Pengaruh Penambahan Tepung Tongkol Jagung Hasil Fermentasi EM4 Dalam Pakan Konsentrat Terhadap Perubahan Komposisi Nutrisi

Effect of Addition of Corn Cob Fermented by EM4 In Concentrate Feed on Changegng of Nutrition Composition

Authors

  • Aryanto Blegur Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Sukawaty Fattah Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana
  • Grace Maranatha Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v3i4.821

Keywords:

tongkol jagung, fermentasi, EM4, konsentrat, kandungan nutrisi, In-vitro

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Kimia Pakan Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang selama 5 minggu yang terbagi dalam 2 minggu tahap persiapan bahan dan pra penelitian, 1 minggu tahap fermentasi tepung tongkol jagung serta 2 minggu tahap pencampuran pakan konsentrat dan analisis sampel di laboratorium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh level penambahan tepung tongkol jagung hasil fermentasi EM4 (Effective Microorganisme) terhadap perubahan kandungan protein kasar, serat kasar dan lemak kasar pakan konsentrat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan tersebut adalah: R0 = Pakan konsentrat tanpa tongkol jagung terfermentasi; R1 = Pakan konsentrat mengandung 10% tongkol jagung terfermentasi; R2= Pakan konsentrat mengandung 20% tongkol jagung terfermentasi; R3 = Pakan konsentrat mengandung 30% tongkol jagung terfermentasi. Variabel yang diamati adalah kandungan protein kasar, serat kasar, dan lemak kasar. Hasil  analisis ragam(ANOVA) menunjukkan bahwa penggunaan EM4 berpengaruh nyata (P <0,05) terhadap komposisi nutrisi (protein kasar, serat kasar, lemak kasar)  secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung tongkol jagung fermentasi dengan level yang berbeda memberikan perbedaan terhadap kandungan serat kasar dan lemak kasar, penambahan tepung tongkol jagung fermentasi mampu mensubtitusi dedak padi dan jagung giling hingga level 20% terhadap penurunan kandungan serat kasar dan peningkatan kandungan lemak kasar pakan konsentrat.

Kata kunci : tongkol  jagung, fermentasi, EM4, konsentrat, kandungan nutrisi,   In-vitro

 

 ABSTRACT

This research has been carried out at the Feed Chemistry Laboratory, Faculty of AnimalHusbandry, Nusa Cendana University, Kupang for 5 weeks, divided into 2 weeks of material preparation and pre-research stages, 1 week of corn cob flour fermentation stage and 2 weeks of mixing concentrate feed and sample analysis in the laboratory. The purpose of this study was to determine the effect of the level of addition of  EM4 (Effective Microorganisme) fermented corn cob flour to changes in crude protein content, crude fiber and crude fat concentrate feed. The method used is an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments are: R0 = Concentrate feed without fermented corn cobs; R1 = Concentrate feed containing 10% fermented corn cobs; R2 = Concentrate feed containing 20% ​​fermented corn cob; R3 = Concentrate feed containing 30% fermented corn cobs. The variables observed were crude protein, crude fiber, and crude fat. Variance analysis results showed that the use of Em4 significantly affected (P <0.05) the nutritional composition (crude protein, crude fiber, crude fat) in vitro. The results showed that the addition of fermented corn cob flour with different levels gave a difference to the content of crude fiber and crude fat, the addition of fermented corn cob flour was able to substitute rice bran and ground corn to a level of 20% to decrease in crude fiber content and increase in crude fat content of feed concentrate.

Keywords: corn cob, Em4, fermentation, concentrate, nutrition composition, In-vitro

Author Biographies

Aryanto Blegur, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Sukawaty Fattah, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Grace Maranatha, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana

References

Anggorodi R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum.Cetakan kelima. Penerbit PT. Gramedia. Jakarta.

Association of Offocial Analytical Chemist. 1993. Official Method of Associationof Offocial Analytical Chemist. 12t H Edition.Published by Association of Offocial Analytical Chemist. Benjamin Franklin Station. Washington.

Bureenok S., C. Yuangklang, dan K. Vasupen. (2012). The Effect of Additives in Napier Grass Silages on Chemical Composition, Feed Intake, Nutrient Digestibility and Rumen Fermentation. J.Anim. Sci. Vol. 25(9):1248-1254

Badan Pusat Statistik NTT, 2016. Nusa Tenggara Timur Dalam Angka. 2015

Crowder LV. And Chheda, HR 1982. Tropical Grassland Husbandry. Longman Group Ltd. London and New York.

Gomez KA. Dan Gomez,AA1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. (Terjemahan). E. Syamsudin dan J. S. Baharsjah. UI Press. Jakarta. Halaman 698.

Guntoro S., 2008. Membuat Pakan Ternak dari Limbah Perkebunan. Cetakan Pertama. PT Agromedia pustaka, Jakarta.

Hanafi A., 2008. Peningkatan Nilai Nutrisi Empulur Sagu (Metroxylon sp) sebagai Bahan Pakan Monogastrik melalui Teknologi Fermentasi Menggunakan Aspergillus niger. Skripsi.IPB, Bogor, Indonesia.

Muhakka A., Wijaya and Ammar, M 2015 Nutritional Dried Matter, Crude Protein and Crude Fiber on Lowland Tidal Grass Fermented by Probiotic Microorganisms for Use Bali Cattle Feed. Animal Production 17(1):24-29

Ranchman A. 1989. Pengantar Teknologi Fermentasi. Bogor.IPB

Rohaeni, ES A., Subhan dan Darmawan,A 2006. Kajian penggunaan pakan lengkap dengan memanfaatkan janggel jagung terhadap pertumbuhan sapi. Pros. Lokakarya Nasional Jejaring Pengembangan Sistem Integrasi Jagung Sapi. Pontianak, 9 – 10 Agustus 2006. Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 185 – 192.

Sumadi A., Subrata dan Sutrisno. 2017. Produksi Protein Total dan Kecernaan Protein Daun Kelor Secara In Vitro.

Tilman AD., Hartadi H., Reksohadiprojo., S & Lebdosukoyo., S 2005. Ilmu Makan Ternak Dasar. Yogyakarta: Fakultas Peternakan. Gadhja mada University Press.

Van Soest PJ., 1984. The Nutritional Ecology Of The Ruminant. O And B. Books, Corvallis, Oregon.

Widyobroto BS., Padmowijoto, dan Utomo., R 1994. Penduga Kualitas Protein Bahan Pakan. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan Gadjahmada, Yogyakarta.

Yulistiani D. 2010.Fermentasi Tongkol Jagung “Kecernaan >50% dalam ransum komplit domba komposit Sumatra dengan laju pertumbuhan >125 gram/hari. Program Insentif Riset Terapan. Balai Penelitian Ternak. Bogor.

Downloads

Published

2021-12-13

Issue

Section

Articles