Pengaruh substitusi pakan sumber energy dengan tepung sabut kelapa muda hasil fermentasi khamir Saccharomyces cerevisiae dalam pakan konsentrat terhadap perubahan kandungan BETN, energi dan TDN
Effect of Substituting Energy Source Feed With Saccharomyces Cerevisiae Fermented Young Coconut Huskmeal In Concentrate Feed On Changes Content In NFE, Energy and TDN
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i2.629Keywords:
Sabut Kelapa muda, fermentasi, Saccharomyces cerevisiae, BETN, energi, TDNAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi pakan sumber energy dengan tepung sabut kelapa muda hasil fermentasi khamir Saccharomyces cerevisiae dalam pakan konsentrat terhadap perubahan kandungan BETN, energi dan TDN secara in vitro.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu : = Pakan konsentrat tanpa tepung sabut kelapa muda terfermentasi (Kontrol), = Jagung giling dan dedak padi disubstitusi dengan 10% tepung sabut kelapa muda terfermentasi Khamir Saccharomyces cerevisiae, = Jagung giling dan dedak padi disubstitusi dengan 20% tepung sabut kelapa muda terfermentasi Khamir Saccharomycae cerevisiae, = Jagung giling dan dedak padi disubstitusi dengan 30% tepung sabut kelapa muda terfermentasi Khamir Saccharomyces cerevisiae. Hasil yang diperoleh adalah: rataan kandungan BETN (%) :66,30±7,13; : 66,08±2,00; :64,99±6,87 dan :66,04±6,99, rataan kandungan energi (kkal) :3553, 08±0,55; :3483,06±0,43; :3503,44±0,27 dan :3513,99±0,44, sedangkan rataan kandungan TDN (%) : 48,51±0,55; :48,67±0,43; :48,85±0,27 dan :49,16±0,44. Hasil analisis ragam menunjukkan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan BETN, Energi dan TDN. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa substitusi jagung giling dan dedak padi dengan tepung sabut kelapa muda hasil fermentasi khamirSaccharomyces cerevisiae mampu menggantikan dedak padi sebanyak 27,27% dari proporsi dedak padi 55% dan jagung giling 75% dari proporsi jagung giling 20% dalam campuran pakan konsentrat karena memberikan hasil yang sama terhadap kandungan BETN, energi dan TDN.
References
Arora SP. 1989. Pencemaran Mikroba pada Ruminansia. GadjaMada University Press : Yogyakarta.
Bolsen KK, & Sapienza DA. 1993. Teknologisilase. Diterjemahkan oleh : R.B. Soedjono. Pioneer, Hi-Bred Internasional. Inc. UK. 15-30
Crampton EW and Harris LE. 1969. Apllied Animal Nutritions. W. H. Freeman and Company. San Francisco. 19; 105;323.
Cullison AE And Lowrey RS. 1987. Feeds and Feeding. Prentice-Hall, Inc., NJ
Hardjo S Indrasi. NS dan Bantacut T. 1989. Biokonversi :pemanfaatanlimbahindutripertanian. Bogor : Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB.
Hermanto. 2001. PakanAlternatifSapiPotong. Dalam : Kumpulan Makalah Lokakarya Kajian TeknologiPakanTernakAlternatif. FakultasPeternakan Universitas Brawijaya. DispetPropinsiJatim. Surabaya.
Hermayanti, Yeni dan Eli Gusti. 2006. Modul analisaproksimat. Padang: SMAK 3 Padang.
Hungate RE. 1996. The Rumen and Its Microbes. Academic Press, New York.
LaboratoriumNutrisiTernak IPB. 2019. Hasil analisanutrisiruminansia. FakultasPeternakan Universitas IPB Bogor.
Lodder J. 1970. The Yeast : A Taxonomic Study Second Revised and Enlarged Edition. Amsterdam: The Netherland, Northolland Publishing Co.
Parakkasi A. 1999. IlmuNutrisiTernak dan MakananTernak Ruminant. UI. Jakarta.
Rusdi M. 2000. Kecernaanbahankering In Vitro silaserumputgadah pada berbagaiumurpemotongan. Jurnal.FakultasPeternakan Universitas HasanudinMakasar.
Shurtleff W. dan Aoyagi A. 1979. The Book of Tempeh. New York: Harper and Row Publisher.
Sondakh EHBWaani. MRKalele. JAD dan Rinbing SC. 2018. Evaluation of dry matter digetibility and organic matter of In Vitro unsaturated fatty acid based ration of ruminant. International. J. Current adv. Res. 7(6): 13582-13584.
Steel RGD dan Torrie JH. 1989. PrinsipStatistika.EdisiKedua. PT. Gramedia
Suarni dan Firmansyah IU. 2005. Pengaruhumurpanenterhadapkandungannutrisi biji jagungbeberapavarietas. Hasil penelitianBalitserealMaros. Belum diduplikasi 14P
Suprapto H. Suhartatidan Widiyastuti T. 2013. Kecernaanseratkasar complete feed limbahjeramidengansumber protein berbeda pada kambing peranakan etawalepassapih. JurnalIlmuPeternakan 1:938-946.
Tilley. JMA dan RA. Terry. 1963. A two stage technique for the in vitro digestion of forage crops. Journal of the British Grassland Society 18:104-111
Tilman AD. 1991. KomposisiBahanMakananTernakUntuk Indonesia. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Tillman AD., Hartadi H. Reksohadiprodjo S.Prawiro Kusuma S dan Lebdosoekoekojo S. 1998. IlmuMakananTernak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta
Tyas SIS. 2000. Studinetralisasilimbahserbuksabutkelapa(Cocopeat)sebagai media tanam. Skripsi. Bogor: InstitutPertanian Bogor, fakultasKehutanan.
Williamson G. danPayne, WJA. 1993. PengantarPeternakan di Daerah Tropis. Terjemahan Oleh S.G.N. Dwija, D. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Zumael Z. 2009. The Nutrient Enrichment of Biological Processing. Agricmed, Warsaw.










