Pengaruh Substitusi Tepung Ubi Kayu (Manihot utilissima) dengan Bonggol Pisang sebagai Sumber Energi Alternatif terhadap Kinerja Produksi Sapi Bali Penggemukan Pola Peternak
The Effect of Substitution Cassava Flour (Manihot utilissima)with Banana weevil as an Alternative Energy Source on Production Performance of Cattle Fattening Bali Breeder
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v3i4.908Keywords:
sapi Bali jantan, konsentrat, Kinerja Produksi, Ubi Kayu, Bonggol Pisang.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level substitusi tepung ubi kayu (Manihot utilissima) oleh bonggol pisang sebagai sumber energy alternative terhadap kinerja produksi sapi bali penggemukan pola peternak. Ternak yang digunakan adalah 4 ekor sapi Bali pada kisaran umur ± 1,5 tahun dengan bobot badan 133-155kg dengan rataan±Simpangan Baku (SB) 144kg±10,2 KV 6%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Adapun perlakuan tersebut adalah: P0; Ransum pola peternak + konsentrat (bonggol pisang 40% dan ubi kayu 60%). P1; Ransum pola peternak + konsentrat (bonggol pisang 50% dan ubi kayu 50%). P2; Ransum pola peternak + konsentrat (bonggol pisang 60% dan ubi kayu 40%). P3; = Ransum pola peternak + konsentrat (bonggol pisang 70% dan ubi kayu 30%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot badan harian P0(0,44kg/e/h), P1(0,43kg/e/h), P2(0,40kg/e/h), P3(0,38kg/e/h), konversi ransum P0(7,65), P1(7,87), P2(8,41), P3(8,95), efisiensi ransum P0(13,07%), P1(12,75%), P2(11,94%), P3(11,,22%). Hasil analisis statistic menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan harian, konversi ransum dan efisiensi ransum. Kesimpulan: bahwa tepung bonggol pisang mampu mengantikan tepung ubi kayu sampai 50% dari proporsi tepung ubi kayu dalam campuran Ransum konsentrat sumber energy sebanyak
Kata Kunci: Bonggol pisang, Kinerja produksi, Konsentrat, Sapi, Substitusi, Ubi kayu,
Â
study aims to determine the effect of substitution level of cassava flour (Manihot utilissima) by banana weevil as an alternative energy source on production performance. balicattle breeder pattern fattening. The livestock used were 4 Bali cattle at an age range of ± 1.5 years with a body weight of 133-155kg with an average ± Standard Deviation (SB) of 144 kg ± 10.2 KV 6%. This study used a Latin Square Design (LSD) consisting of 4 treatments and 4 periods as replication. The treatments are: P0; Farmer pattern ration + concentrate (40% banana weeviland 60% cassava). P1;Farmer pattern ration + concentrate (50% banana weevil and 50% cassava). P2;Farmer pattern ration + concentrate (60% banana weeviland 40% cassava). P3;=Farmer pattern ration + concentrate (70% banana weevil and 30% cassava). The results showed that the daily body weight gain P0(0,44kg / e / h), P1(0,43kg / e / h), P2(0,40kg / e / h), P3(0,38kg/e/h), ration conversion P0(7.65), P1(7.87), P2(8.41), P3(8.95), ration efficiency P0(13.07%) , P1(12.75%), P2(11.94%), P3(11:22%). The results of statistical analysis showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on daily body weight gain, ration conversion and ration efficiency. Conclusion: that banana weevil flour is able to replace cassava flour up to 50% of the proportion of cassava flour in a mixture of 45% energy source concentrate rations.
Keywords: Banana weevil, Production performance, Concentrate, Cow, Substitution, Cassava
References
Anggorodi, H R. 1995. Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Asrul. 2017. “Analisis Efisiensi Pakan Konsentrat yang disubtitusi Tongkol Jagung.†SKRIPSI. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. http://repositori.uin-alauddin.ac.id/id/eprint/9136.
Bogart, R, dan R E Taylor. 1983. Scientific Farm Animal Production. 2 ed. Minnespolis. Minnesota: Burgess Publishing Company.
Budiari, Ni Luh Gede, I Putu Agus Kertawirawan, I Nyoman Adijaya, Dan, dan I Made Rai Yasa. 2018. “Pengaruh Pemberian Konsentrat Terhadap Pertumbuhan Dan Kecernaan Pakan Pada Penggemukan Sapi Bali.†Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 23 (1): 83–92. https://doi.org/10.21082
/jpptp.v23n1.2020.p83-92.
Devri, Ayu Novtiana, Handoko Santoso, And, dan Muhfahroyin. 2020. “Manfaat Batang Pisang Dan Ampas Tahu Sebagai Pakan Konsentrat Ternak Sapi.†Biolova 1 (1): 1–6. http://scholar.ummetro.ac.id/index.php/biolova/article/view/33.
Dewayani, Ratih Eka, Halim Natsir, And, dan Osfar Sjofjan. 2015. “Pengaruh penggunaan onggok dan ampas tahu terfermentasi mix culture Aspergillus niger dan Rhizopus oligosporus sebagai pengganti jagung dalam pakan terhadap kualitas fisik daging ayam pedaging.†Ilmu Dan Teknologi Hasil Ternak 10 (1): 9–17.
Hartadi, H, S Reksohadiprojo, And, dan AD Tillman. 1997. Tabel Komposisi Pakan Untuk Indonesia. Cetakan Keempat. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press.
Kearl, L C. 1982. Nutrient Requirements of Ruminants in Developing Countries. Logan: The International Feedstuffs Institute, Utah State University.
Lesso, Yuskal A, Upik S Rosnah, dan Grace Maranatha. 2019. “Kinerja Produksi Sapi Bali Penggemukan Yang Mengkonsumsi Konsentrat Mengandung Tepung bonggol Pisang Terfermentasi dengan Pakan Basal Pola Peternak.†Jurnal Peternakan Lahan kering 1 (4): 596–601.
Mucra, Dewi Ananda. 2005. “Pengaruh Pemakaian Pod Coklat Sebagai Pengganti Jagung Dalam Ransum Terhadap Pertambahan Bobot Badan Dan Efisiensi Penggunaan Ransum Pada Sapi Brahman Cross.†Jurnal Peternakan 2 (2): 38–44. http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/peternakan/article/view/214.
Pangestu, E., T. Toharmat, Dan, dan U. H Tanuwiria. 2003. “Nilai nutrisi pakan berbasis limbah industry pertanian pada sapi perah laktasi.†J. Indon. Trop. Anim 28 (3): 166–71.
Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Paramita, Octavianti. 2011. “Identifikasi Kandungan Gizi Tepung Umbi – Umbian Lokal Indonesia.†Seminar Nasional “Wonderful Indonesia†1 (1): 7.
Pond, W G, D C Church, K R Pond, Dan, dan P A Schoknet. 2005. Basic Animal Nutriton and Feeding. Diedit oleh John Willey, And, dan Sons Inc. 5th Revise. New York.
Priyanto, Dwi. 2017. “Strategi Pengembalian Wilayah Nusa Tenggara Timur sebagai Sumber Ternak Sapi Potong.†Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 35 (4): 167. https://doi.org/10.21082/jp3.v35n4.2016.p167-178.
Sagala, Windayani. 2011. “Analisis Biaya Pakan dan Performa Sapi Potong Lokal pada Ransum Hijauan Tinggi yang Disuplementasi Ekstrak Lerak (Sapindus rarak).†Gadjah Mada Universitas Press. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Santosa, U. 1995. Tatalaksana Pemeliharaan Ternak Sapi. Jakarta: Penebar Swadaya.
Saputra, F. F, J Achmadi, Dan, dan E Pangestu. 2013. “EFISIENSI PAKAN KOMPLIT BERBASIS AMPAS TEBU DENGAN LEVEL YANG BERBEDA PADA KAMBING LOKAL (Eficiency.†Animal Agriculture Journal 2 (4): 137–47. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/aaj%0A.
Setyowati, AD. 2005. . “. Pengaruh limbah mediaproduksi jamur pelapuk kayu isolat hs terhadap konsumsi, produksi dan efisiensi pakan padaternak domba.†Fakultas Peternakan.Institut Pertanian Bogor.
Siregar, S B. 1994. Pakan Ternak Ruminansia. Jakarta: Penebar Swadaya.
Sobang, Yohanis Umbu Laiya. 2005. “Keragaan Dan Strategi Pengembangan Ternak Ruminan Di Ntt.†In Prosiding:
Seminar Hasil Nasional Peternakan., diedit oleh Dr. Kartiaso, 96–109. https://doi.org/979: 97017-5-9.
Soeparno. 1992. Ilmu dan Teknologi Daging. 2 ed. Yogyakarta.: Universitas Gadjah Mada.
Steel, R G D, dan H J. Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika (Pendekatan Biometri. Diedit oleh B Sumantri. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sugeng, Y B. 2006. Sapi Potong. 15 ed. Jakarta: Penebar Swadaya.
Suwignyo, B, A Agus, Dan, dan R Utomo. 2004. “Efektivitas penggunaan complete feed berbasis jerami padi fermentasi pada ternak Australian Commercial Cross.†In Proseding Seminar Nasional Pengembangan Usaha Peternakan Berdaya Saing di Lahan Kering. Yogyakarta: LUSTRUM VII Fak. Peternakan UGM.
Tanioe, C. 2020. “Pengaruh Suplementasi Pakan Konsentrat Mengandung Bonggol Pisang Terfermentasi Dan Zn Biokompleks Terhadap Nilai Teknis Penggunaan Pakan Sapi Bali Dara Di Tingkat Peternak.†Universitas Nusa Cendana.
Tillman, H., R. Diprodjo, Lebdosoekojo, dan Prawirokusumo. 2005. Ilmu Makanan Ternak Dasar. 6 ed. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Touselak, A. 2018. “Pengaruh pemberian konsentrat yang mengandung kelapa mudaterfermentasi menggunakan jamur tiram putih (Pleurotusostreatus) terhadap pertambahan badan , konsumsi, konversi pakandan IOFC pada sapi baliYearling.†Universitas Nusa Cendana.
Widuri. 2002. “Pengaruh Suplementasi Sumber Mineral dalam Konsentrat terhadap Performans Kambing PE yang diberi Pakan Dasar Rumput.†Fakultas Peternakan Undayana. Denpasar.
Wodzicka, M, I M Tomaszewska, A Mastika, S G Djajanegara, Dan, dan T R Wiradarya. n.d. “Produksi Kambing dan Domba di Indonesia.†UNS Press.
Yusmichad, Yusdja, And, dan Nyak Lham. 2006. “Arah Kebijakan Pembangunan Peternakan Rakyat.†Analisis Kebijakan Pertanian 4 (1): 18–38.










