Pengaruh Penggantian Tepung Ikan Dengan Daun Kelor Dalam Konsentrat Terhadap Konsumsi Dan Kecernaan Nutrient Ternak Kambing Yang Diberi Pakan Silase Rumput Kume Dan Daun Gamal
The Effect Of Replaced Fish Meal By Moringa Leaf Meal In Concentrate On Nutrient Consumption And Digestibility Of Goats Fed Mixture Silage Of Kume Grass-Gliriciadia Leaf
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i4.658Keywords:
silase, konsentrat, tepung ikan, tepung daun kelor, konsumsi dan kecernaan nutrientAbstract
Suatu penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian tepung ikan dengan tepung daun kelor dalam konsentrat ternak kambing yang diberi silase rumput kume dan daun gamal terhadap konsumsi dan kecernaan nutrient. Penelitian ini menggunakan 4 ekor kambing kacang yang berumur 1-1,5 tahun dan berat badan 19,95-22,30 kg dengan KV= 4,13 % sebagai ternak percobaan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan bujur sangkat latin dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. 4 perlakuan tersebut meliputi: K0 :silase rumput kume daun gamal + konsentrat mengandung 100% tepung ikan, K25: silase rumput kume daun gamal + konsentrat mengandung 75% tepung ikan, K50: silase rumput kume daun gamal + konsentrat mengandung 50% tepung ikan, K75 : silase rumput kume daun gamal + konsentrat mengandung 25% tepung ikan. Parameter yang diamati ialah konsumsi dan kecernaan nutrient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian tepung ikan dengan tepung daun kelor pada level berbeda mempengaruhi peningkatan konsumsi SK dan kecernaan BK, BO dan SK serta penurunan konsumsi BK, PK, BO dan kecernaan PK. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan nutrient. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung daun kelor sebagai sebagai pengganti tepung ikan dalam konsentrat dengan level yang berbeda tidak mempengaruhi konsumsi dan kecernaan nutrient kambing kacang serta dapat digunakan sampai pada level 75%.
Kata Kunci: silase, konsentrat, tepung ikan, tepung daun kelor, konsumsi dan kecernaan nutrient.
ABSTRACT
A study was conducted with the aim of measuring the effect of replacing fish meal with moringa leaf meal in
concentrate on consumption and nutrient digestibility of goats fed mixture silage of kume grass-gliriciadia leaf. Four male kacang goats aged 1-1,5 year with average of initial body weight of 21,14kg (coefficient of variation=4,13%) was used in the study. Research design used was latin square consist of 4 treatments and 4 periode as replication. The 4 treatments included: K0 = mixture silage of kume grass-gliricidia leaf + concentrate with containing 100% of fish meal; K25= mixture silage of kume grass-gliricidia leaf + concentrate with containing 75% of fish meal K50 = mixture silage of kume grass-gliricidia leaf + concentrate with containing 50% of fish meal; K75 = mixture silage of kume grass-gliricidia leaf + concentrate with containing 75% of fish meal. Parameter measured was nutrient consumption and digetibility. The result showed that replacement of fish meal with moringa leaf meal had effect on increase of crude fiber consumption and digestibility of dry and organic matter and crude fiber while decrease of dry and organic matter and crude fiber consumption and crude protein digestibility. Statistical analysis showed that the treatment had no effect (P>0,05) on nutrient consumption and digestibility. It can be concluded that the use of moringa leaf flour as a substitute for fish meal in concentrates with different levels does not affect the consumption and digestibility of kacang goat nutrients and can be used up to 75% level.
Â
Key word: mixture silage, concentrate, fish meal, moringan leaf meal, nutrient consumption.
References
Bamualim A, Saleh A, Fernandez PTh, Liem C. 1994. Produksi dan kualitas rumput alam sebagaimakanan ternak sapi di Nusa Tenggara. Pusat Investigasi Deseasi. Denpasar Bali. CHAPS Book A, pp, 202-229.
Boymau JS, Nikolaus TT, Abdullah MS. 2015. Substitusi Konsentrat Dengan Daun Kabesak Putih (Acacia Leucophloea Roxb) Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Ransum Pada Ternak Kambing Lokal Jantan. Jurnal Nukleus Peternakan. 2(2):164-169.
Chuzaemi S. 2012. Fisiologi Nutrisi Ruminansia. Universitas Brawijaya Press. Malang
Dami Dato TO. 1998. Pengelolaan rumput (Sorghum Plumosum var. Timorense) kering dengan fitrat abu sekam padi (FASP) terhadap perubahan komponen serat dan kecernaannya secara in vitro. Thesis Pasca Sarjana Universitas
Padjajaran. Bandung.
Despal. 2000. Kemampuan komposisi kimia dan kecernaan in vitro dalam mengestimasi kecernaan in vivo. Majalah Media Peternakan. Malang. 23(3): 84 – 88).
Faotlo DY, Nikolaus TT, Jalaludin. 2018. Substitusi Konsentrat Dengan Daun Kabesak Terhadap Kecernaan, Retensi Nitrogen, dan Total Digestible Nutrient Ternak Kambing. Jurnal Nukleus Peternakan. 5(2): 118-125.
Hadisutanto B, Badewi B, Absari WW. 2018. Kecernaan Serat Kasar Kambing Kacang Jantan Pada Kondisi Lingkungan yang Berbeda di Lahan Kering Kepulauan. Partner. 23: 657-661.
Hartati E, Saleh A, Kutipana NGD. 2009a. Pengaruh level penambahan seng pada pakan padat gizi mengandung minyak lemuru terhadap pertumbuhan dan kondisi fetus sapi bali pada akhir kebuntingan. Jurnal Produksi Ternak.
(1): 59-65.
Kartadisastra HR.1997. Penyediaan Dan Pengolahan Pakan Ternak Ruminansia. Kanisius. Yogyakarta.
Kearl LC. 1982. Nutrient Requirement of Ruminanton Devoloping Countries. International Feedstuffs Institute. Utah Agricultural Experiment Station. Utah State University. Logan Utah
Kleden M.M, Soetanto H, Kusmartono, Kuswanto. 2017a. Genetik Diversity Evaluation of Moringa Oleifera, Lam from East Flores Regency Using Maker Random Amplified Polimorfhic DNA (RAPD) and its Relationship to Chemical Composition and Invitro Gas Production. Agrivita Journal of Agricultural Science. 39(2):219-231.
Kleden MM, Soetanto H, Kusmartono, Kuswanto. 2017b. Contentration Of Progesterone and Prolactin Hormones and Milk Production Of New Zealand white Rabbits Doe Fed Moringa Leaves Meal. Mediteranean Journal Of Social
Science, 6(3):79-85
Koddang AYM. 2008. Pengaruh Tingkat Pemberian Konsentrat Terhadap Daya Cerna Bahan Kering Dan Protein Kasar Ransum Pada Sapi Bali Jantan Yang Mendapatkan Rumput Raja (Pennisetum Parpurephoides). ad libitum.
Jurnal Agroland. 15(4):343-348.
Lu CD, Kawas JR, Mahgoud OG. 2005. Fiber Digestion and Utilization in Goats. Small Rumin. Res. 60(1):45-52.
Martini, Sitompul S. 2015. Penetapan Serat Kasar Dalam Pakan Ternak Tanpa Ekstrak Lemak. Balai Penelitian Ternak Bogor. Bogor.
McDonald P, Edwards R, Greenhalgh J, Morgan C. 1994. Animal Nutrition. 6th Edition. Longman Scientific & Technical. New York.
Morand-Fehr P. 1981. Nutrition and Feeding of Goats. Application to Temperate Climatic Conditions in Goats Production. In C. Gall (Ed). Academi Press. New York.
Murni R, Akmal, Okrisandi Y. 2012. Pemanfaatan kulit buah kakao yang difermentasi dengan kapang panerochaete chrysosporium sebagai pengganti hijauan dalam ransum ternak kambing. Agrinak. 2 (1): 6-10.
Parakkasi A. 1999. Ilmu Nutrisi Dan Makanan Ternak, Ruminansia. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.
Paramita WL, Susanto WE, Yulianto AB. 2008. Konsumsi Dan Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Dalam Haylase Pakan Lengkap Ternak Sapi Peranakan Ongole. Media Kedokteran Hewan. 24(1): 59-62.
Pond WG, Church DC, Pond KR. 1995. Basic Animal Nutrition and feeding. 4th ed. Jhon Willey and Sons, Canada.
Puastuti W. 2005. Tolak Ukur Mutu Protein Ransum dan Relevansinya dengan Retensi Nitrogen serta Pertumbuhan Domba. Disertasi. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Purbowati E, Sutrisno CI, Baliarti E, Budhi SPS, Lestariana W. 2007. Pengaruh Pakan Komplit dengan Kadar Protein dan Energi yang Berbeda Pada Penggemukan Domba Lokal Jantan Secara Feedlot Terhadap KonversiPakan. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Bogor.
Rangkuti JH, 2011. Produksi Dan Kualitas Susu Kambing Peranakan Etawah (PE) Pada Kondisi Tatalaksana Yang Berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Ranjhan SK. 1980. Animal Nutrition In The Tropics. Vikas Publishing Hause P and TLtd. New Delhi.
Rohmah AN, Wahyono F, Achmadi J. 2020. Pengaruh Substitusi Bungkil Kedelai Dengan Daun Kelor (M. Oleifera) Terhadap Profil Darah Merah Kambing Pra-Sapih. Jurnal Sains Peternakan Indonesia. 15(1):29-36.
Steel dan Torrie. 1993. Prinsip Dan Prosedur Statistika Suatu Pendekatan Biometric. PT Gramedia
Pustaka Utama. Jakarta.
Sulastri S. 1984. Pengaruh Tingkat Pemberian TepungmDaun Gamal Dalam Ransum Terhadap Komponen Tubuh Dan Karkas. Karya Ilmiah. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Suparman, Hafid H, La OB. 2016. Kajian pertumbuhan dan produktivitas kambing peranakan ettawah jantan yang diberi pakan berbeda. JITRO. 3(3):1-9.
Sutardi T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Departemen Ilmu Makanan Ternak. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Tillman E, Hartadi H, Reksohadipradjo S, Labdosoeharjo S. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Tim Penulis Agriflo. 2012. Sapi-dari Hulu Ke Hilir Dan Info Mancanegara. (Agriflo) Penebar Swadaya. Jakarta.
Yulianti G, Dwatmadji, Suteky T. 2019. Kecernaan protein kasar dan serat kasar kambing peranakan ettawa jantan yang diberi pakan fermentasi ampas tahu dan bungkil inti sawit dengan imbangan yang berbeda. Jurnal Sains
Peternakan Indonesia. 14(3): 272-281.
Yusmadi. 2008. Kajian mutu dan palatabilitas silase dan hay ransum komplit berbasis sampah organic primer pada kambing PE. Tesis. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Yusuf Ardianah. 2001. Kandungan Protein Kasar Dan Serat Kasar Pada Silase Campuran Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum Schumacher & Thonn) Dengan Legum. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Makasar.
Van Soest PJ, 1982. Nutritional Ecology of the Ruminant. Commstock Publishing ssociates. Adevision of Cornell University Press. Ithacaand London










