Pengaruh Penambahan Filtrat Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) dalam Pengencer Tris - Kuning Telur terhadap Kualitas Spermatozoa Sapi Bali
The Effect of Adding Rosella Flower Petal Filrate (Hibiscus Sabdariffa Linn) to Tris - Egg Yolk Diluent on The Quality of Bali Bull Spermatozoa
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i1.568Keywords:
Kata kunci: Tris- kuning telur, filtrat rosella (FR), spermatozoa, sapi baliAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi filtrat rosella (FR) dalam pengencer tris kuning telur (T-KT) terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa sapi bali selama penyimpanan. Materi yang digunakan adalah semen segar sapi bali yang berkualitas baik. Semen diencerkan dengan pengencer perlakuan yaitu : P0: T-KT – 0% , P1: T-KT – 1% FR, P2: T-KT – 2% FR, P3: T-KT – 3% FR, P4: T-KT – 4% FR dan P5: T-KT – 5% FR. Setelah pengenceran semen disimpan pada suhu 3-5ᶱ C. Semen di evaluasi pasca pengenceran dan setiap 24 jam penyimpanan terhadap motiltas, viabilitas dan abnormalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemenasi filtrat rosella pada perlakuan (P3) mempunyai kualitas terbaik (P<0,05) dibandingkan         dengan perlakuan lainnya, yaitu dengan motilitas (48.05±1.54%), viabilitas (56.21±0.93%), dan abnormalitas (4.13±0.45%). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa suplementasi filtrat rosella 3% dalam pengencer Tris- kuning telur memberikan pengaruh yang cukup baik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa sapi bali.
References
Aerens, C.D., M.N. Ishan dan N. Isnaini. 2012. Perbedaan kuantitatif dan kualitatif semen segar pada berbagai bangsa sapi potong. Thesis. Universitas Brawijaya, Malang.
Ali, BH, Wabel, NA, & Blunden, G. 2005. Aspek fitokimia, farmakologis dan toksikologi Hibiscus sabdariffa L .: tinjauan. Penelitian Fitoterapi: Jurnal Internasional yang Dikhususkan untuk Evaluasi Farmakologis dan Toksikologi dari Turunan Produk Alami 19 (5): 369-375.
Ari, U. C., Kulaksiz, R., & Öztürkler, Y. 2011. Freezability of tushin ram semen extended with goat or cow milk based extenders. Reproduction in Domestic Animals 46(6):975-979.
Arifiantini, R. I., & Ferdian, F. 2006. Tinjauan aspek morfologi dan morfometri spermatozoa kerbau rawa (Bubalus Bubalis) yang dikoleksi dengan teknik masase. Jurnal Veteriner 7(2): 83-91.
Badan Standarisasi Nasional. 2017. Semen beku-bagian 1: Sapi. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta. SNI 4869-1:2017
Bintara, S. 2011. Rasio X:Y dan kualitas sperma pada kambing kacang dan peranakan ettawa. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Madda. Yogyakarta. Sains Peternakaan 9(2):65-71.
Buettner, G.R. 1993. The pecking order of free radicals and antioxidants: lipid peroxidation, α-tocopherol, and ascorbate. Biochemistry and Biophysics 300(2): 535-543.
Butar butar, E. 2009. Efektifitas frekuensi exercise terhadap peningkatan kualitas semen sapi Simmental. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Sumatra Utara. Medan.
Campbell JR, Campbell KL, and Kenealy MD. 2003. Artificial insemination. In: Animal Sciences 4th ed. New York, Mc Graw-Hill.
Feradis, M. P. 2010. Bioteknologi reproduksi pada ternak. Alfabeta. Bandung.
Garner, DL, & Hafez, ESE. 2000. Spermatozoa and Seminal Plasma in Reproduction In Farm Animals. Lea and Febiger, Philadelphia. 144-164
Hardijanto, S. S., Hernawati, T., Sardjito, T., & Suprayogi, T. W. 2010. Buku Ajar Inseminasi Buatan. Universitas Airlangga. Surabaya. Hal, 40.
Heim, KE, Tagliaferro, AR, & Bobilya, DJ. 2002. Antioksidan flavonoid: hubungan kimia, metabolisme dan struktur-aktivitas. The Journal of nutrisi biokimia 13 (10): 572-584.
Hidayahturrahmah. 2007. Waktu motilitas dan viabilitas spermatozoa ikan mas (Cyprinus carpio L) pada beberapa konsentrasi larutan fruktosa. Jurnal Bioscientiae 4 (1): 9-18.
Hirunpanich, V., A. Utaipat, N.P. Morales, N. Bunyapraphatsara, H. Sato, A. Herunsale, & C. Suthisisang. 2005. Antioxidant effects of aqueous extracts from dried calyx of Hibiscus sabdariffa Linn. (Roselle) in vitro using rat low-density lipoprotein (LDL). Biology Pharmacy Buletin 28(3): 481--484.
Ihsan MN. 2011. Penggunaan telur itik sebagai pengencer semen kambing. J Ternak Tropika 12 (1): 10-14.
Ismaya. 2014. Bioteknologi inseminasi buatan pada sapi dan kerbau. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Labetubun, J., & Siwa, I. P. 2011. Kualitas spermatozoa kauda epididimis sapi Bali dengan penambahan laktosa atau maltosa yang dipreservasi pada suhu 3-5oC. Jurnal Veteriner 12(3): 200-207.
Kamal, A. Gubartallah, A. Ahmed, Amel, O. Bakhiet and A. Babiker. 2005. Comperative studies on reproduktif performance of nubian and saanen buck under the climatic conditions of khartoum. Journal of Animal and Veterinary Advances 4(11) : 942-944.
Mahadevan, N. & P. Kamboj. 2009. Hibiscus sabdariffa Linn. - An overview. Natural Product Radiance 8(1): 77-83
Manach, C., Scalbert, A., Morand, C., Rémésy, C., & Jiménez, L. 2004. Polifenol: sumber makanan dan ketersediaan hayati. Jurnal nutrisi klinis Amerika 79 (5):727-747.
Mardiyah E. 2001. Tehnik pengenceran pada pembuatan chiling semen sapi. Temu tehnis non peneliti, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian. Bogor.
Mittal P, Gupta V, Kaur G, Garg AK and Singh A. 2010. Phytocimistry and pharmacological activities of Psidium guajava. A Review. IJPSR 1(9): 9-19.
Nijveldt, RJ, Van Nood, ELS, Van Hoorn, DE, Boelens, PG, Van Norren, K., & Van Leeuwen, PA. 2001. Flavonoid: tinjauan kemungkinan mekanisme aksi dan aplikasi potensial. Jurnal nutrisi klinis Amerika 74 (4): 418-425.
Oteiza, P.I., A.G. Erlejman, S.V. Verstraeten, C.L.Keen, & C.G. Fraga. 2005. Flavonoid-membrane interactions: A protective role of flavonoidscat the membrane surface? Clinical and Developmental Immunology 12(1): 19-25.
Parera, F., Z. Prihatiny, D.F. Souloka & M. Rizal. 2009. Pemanfaatan sari wortel sebagai pengencer alternatif spermatozoa epididimis sapi bali. J. Indon. Trop. Anim. Agric. 34(1): 50-56.
Rizal M. 2009. Daya hidup spermatozoa epididimis sapi bali yang dipreservasi pada suhu 3-5OC dalam pengencer tris dengan konsentrasi laktosa yang berbeda.. JITV 14(2):142-149.
Rizal M, Herdis. 2006. Daya hidup spermatozoa epididimis domba garut yang di kriopreservasi menggunakan modifikasi pengencer tris. J. Hayati 12(2) :61-66.
Sabile, S., Toleng, A. L., Yusuf, M., Firmiaty, S., & Idrus, M. 2016. pengaruh penambahan ekstrak buah mengkudu (Morinda Citrifolia Linn) dalam pengencer terhadap motilitas spermatozoa pada semen cair Sapi Bali. Aves: Jurnal Ilmu Peternakan 10(2): 2-2.
Savitri, F. K., Sri, S. & Siswanto. 2014. Kualitas semen beku sapi bali dengan penambahan berbagai dosis vitamin c pada bahan pengencer skim kuning telur. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 2(3):30-36.
Setyaningsih, V. R. 2011. Pengaruh pemberian infus simplisia rosella (Hibiscus subdariffa L) secara oral terhadap kualitas spermatozoa mencit (Mus musculus L) jantan galur DDT. Skripsi.. Depok, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Biologi.
Siahaan, E. A., Laksmi, D. N. D. I., & Bebas, W. A. Y. A. N. 2012. Efektivitas penambahan berbagai konsentrasi β-karoten terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa sapi bali post thawing. Indonesia Medicus Veterinus, 1(2):239-251.
Sikka, SC. 1996. Stres oksidatif dan peran antioksidan dalam fungsi sperma normal dan abnormal. Frontiers dalam bioscience: jurnal dan perpustakaan virtual 1 (13): 78-86.
Solihati, N., R. Idi, S. R. Darojah, M. Rizal, dan M. Fitriati. 2008. Kualitas spermatozoa cauda epididimis sapi Peranakan Ongole (PO) dalam pengencer susu, tris dan sitrat kuning telur pada penyimpanan 4-50 C. Animal Production. 1 (10) : 22-29
Sukmawati E, Arifiantini RI, Purwantara B. 2014. Daya tahan spermatozoa terhadap proses pembekuan pada berbagai jenis pejantan unggul. fakultas kedokteran hewan, institut pertanian bogor. JITV 19(3):168-175.
Suryohudoyo, P. 2000. Oksidan, antioksidan dan radikal bebas. Di dalam: Kapita Selekta Ilmu Kedokteran Molekuler. Jakarta: CV Sagung Seto. hlm, 31-47.
Susilawati T, Isnaini N, Yekti PAA, Nurjannah I, Errico E, da costa N. 2010. Keberhasilan inseminasi buatan menggunakan semen beku dan semen cair pada sapi peranakan ongole. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 26(3), 14–19.
Susilawati T, Wahyudi FE, Anggraeni I, Isnaini N, Ihsan MN. 2016. Penggantian Bovine Serum Albumin pada Pengencer cep-2 dengan Serum Darah Sapi dan Putih Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Sapi Limousin Selama Pendinginan. Jurnal Kedokteran Hewan. 10(2):98-102.
Widjaya, N. 2011. Pengaruh Pemberian Susu Skim dengan Pengencer Tris Kuning Telur terhadap Daya Tahan Hidup Spermatozoa Sapi pada Suhu Penyimpanan 5ºC. Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan 9(2): 72-76.
Winarsi, H. 2007. Antioksidan alami dan radikal bebas. Penerbit Kanisius, Yogyakarta, hlm 177-178.
Yani, A., Nuryadi, dan T. Pratiwi. 2001. Pengaruh tingkat substitusi santan kelapa pada pengencer tris dan waktu penyimpanan terhadap kualitas semen kambing peranakan ettawah (PE). Jurnal Biosain 1(1):23-29










