gaspersz V. 1991. Metode Perancangan Percobaan. Armino, Bandung.
Pujianti NA, A Jaelani, N Wedaningsih. 2013. Penambahan tepung kunyit (Curcuma domestica) dalam ransum terhadap daya cerna protein dan bahan kering pada ayam pedaging. ZIRAA’AH Vol.36(1): 49-59.
Rahmat A, Kusnadi E. 2008. Pengaruh penambahan tepung kunyit dalam ransum yang diberi minyakjelantah terhadap performan ayam broiler. Jurnal Ilmu Ternak8 (1): 25-30.
Reksowardjojo DH, WS Dilaga, Margono. 2004.Pengaruh tingkat pemberian tepung kunyit (curcuma domestica) dalam ransum terhadap penampilan produksi babi jantan kebiri periode tumbuh.Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan Veteriner.Puslitbang Peternakan, Bogor. pp : 646-650
Silalahi M, Sauland Sinaga, dan Benedictus. 2011.Pengaruh pemberian berbagai dosis curcuminoid pada babiterhadap pertumbuhan dan konversi ransum. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan 12 (1): 20-27
Sinaga S,dan MartiniS. 2010. Pengaruh pemberian berbagai dosis curcuminoid pada ransum babi periode starter terhadap efisiensi ransum.Jurnal ilmu ternak 10 (1) 95-101.
Sinaga S, Sihombing DTH, Kartiarso, Bintang M. 2011. Kurkumin dalam ransum babi sebagai pengganti antibiotik sintetis untuk perangsang pertumbuhan.Jurnal Ilmu-ilmu Hayati dan Fisik 2 (13) 125-132
Sinaga S dan M Silalahi. 2017. Pengaruh pemberian berbagai dosis kurkuminoid terhadap kecernaan protein, efisiensi protein, dan kecepatan laju makanan dalam system pencernaan babi finisher. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan 11(2)
Tantalo S. 2009.Perbandingan performans dua strain pada ayam broileryang mengkonsumsi air kunyit. Jurnal Ilmiah Ilmu-IlmuPeternakan. 12 (3): 146-152.
Tillman AD, H Hartadi, S Reksohadiprodjo, S Prawirokusumo, SLebdosoekojo. 1991.Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada.
Toana NM. 2008. Pengaruh pemberian tepung kunyit (curcuma domestika val) dalam ransum terhadap performans produksi itik periode beltelur. Jurnal Agroland 15 (2): 140-143.










