Pengaruh Suplementasi Tepung Daun Asam (Tamarindus Indica L.) dalam Ransum Basal terhadap Komsumsi dan Kecernaan Lemak Kasar dan Serat Kasar pada Ternak Babi Peranakan Landrace Fase Grower
Effect of supplementation of tamarind leaf meal (Tamarindus indica L.) in basal ration on consumption and digestibility crude fiber and crude fat in landrace crossbred pigs grower phas
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v4i1.915Keywords:
Babi peranakan Landrace, konsumsi dan kecernaan, lemak kasar, tepung daun asam , serat kasarAbstract
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung daun asam (Tamarindus indica L.) dalam ransum basal terhadap konsumsi dan kecernaan lemak kasar dan serat kasar pada ternak babi fase grower. Penelitian ini menggunakan 12 ekor ternak babi peranakan landrace berumur 3 - 4 bulan dengan bobot badan awal 35,5 - 64 kg (KV=23,65%).  Rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan digunakan sebagai rancangan percobaan. Perlakuan yang diuji adalah R0 : ransum basal tanpa tepung daun asam, R1 : ransum basal + tepung daun asam 2,5%, R2 : ransum basal + tepung daun asam 5%, R3 : ransum basal + tepung daun asam 7,5%. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam. Hasil analisis statisti menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan lemak kasar dan serat kasar. Disimpulkan bahwa suplementasi tepung daun asam(Tamarindus indica L.) dalam ransum basal sampai 7,5% menghasilkan pengaruh yang relatif sama dalam ransum terhadap konsumsi dan kecernaan lemak kasar dan serat kasar.
Â
ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the effect of supplementation of tamarind leaf flour (Tamarindus indica L.) in the basal rationon the consumption and digestibility of crude fat and crude fiber. In grower phase pigs crossbreed pigs landrace study the is. Use 12 male landrace as age 3 - 4 months with an initial body weight of 35,5 - 64 kg (CV = 23.65%). A randomized block design (RBD) with 4 treatments and 3 replications was used as the experimental design. The treatments tested were R0 : basal ration without tamarind leaf meal), R1 : basal ration + 2,5%, tamarin  meal, R2 : basal ration + 5%, tamarind  meal, R3 : basal ration + 7,2%, tamarind meal. The data were analysis statisticaliy using analysis of variance . The results of statistical analysis showed that the treatment had no significant effect (P>0,05) on the consumption and digestibility of crude fat and crude fiber. It was concluded that the supplementation of tamarind (tamarindus indica L.)leaf powderin the basal ration up to 7,5%  producet the same  effect in the ration on the consumption anddigestibility, of crude fat and crude fiber
Key words: landrace crossbred pigs, consumption and digestibility, crude fat, tamarind leaves, digestibility, crude fiber
References
Andini, tasya rafa. “Pengaruh pemberian berbagai dosis curcuminoid pada babi terhadap pertumbuhan dan konversi ransum†1, no. 10 (2011): 7
Anggorodi 1994. Ilmu Makanan Ternak Unggas.Universitas Indonesia. Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional Indonesia [BSNI]. 2006. Pakan Anak Babi Sapihan (pig Starter) SNI 01-3912-2006. Jakarta (ID): Badan Standarisasi Nasional Indonesia.
Blakely, J. Dan D. H. Bade, 1992. Pengantar Ilmu Peternakan, Penerjemah : B. Srigandono.Cet. ke-2, Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Fakhrurrazi1. Pengaruh daun asam terhadap Streptococcus mutans (Antibacterial Activity of Asam Jawa Leaf Infuse (Tamarindus indica Linn) against Streptococcus mutans†4, no. 1 (2016): 6.
Faradiba, Anggi, Achmad Gunadi, dan Depi Praharani. “Daya Antibakteri Infusa Daun Asam Jawa (Tamarindus indica Linn)
Gaspersz, V. 1991. Metode Perancang Percobaan. Armico. Bandung.
Lopez, G. G. Ros, F. Rincon, M. J. Periago, M. C. Martinez, dan J. Ortuno. 1996. Relationshipbetween physical and hydration properties ofsoluble and insoluble fiber of artichoke . J.Agric. Food Chem. 44:2773-2778.
Ly J dkk.Terfermentasi tamarin terhadap karkas, lemak abdominal dan kolestrol ayam broiler | jurnal nukleus peternakan,†2017. http://ejurnal.undana.ac.id/nukleus/article/view/819
Maryati dan Erndyah W. 2004. Uji Toksisitas Ekstrak Daun Tamarindusindica L dengan Metode Brine Shrimps LethlityTest. Jurnal Penelitian & Teknologi 5(1):125-130. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/handle/11617/367.
Mun’im, A., Hanani, E., dan Rahmadiah. Karakterisasi Ekstrak Etanolik Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.)’ by Abdul Munim, Endang Hanani et al.,†2009. https://scholarhub.ui.ac.id/mik/vol6/iss1/5/
NRC (National Research Council). 1998. Nutrisi Requirement of Swine.10thed :National academy Press. Washington,D.O.
Parakasi, A.1994. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak. Vol2B. Bogor: Fakultas Peternakan IPB.
Parakarsi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Pramudia, A., I. Mangisah dan B. Sukamto. 2013. Kecernaan Lemak Kasar dan Energi Metabolisme pada Ternak Babi yang Diberi Ransum dengan Level Protein dan Prpbiotik Berbeda. Animal Agliculiture Journal 2(4): 148-160, Desember 2013.
Sihombing, D.T.H. 2006 Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Press
Yogyakarta.
Tillman, DA, Hartadi H, Reksohadiprojo S, Prawirokusuma S, Lebdosoekojo S. 1984. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press Yogyakarta.
Tillman, A. Hartadi H, Reksohadiprodja S, Prawirokusumo, S. Lebdosoekodjo S, 1986. Ilmu Makanan Ternak Dasar . Yogyakarta : Gadjah Mada University press
Tillman, A. D. H. Hartadi, S. Reksodiprodjo, S. Prawawirokusumo & L. Lebdosoekojo. 1989. Ilmu Makan Ternak Dasar . Gadjah Mada Unuversity Press, Yogyakarta.










