Komponen Metabolik Darah Cempe Jantan Peranakan Ettawa Pasca Sapih Yang Diberi Suplemen Konsentrat Dengan Tambahan Tepung Daun Katuk (Sauropus AndrogynusL. Merr) Dan Zn Biokompleks
Blood metabolic component of postweaning male of ettawa grade goat fed by concentrate supplementation addition of katuk leaf flour and Zn biocomplex
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i1.607Keywords:
Kambing PE, Tepung daun katuk, Zn Biokompleks, total protein darah, kolesterol darah, urea darah, glukosa darahAbstract
Penelitian ini telah dilaksanakan di desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang selama 3 bulan, dari tanggal 26 Agustus hingga 26 November 2019. Dengan tujuan untuk mempelajari komponen metabolik darah cempe jantan PE pasca sapih yang diberi suplemen konsentrat dengantambahantepung daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan Zn biokompleks.Dua belas ekor cempe jantan PE pasca sapih umur 3 sampai 5 bulan dengan kisaran berat badan 6,56 - 12,06 kg digunakan dalam penelitian ini. Desain acak kelompok diaplikasikan dengan empat perlakuan dan tiga ulangan (blok). Perlakuan tersebut adalah (P0) tanpa tepung daun katuk; (P1) 5%; (P2) 10% dan (P3), 15% tepung daun katuk. Variabel yang diteliti meliputi kadar total protein darah, kadar kolesterol darah, kadar urea darah, dan kadar glukosa darah. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap variabel yang diteliti. Total protein darah P0 (5,60g/dl), P1 (5,28g/dl), P2 (5,47g/dl) dan P3 (5.46g/dl). Kadar kolesterol darah P0 (59mg/dl), P1 (57mg/dl), P2 (62mg/dl) dan P3 (56mg/dl). Kadar urea darah P0 (46,07mg/dl), P1 (48,87mg/dl), P2 (49,07mg/dl), P3 (42,43mg/dl). Kadar glukosa darah P0 (57,3mg/dl), P1 (68,0mg/dl), P2 (66,3mg/dl) and P3 (65,8mg/dl). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pemberian suplemen tepung daun katuk dan Zn biokompleks terhadap komponen darah cempe jantan PE pasca sapih masih dalam kadar normal.
References
Agusta A, Harapini M, Chairul C. 1997. Analisis kandungan kimia ekstrak daun katuk (saitopus androgynus L merr) dengan GCMS. Warta Tumbuhan Obat Indonesia. 3:31-33.
Arora, S. P. 1995. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Astuti dan A. Rahmawati. 2010. Asimilasi Kolesterol dan Dekonjugasi Garam Empedu oleh Bakteri Asam Laktat (BAL) dari Limbah Kotoran Ayam Secara In Vitro. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA. Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNY.
Astuti, etal. (2011). Validasi Metode Analisis Tablet Losartan Merk® B yang Ditambah Plasma Manusia dengan Kromotografi Cair Kinerja Tinggi Fase Terbalik. Pharmacy. Volume 6 (1): 2.
Church, D.C. 1984. Livestocl Feeds and Feeding. Second ed. O&B Books Inc. Corvallis, Oregon.
Church.D.C. 1993. The Ruminant Animal Digestive Physiologi and Nutrition. Waveland Press, Yogyakarta. (Diterjemahkan olrh B. Srigandono).
Dias, J., M.J. Silva., and M, H. A. Dias. 1999. The demand for Digital Money and Its Impact on the Economy. Brazilian Electronic Journal of Economics, Vol. 2. No. 2.
Dixon, R.M and R. Parra,. 1984. Effects of alkali treatment of forage and concentrate suplementation on rumen digestion and fermentation. Tropical Animal Production. 9 : 68 – 80.
Ewuola EO, Folayan OA, Gbore FA, Adebunmi Al, Akanji RA, Ogunlade JT, Adeneye JA (2004). Physiological response of growing West African Dwarf goats fed groundnut shell-based diets as the concentrate supplements. BOWEN J. Agric. 1(1): 61-69.
Frandson, R.D. 1999. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gajah Mada University Press. Yogjakarta.
Guder, WG., Zawta B., et al. 2001. “The Quality of Diagnostic Samplesâ€. Edisi pertama. Darmstadt: GIT Verlag, 22-3.
Harper, R.P., V.W Rodwell and P.A. Mayes. 1979. Review of Phisiologycal Chemistry. Lange Medical. California.
Henry, G. T. 1991. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa Bandung.
Jones, P.J., M Raeini-Sarjaz, F.Y. Ntanios, C.A. Vanstone, J.Y. Feng and W.E. Parsons. 2000. Modulation of plasma lipid levels and cholesterol kinetics by phytosterol versus phytostanol esters. J. Llipid Res. 41: 297-705.
Karyadi, D., 1997, Kajian Penggunaan Rasionil Suplemen Gizi, Jakarta, DepKes-KONI
Lehninger, A. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI Press.
Lee GR, Foester J, Lukens J, Paraskesvas F, Greer JP, Rooers GM. 1999. Wintrobe's Clinical Hematology. Pensylvania: Williams & Wilkins.
Limu, T.K,. 2012. Edible Medical and Non-Medical Plant. London New York : Springer Dorddrecht Heidelberg. Hal : 879-880
Maynard, L.A., J.K. Loosli., H.F. Hintz, and R.G. Warner. 1979. Animal Nutrition. 7th Ed. Tata McGraw-Hil Publishing Company Limited, New Delhi.
Murtidjo, B. A. 1992. Pedoman Beternak Ayam Broiler. Kanisius. Yogyakarta.
Moss, R. J. & R. M. Murray. 1992. Rearing dairy calves on irrigated tropical pastures: effect of protein level on live weight gain and blood component. Aust. J. Expt. Agric. 32: 569-579
Parakkasi, A. 1999. Ilmu Makanan Ternak dan Ruminan. UI Press. Jakarta.
Purbowati, E., E. Baliarti dan S.P.S. Budhi. 2004. Tampilan Glukosa, NH3 dan urea darah domba yang digemukan secara feedlot dengan pakan dasar dan level konsentrat yang berbeda. J Pengemb. Pet. Trop. 1: 81-85.
Ranjhan, S.K. 1981. Animal Nutrition In Tropis. 2nd Ed. Vikas Publishing House PVT LTD, New Delhi.
Rawnsley, H M. and B. M. Mitruka. 1981. Clinical Biochemical and Haematological Reference Values in Normal Experimental Animals and Normal Humans. 2nd ed. Masson Publishing USA Inc. New York.
Santoso, H.B., 2000, bawang Putih, Edisi ke-12, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Santoso, U., J Setiannto and T. Suteky, 2005. Effects of Sauuropus androgynus (katuk) extract on egg production and lipid metabolism in layers. Asian-Australasian J. Anim. Sci., 18: 364-369.
Sastrosupadi A, 1994, Rancangan Percobaan Praktis untuk Bidang Pertanian, cetakan pertama, Kanisius, Yogyakarta.
Siregar, S. 1994. Ransum Ternak Ruminansia. Penebar Swadaya. Jakarta.
Subekti N A, R. Effendi, S.Sunarti, dan Syafruddin 2007. Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung. Laporan Ahir. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros.
Suprayogi, A. 2000. Studies on the Biological Effect of Sauropus androgynus (L.) Merr : Effect on Milk Production and the Possibilities of Induced Pulmonary Disorder in Lactating Sheep. George-August, Universitat Gottingen Institut fur Tierphysiologie und Tierernahrung.
Sutardi, T. 1995. Peningkatan Produksi Ternak Ruminansia Melalui Amoniasi Pakan Serat Bermutu Rendah, Defaunasi dan Suplementasi Sumber Protein Tahan Degradasi dalam Rumen. Laporan Penelitian Hibah Bersaing 1/3 Perguruan Tinggi Tahun Anggaran 1994/1995. Fakultas Peternakan IPB, Bogor.
Tilman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprojo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo. 1991. Ilmu Makanan ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Wulangi. (1993). Fisiologi Hewan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Yupardhi, W. S. 2013. Ilmu Fisiologi Ternak. Udayana University Press, Denpasar. Bali.
Zuhra, C.F., Tarigan,J., dan Sihotang,H.,2008.Aktivitas Antioksidan Senyawa Flavonoid dari Daun Katuk (Sauropus Androgunus (L) merr. Jurnal BiologiSumatera, (1), 7-10.










