Pengaruh Pakan Konsentrat Mengandung Tepung Tongkol Jagung Biokonversi Dengan Saccaromyces Cerevisae Terhadap Respon Fisiologis Sapi Bali Penggemukan

The Effect Of Concentrate Feed Containing Bioconverted Corn Cobs Flour With Saccaromyces Cerevisae On The Physiological Response Of Bali Cattle Fattening

Authors

  • Atarius Malo Natara Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Sukawaty Fattah Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Heroini T. Handayani Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v3i4.665

Keywords:

tongkol jagung, biokonversi, Saccharomyces cerevisiae, konsentrat, sapi Bali

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi pakan konsentrat mengandung tepung tongkol jagung hasil biokonversi saccharomyces cerevisiae terhadap sapi Bali penggemukan di tingkat peternak. Ternak yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 4 ekor sapi jantan bakalan pada kisaran umur 1 - 1,5 tahun dengan kisaran berat badan 148 – 156 kg dengan rataan 151,63 kg. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan. Rancangan

yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Perlakuan dimaksud adalah P0 = pakan pola peternak + konsentrat tanpa tongkol jagung terbiokonversi; P1 = Pakan pola peternak + konsentrat mengandung  10% tongkol jagiung terbiokonversi; P2 = pakan pola peternak + konsentrat  mengandung 20% tongkol jagung terbiokonversi; P3 = pakan pola peternak + 30% tongkol jagung terbiokonversi. Variabel yang diukur adalah status fisiologis (suhu rektal, denyut nadi, frekuensi pernapasa). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis of varians (anova). Nilai ratarata suhu rectal (P0 = 37,82 ± 0.34; P1 = 37,82 ± 0.55; P2 = 38,24 ± 0.42; P3 = 37,68 ± 0.35) denyut nadi (P0 = 71,83 ± 6.82; P1 = 70,75 ± 7.21; P2 = 72,83 ± 6.97; P3 = 72,58 ± 6.92 dan frekuensi pernapasan  (P0 = 29,58 ± 3.0; P1 = 34,42 ± 3.98; P2 = 35,17 ± 3.04; P3 = 34,92 ± 2.18. Hasil analisis statistic menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata  (P>0,05)  terhadap status fisiologis ternak sa[I Bali penggemukan. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan konsentrat yang mengandung tepung tongkol jagung hasil biokonversi Saccharomyces cerevisiae masih berada dalam kisaran normal ternak sapi Bali penggemukan dengan level berbeda.

Kata kunci: tongkol jagung, biokonversi, Saccharomyces cerevisiae, konsentrat, sapi Bali

 

The purpose of this study was to determine the effect of concentrated feed supplementation containing corn cob flour bioconversion results from saccharomyces cerevisiae Bali cattle fattening at farmer level. Four bulls aged 1 - 1.5 years with initial body weight 148-156 kg were used. Research design used was latin square 4x4 consist of 4 treatment and 4 periode as replication. The treatments used were P0 = farmer pattern diet + concentrate without corn cob bioconverted, P1= farmer pattern diet + concentrate containing 10% corn cob bioconverted, P2=farmer pattern diet + concentrate containing 20% corn cob bioconverted, P3= pattern feed farmer + concentrate contains 30% corn cob bioconverted. The variables measured were rectal temperature, pulse, respitratory rate.  Data obtained then analysed by Analysis Of Variance (ANOVA) From the results of this study hei rectal temperature (P0=37,82±0.34; P1=37,82±0.55; P2= 38,24±0,42; P3=37,68±0.35), pulse (P0=71,83±6,82; P1=70,75±7,21; P2=72,83±6,97; P3=72,82±6,92 ) and respiratory rate (P0= 29,28±3.0; P1=34,42±3,98; P2=35,17±3,04; P3= 34,92±2,18). Statistical analysis showed that the treatment had no significant effect (P> 0.05) physiological status of Bali cattle. As a conclusion that providing of  concentrate feed containing corn cob flour produced bioconversion by Saccharomyces cerevisiae was still in the normal range of physiological status of fattening Bali cattle.

Keywords: concentrate, fermented corn comb flour, bioconversion, Saccharomyces cerevisiae, Bali cows

 

Author Biographies

Atarius Malo Natara, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Sukawaty Fattah, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Heroini T. Handayani, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

References

Agus F, dan Subika M. 2008. Lahan Gambut Potensi untuk Pertanian dan aspek lingkungan. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Alzahra W. 2010. Pengaruh lingkungan mikroklimat terhadap respon fisiologis sapi Bali pada bahan atap kandang yang berbeda. Bogor. (ID) : institut pertanian Bogor.

Anton A, Kasip LM, Wirapbribadi L, Depamede SN, Asih ARS. 2016. Perubahan status fisiologis dan bobot badan sapi bali bibit yang diantarapulaukan dari pilau lombok ke kalimantan Barat. J Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia.

Bamualim A and Wirdayati RB. 2003. Nutrition and management strategies to improve Bali cattle productivity in Nusa Tenggara. ACTAR Proceedings, 17-22.

Darmadja SGND. 1980. Setengah Abad Peternakan Sapi Tradisional dalam Ekosistem Pertanian di Bali (Desertasi) Bandung : Program Pasca sarjana. Universitas Pajajaran.

Mc Dowel, 1972. Respon fisiologis ternak kambing yang dikandangkan dan ditambahkan terhadap konsumsi pakan dan air minum. Jurnal argoforesti.1.(1)

Fattah S. 1998. Productivitassapi Bali yang dipelihara di padang pengembalaan alam (Kasus OESU’U NTT).

Hattu GHC. 1988. Daya tahan panas Sapi Bali di Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Undana Kupang. Nusa Tenggara Timur.

Isnaeni, Wiwi, Fisiologi Hewan, Yogyakarta : Kanisius, 2006.

Irawadi TT. Selulase. PAU – Biotek. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Jelantik IGN, Mullik ML dan Copland RR, 2009. Cara Praktis Menurunkan Angka Kematian dan Meningkatkan Pertumbuhan Pedet Sapi Bali melalui Pemberian Pakan Suplemen, Undana Press, Kupang.

Kelly CF, Bond TE, and Ittner NR. 1984. Water cooling for livestock in hot climates. Agr. Pp 36:173-175.

Liwa AM. 1990. Produktivitas Sapi Balidi Sulawesi Selatan. PhD, Thesis.Fakultas Pasca Sarjana, IPB.

Niniek K, Ahmad M dan Acmanto YP. 1998. Pemanfaatan Daun Gliricidia maculate Sapi Perah Lakatse. Dalam Proc Peternakan Ilmu Ruminansia.

Preston TR and Leng RA. 1987. Matching Ruminant Production System with Available Resources in The Tropic and Sub-Tropics. Penambul Books. Armidale, Australia.

Santoso, 2006 Teknologi pengawetan bahan segar. Labotarium Kimia Pangan Faperta Uwiga Malang.

Septyana y, Rais SIA, fajar MY, Isroli I. 2006. Korelasi umur terhadap respon fisiologis pedet sapi perah (Seminar Nasional Program Studi Peternakan UNS) Semarang (ID) : UNS Pr

Sobang YUL. 2005. “Keragaan dan Strategi Pengembangan Ternak Ruminansia di NTTâ€. Prosiding: Seminar Nasional Peternakan. Kupang, 30 Sep-02 Okt 2005. Editor ; Dr. Kartiaso. ISBN:979:97017-5-9. Hal: 96-109.

Shofiyanto, Edy M. 2008. Hidrolisa Tongkol Jagung oleh Bakteri Selulolitik Untuk Produksi Bioetanol Dalam Kultur Campuran. Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Bogor.

Sobang YUL. 2003. Kinerja fisiologis, hemotalogis dan produksi sapi Bali penggemukan yang diberi pakan konsentrat lokal ditingkat peternak. Laporan penelitian. Fakultas Peternakan Undana Kupang.

Sobang YUL. 2005. “Karakteristik Sistim Penggemukan Sapi Pola Gaduhan Menurut Zona Agroklimat dan Dampaknya terhadap Pendapatan Petani Di Kabupaten Kupang NTTâ€. Bulletin Nutrisi, Volume 8 Nomor 2 . Maret 2002, ISSN: 1410-61921, Hal :71-76.

Suri Wiria 1990. Pengantar Biologi. Umum. Penerbit Angkasa

Steel RGD dan Torrie JH. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Sugeng YB. 2006. Sapi Potong. Penebar Swadaya, Jakarta.

Tillman AD, Hartadi H, Prawirokusumo S, Rekso hadi projo S dan Lebdosoekojo S. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. University Gadjah Mada Press. Yogyakarta.

Tangendjaja B dan Wina E, 2006. Limbah Tanaman Dan Produk Samping Industri Jagung Untuk Pakan. Balai Penelitian Ternak : Bogor.

Williamson G dan Payne WJA. 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis (Diterjemahkan oleh S.G.N.D. Darmadja). Edisi ke-1. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Wardhani NK dan Musofie A. 1991. Jerami jagung segar, kering dan teramonisiasi sebagai pengganti hijauan pada sapi potong. Jurnal Ilmiah Penelitian Ternak Grati. 2. (1):1-5.

Williamson G dan Payne WJA. 1993 Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Edisi Ketiga (Terjemahan) Gajah Mada University Press. Yogyakarta..

Yulistiani D. 2010. Fermentasi Tongkol Jagung (kecernaan>50%) dalam Ransum Komplit Komposi Sumatera dengan Laju Pertumbuhan>125 gram/hari. Program Insentif RisetTerapan. Bala Penelitian Ternak. Bogor.

Downloads

Published

2021-12-13

Issue

Section

Articles