Penggunaan Tepung Tongkol Jagung Hasil Biokonversi Khamir Saccharomyeces cerevisiae Pada Kambing Kacang Betina
Utilization 0f Corn Cob Meal Bioconverted by Yeast Saccharomyces cerevisiae on Female Kacang Goats
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i1.589Keywords:
tepung tongkol jagung, biokonversi, saccharomyces, konsumsi, kecernaanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan konsentrat mengandung tepung tongkol jagung hasil biokonversi khamir saccharomyces cerevisiae terhadap konsumsi, kecernaan serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen kambing kacang betina. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor kambing kacang betina dengan kisaran umur antara 4-6 bulan dengan berat badan sekitar 8-15 kg dengan rataan 9,5 kg, KV 30,5%. Metode penelitian yaitu metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dimaksud adalah pemberian daun lamtor ditambah konsentrat yang mengandung tepung jagung hasil biokonversi dengan level berbeda yaitu P0 = 0 %; P1 = 10 %; P2 = 20 % dan P3 = 30 %. Variabel yang diuji dalam penelitian ini adalah konsumsi, kecernaan serat kasar dan BETN. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil analisis statistic menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Kesimpulan dari penelitian ini tepung tongkol jagung hasil biokonversi menggunakan khamir Sacharomices sereviceae dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan dan mampu meningkatkan nilai cerna nutrien.
References
Astuti A, Ali A, Subur P.S.B. 2009. The effect of high quality feed supplement addition on the nutrient consumption and digestibility of early lactating dairy cow, Buletin Peternakan 33 (2): 81-87.
Banfatin H.Y.O. 2019. Pengaruh Pemberian Pakan Konsentrat Mengandung Tonglol Jagung Fermentasi Terhadap Konsumsi Kecernaan Serat Kasar Dan Energi Kambing Lokal Betina Yang Mengkonsumsi Pakan Basal Rumput Lapangan. Jurnal Lahan Kering 2 (3): 941-948.
Dawson, K.A. 1993. Current and future role of yeast culture in animal production. J. Animal. Sci 23 (68):269-291.
Guntoro S. 2005. Membuat Ransum Ternak dari Limbah Peternakan. Jurnal Pengembangan dan Pengkajian teknologi Pertanian 6 (1: 562-565.
Hillakore, M. A, Rupa U. R, Jalaludin. 2018. Peningkatan kualitas dedak padi melalui biokonversi dengan Sacchamyces cerevisiae. Prosiding. Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan Berbasis Lahan Kering 4. Undana Pp209. ISBN 978-602-6906-16-8.
Kleden MM, Ratu MRD, Randu MDS. 2015. Kapasitas Tampung Hijauan Pakan Dalam Areal Perkebunan Kopi dan Padang Rumput Alam di Kabupaten flores Timur Nusa Tenggara Timur. Jurnal Zootec 35(2):340-350
Lodder, J. 1970. The Yeast: A Taxonomic Study Second Revised and Enlarged Edition. The Netherland, Northolland Publishing Co., Amsterdam. Journal Biological 22 (3): 225-236.
Mahakka E, Akbar R.T.M, Yani Suryani. 2015. Peningkatan Nutrisi Limbah Produksi Bioetanol Dari Singkong Melalui Fermentasi Oleh Kosorsium Saccharomyces cerevisiae dan Tricoderma viride. Jurnal Sainteks 8 (2): 1-15.
Nii M dan Okabe H. 2012. Hubungan Antara Ukuran-Ukuran dengan Bobot Badan Sapi Bali Betina Pada Berbagai Kelompok Umur. Animal Agriculture journal 1(1) : 541-556.
Nuban E. V. 2019. Pengaruh Pemberian Pakan Konsentrat Mengandung Tongkol Jagung Fermentasi terhadap Konsumsi Kecernaan Serat Kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) pada Kambing Local Betina. Jurnal peternakan lahan kering 1 (1):1-8.
Oematan, G, dan Lazarus, E.J.L, 1998. Stimulasi pertumbuhan mikroba rumen menggunakan ragi tape sebagai sumber probiotik untuk meningkatkan degradasi pakan serat bermutu rendah pada sapi bali di kecamatan kupang timur. Jurnal informasi pertanian lahan kering. Kupang. 3(2) : 24-35.
Parakkasi A, 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. Cetakan Pertama. Penerbit UIP, Jakarta.
Schneider, B. H. dan W. P. Flatt. 1975. The Evalution Of Feeds Through Digestibility Experiment. Jounal of Animal Science 9 (4): 504-512.
Steel, R. G. D. Dan J. H. Torrie 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Suparjo. 2011. Performa Kambing yang diberi Kulit Buah Kakao Terfermentasi. Jurnal Ilmu-Ilmu Ilmiah Peternakan 6 (1): 42-48.
Suprapto, H., F.M. Suhartati, dan T. Widiastuti. 2013. Kecernaan serat kasar dan lemak kasar compleed feed limbah rami dengan sumber protein berbeda pada kambing peranakan etawah lepas sapi. Jurnal Ilmiah Peternakan 1(3):938-946.
Susetyo, S.I., Kismono, dan B. Suwardi. 1969. Hijauan Makanan Ternak. Direktorat Jendral Peternakan. Departemen Pertanian. Jakarta.
Thiarasari. 2016. pengaruh penambahan ekstrak daun cincau hijau ramba terhadap kadar serat,viskositas, total koloni bakteri asam laktat (BAL) dan nilai organoleptik susu fermentasi. Jurnal ilmu peternakan 26 (2): 67-72.
Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Rekso hadiprodjo, S. Prawiro kusumo dan S. Lebdo soekojo. 2005. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Penerbit: Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Van Soest, P.J. 2006. Rice straw the role of silica and treatment to improve quality. J. Anim. Feed. Sci. and Tech 5 (130): 137-17.
Ward, J. W and T. W. Perry. 1982. Enzymatic conversion of corn cobs to glucose with Trichoderma viride, fungus and the effect on nutritional value of the corn cobs. Jurnal Of Animal Science 54 (3): 609-619.
Yusmadi., Nahrowi., Ridla, M. 2008. Kajian mutu dan palatabitas silase dan hay ransum komplit berbasis sampah organik primer pada kambing peranakan etawah. J. Agripet 8(1): 31-38.










