Kaji Banding Keuntungan Peternak Babi Skala Rumah Tangga Pada Dua Pola Pemeliharaan Yang Berbeda Di Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai
Comparative Study of Household Scale Pigs Incomeon Two Different Raising Patterns at West ReokSubdistrict ofManggaraiRegency
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i4.689Keywords:
kaji banding, keuntungan peternak, babi, skala rumah tangga, pola pemeliharaan yang berbedaAbstract
ABSTRAK
Pola pemeliharaan ternak babi yang berbeda akan berpengaruh terhadap tingkat keuntungan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) menganalisis kaji banding pendapatan peternak babi skala rumah tangga pada pola pemeliharaan yang berbeda. 2) menganalisisfaktor-faktor yang mempengaruhipendapatanpeternakbabipadapolapemeliharaan yang berbeda. Metode penelitian ini adalah metode survei, sedangkan metode analisis mencakup metode kuantitatif dan metode kualitatif. Penelitianinitelahdilaksanakandi KecamatanReok Barat. Kabupaten Manggarai. Penelitian dilakukan selama enam bulan mulai dari tahap persiapan, pengumpulan data, analisis data. Pengumpulan data dilaksanakan selama satu bulan yaitu pada bulan Desember 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pendapatan peternak babi pola penggemukan lebih besar dari pada pola pembibitan, 2) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan usaha ternak babi pola pembibitan adalah biaya bibit dan biaya pakan sedangkan pada pola penggemukan faktor yang berpengaru hterhadap pendapatan adalah biaya bakalan dan biaya pakan.
Kata Kunci: kaji banding, keuntungan peternak babi, skala rumah tangga, pola pemeliharaan yang berbeda.
Â
ABSTRACT
Different pattern of raising pigs influences the income levels. The aims of this study were to: 1) analyze the comparative study of the household-scale pig income on different raising patterns; and 2) analyze the factors that affected the pig income on different raising patterns.The research method applied was survey, while the method of analysis comprises quantitative and qualitative method. This research was conducted in West Reok Subdistrict of Manggarai Regency for six months covers some stages namely preparation, data collection, data analysis, writing, and examinations. Data were collected on December 2020.The study was indicated that: 1) the farmers’ income gainedfrom the fattening pattern was higher than that of the breeding pattern; 2) factors influenced the income of the breeding pattern were the costs of breed and feed, while the factors influenced the income of the fattening pattern were the costs of piggery and feed
Key-words: comparative study, pig farmers’ income, household scale, pig breeding and fattening patterns.
Â
References
Azis FA, Liman, dan Widodo Y. 2013. Potensilimbahpadisebagaipakansapibali di DesaSukoharjo II KecamatanSukoharjoKabupatenPringsewu. Fakultas Pertanian Universitas Lampung.
Badan Pusat Statistik,Kabupaten Manggarai, 2019.Ruteng Kecamatan Reok Barat dalam Angka 2018. Ruteng: BPS Kabupaten Manggarai
Hadi PUdan Ilham N 2002. Problem dan prospek pengembangan usaha pembibitan sapi potong di Indonesia.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 21(4): 148157.
Hardyastuti. 2011. Kajian biaya produksi pada usaha ternak babi. Jurnal Sosek Peternakan Universitas Brawijaya Malang. Volume 12 N0. 1.
Putri AD, 2013. Pengaruh umur, pendidikan, pekerjaan terhadap pendapatan rumah tangga miskindi Desa Bebandem. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol. 2, No. 4.
Putri MAD. 2017. Pengaruhpengalaman kerja, penilaian prestasi kerja dan hubungan kerja terhadap kinerja karyawandi Pt. Jasaraharja Putera Cabang Pekanbaru. JOM Fekon Vol.4 No1.
Rahmah UIL. 2014. Hubungan antara karakteristik dengan respon peternak terhadap introduksi teknologi inseminasi buatan (IB) pada ternak domba (Studi kasus di Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka). Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Volume 2 Nomor 2.
Riady M. 2004. Tantangan dan Peluang Peningkatan Produksi Menuju Tahun 2020.Jakarta: Dirjen Bina Produksi Peternakan.
Sadhu ATT, Inggriati NWT, dan Suparta N. 2018. Hubungan antara penerapan panca usaha peternakan babi dengan tingkat pendapatan peternak plasma pada pola kemitraan PT. Charoen Pokphand di Bali. Jurnal of Tropical Animal Science 6 (1): 65-82.
Sinulingga YP, Santa NM, Kalangi LS, dan Manese MAV. Analisis pendapatan usaha ternak babi di Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa. Jurnal Zootec 41 (2): 471-481.
Soekartawi. 2006.Analisis Usahatani.Jakarta: UI Press.
Sudjana. 1992. MetodaStatistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2015. MetodePenelitian Pendidikan (PendekatanKuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV
Alfabeta
Sukanata IW, Astawa A, Budaarsa KM, dan Budiasa M. 2014. Analisis usaha penggemukan babi bali yang menggunakan ransum non konvensional. Neliti 20 (2): 1-10.
Sukanata IW, Putri BRT, Suciani, dan Suranjaya IG. 2017. Analisis pendapatan usaha penggemukan babi bali yang menggunakan pakan komersial (studi kasus di desa Gerokgak-Buleleng). Neliti 20 (2): 60-63.
Suranjaya M, Dewantari I, ParimarthaKW,dan Sukanata WI. 2017. Profilusaha peternakan babi skala kecil di Desa Puhu Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar. Fakultas Peternakan Universitas Udayana.
Suranjaya IG. 2011. Deskripsi dan analisis faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan peternak
pada usaha penggemukan sapi baliberskala kecil. Majalah Ilmiah Peternakan Volume 14 Nomor 1. Fakultas Peternakan Universitas Udayana.
Warouw ZM, Panelewen VVJ, dan Mirah AD. 2014. Analisis usaha peternakanbabipada perusahaanKaseweanKakaskasen II KotaTomohon. JurnalZootec 34(1): 92-102.
Wunda AB, Keban A, Nalle AA. 2014. Kontribusi usaha ternak babi terhadap pendapatan rumah tangga peternak di Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya. Jurnal Nukleus Peternakan 1 (2): 100-107.
Yusdja YH, Malian, Winarso B, Sayuti dan AS Bagyo. 2001. Analisis kebijakan pengembangan agribisnis komoditas unggulan peternakan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Litbang Pertanian-Bogor.
Yusdja Y. dan Ilham N. 2004. Tinjauan kebijakan pengembangan agribisnis sapi potong. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian 2(2): 167-182.










