Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Terhadap Kualitas Kimia dan Organoleptik Bakso Daging Ayam Petelur Afkir

The Effect Of Addition Of Moringa leaves Flour(Moringa Oleifera Lam) On The Chemical And Organoleptic Quality Culling Laying Chicken Meatball

Authors

  • Ruth Ariesta Djawa Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana
  • Bastari Sabtu Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Heri Armadianto Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v3i4.694

Keywords:

Bakso, ayam petelur afkir,, Tepung daun kelor, kualitas kimia, organoleptik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap kadar air, protein, lemak, aktivitas antioksidan, kolesterol, serta aspek organoleptik dari bakso daging ayam petelur afkir. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah daging ayam petelur afkir, tepung daun kelor, tepung tapioka dan bumbu dapur seperti, bawang merah, bawang putih, garam dan merica. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah, P0 : Adonan bakso tanpa penambahan tepung daun kelor (kontrol), P1 : Adonan  bakso dengan penambahan tepung daun kelor 5g,  P2 : Adonan bakso dengan penambahan tepung daun kelor 7,5g dan P3: Adonan bakso dengan penambahan tepung daun kelor 10g. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung daun kelor pada bakso ayam petelur afkir  berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein, aktivitas antioksidan, kadar lemak, kolesterol dan uji organoleptik memberikan pengaruh nyata terhadap aroma, warna dan rasa. Kadar air, protein, aktivitas antioksidan mengalami peningkatan dibandingkan perlakuan kontrol (P0) sedangkan kadar lemak, kolesterol, aroma, warna dan rasa mengalami penurunan dibandingkan perlakuan kontrol (P0). Kesimpulannya, penambahan tepung daun kelor pada bakso ayam petelur afkir mampu meningkatkan kadar air, kadar protein, aktivitas antioksidan sedangkan kadar lemak, kolesterol,  aroma, warna dan rasa menurun dan level terbaik ditunjukkan perlakuan penambahan tepung daun kelor 10g menghasilkan karakteristik kimia bakso ayam petelur afkir yang baik.

 

Kata kunci: Bakso,  ayam petelur afkir, Tepung daun kelor, kualitas kimia, organoleptik,

 

ABSTRACT

                    This research aims to measure the effect and the best level, the addition of Moringa leaves to moisture, protein, fat, antioxidant activity, cholesterol, and organoleptic aspects. The materials used in the research were culling laying chicken meat, Moringaleaves  flour, tapioca flour and herbs such as shallots, garlic, salt, pepper. The method used in thisresearch was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications of the treatment P0: Meatball mixture without the addition of Moringa leavesflour (control) P1: Meatball dough with the addition of 5g Moringa leaves flour P2: Meatball dough with add leaves flour Moringa 7.5g P3: Meatball dough with the addition of 10g Moringa leaves flour. The results showed that the addition of Moringa leaves flour to the refined layer chicken meatballs had a significant effect on air content, protein content, antioxidant activity, fat content, cholesterol and for organoleptic tests had a significant effect on aroma, color and taste. Where the water content, protein, activity increased compared to the control (P0) while the levels of fat, cholesterol, aroma, color and taste decreased compared to the control (P0). In conclusion, the addition of Moringa leaves flour to the refined laying chicken meatballs was able to increase air content, protein content, antioxidant activity while decreasing fat, cholesterol, aroma, color and taste levels. The best level of addMoringa leaves flour was at 10g treatment to produce good chicken meatball chemistry, but for taste, aroma, and color the best level was at 5g treatment.

Keyword: meatball, culling laying chicken, Moringa leaf flour

Author Biographies

Bastari Sabtu, Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Heri Armadianto, Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

References

AOAC, Association Of Afficial Analytical Chemist. 2005. Official Methods Of Analiysis. Association Of Official Chemist, Washington DC.

Anwar FS, Latif S, Ashraf M, Gilani AH. 2007. Moringa oleifera: a food plant with multiple medicinal uses. Phytother. Res. 21, 17–25

Badan Standarisasi Nasional. 2014. Standar Nasional Indonesia. SNI 01-3818-2014. Bakso daging. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta

Badan Pusat Statistic. 2020. Populasi Ayam Ras PetelurMenurut Provinsi (Ekor). https://www. Bps.go.id/indicator/24/477/1/populasi ayam ras petelur menurut provinsi. Html ( Diakses pada tanggal 24 Maret 2021)

Candra FN, Riyadi PH, Wijayanti I. 2014. Pemanfaatan karagenan (Euchemacottoni) sebagai emulsifier terhadap kestabilan bakso ikan nila (Oreochromis nilotichus) pada penyimpanan suhu dingin. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. 3(1) : 167-176.

Ilona AD, Rita I. 2015. Pengaruh penambahan ekstrak daun kelor dan waktu inkubasi terhadap sifat organoleptik yoghurt. Jurnal Tata Boga 4(3).151-159.

Misra S, Misra MK. 2014. Nutritional evaluation of some leafy vegetable used by the tribal and rural people of south Odisha, India. Journal of Natural Product and Plant Resources, 4, 23-28.

Nurlaila S, Amiruddin A. 2016. Pengembangan produk sosis fungsional berbahan dasar ikan tenggiri (Scomberomorus sp) dan tepung daun kelor (Moringa oleifera L). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian (2) :105-113

Prajapati RD, Murdia PC, Yadav CM, Chaudhary JL. 2003. Nutritive value of drumstick (Moringa oleifera) leaves in sheep and goats. Indian Journal of Small Ruminants. (2): 136-137

Prakash A.2001. Antioxidant Acitivity, Med Lab Anal Prog. 19(2): 1-6

Rosyidah AZ, Ismawati R. 2015. Studi tentang tingkat kesukaan responden terhadap penganekaragaman lauk pauk dari daun kelor (Moringa oleivera). Jurnal Tata Boga, 5(1)

Zakaria N, Tamrin A. (2016). Pengaru hpenam bahan tepung daun kelor terhadap daya terima dan kadar protein mie basah. Media Gizi Pangan, 21(1), 73-78.

Siska MN, Lontaan, Sakul S, Mirah ADp. 2013 . Sifat Fisiko-Kimia Dan Mutu Organoleptik Bakso Broiler Dengan Menggunakan Tepung Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L). Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal Zootek (“Zootekâ€Journal), 32(5):1-13

Soeparno, 2009. Ilmu dan teknologi daging. Universitas Gajah Mada press, YogyakartaSreelatha S, Padma PR. 2009. Antioxidant Activity and Total Phenolic of Moringa oleifera Leaves in Two Stage of Maturity. Plant Foods Hum Nutr. 64, 303-311.

Sri Wahyu, Andi SFA, Indah C. 2019. Efektivitas ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap penurunan kadar kolestrol total pada tikus putih (Rattus novergicus). Jurnal Kedokteran 1(1).

Sumarno, Puspita T, Wahyuningsih R. 2013. Peran Antioksidan Pada ekstrak tepung daun kelor (Moringa Oleifera) terhadap kadar MDA pada tikus Ratus novergicus strain Wistar yang dipapari asap rokok akut. Jurnal Ilmu Gizi Kesehatan Laboraturium Biomedik FKUB Malang.

Teixeira EMB, Carvalho MRB, Neves VA, Silva MA, Arantes-Pereira LA. 2014. Chemical charactheristic and fractionation of proteins from Moringa oleifera Lam. leaves. Food Chemistry 147 :51-54

Verma, AR, Vijayakumar M, Mathela CS, Rao CV. 2009. In vitro and in vivo antioxidant properties of different fractions of Moringa oleifera leaves. Food Chem. Toxicol. 47, 2196– 2201.

Winarno FG.2002. Kimia Pangan Dan Gizi. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.Jakarta.

Winarno FG, Pangan K. 2004. Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka utama.

Yameogo WC, Bengaly DM, Savadogo A, Nikièma PA, Traoré SA. 2011. Determination of chemical composition and nutritional values of moringa oleifera leaves. Pakistan. Journal of Nutrition 10 (3): 264- 268

Downloads

Published

2021-12-13

Issue

Section

Articles