Pengaruh Penggunaan Tepung Biji Asam Terfermentasi dalam Ransum terhadap Rasio Efisiensi Protein dan Pertumbuhan Relatif Ternak Babi Fase Grower-Finisher

Effect of The Use of Fermented Tamarind Seeds Meal in Rations Protein Efficiency and Relative Growth in Livestock Phase Grower-Finisher

Authors

  • Edmunda Maria Kono Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Ni Nengah Suryani Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • I Made S. Aryanta Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Tagu Dodu Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v4i1.922

Keywords:

Efisiensi penggunaan protein, pertumbuhan relatif, Ternak babi dan tepung biji asam terfermentasi

Abstract

ABSTRAK

Suatu penelitian bertujuan untuk mengetahui efek penggunaan tepung biji asam terfermentasi (TBAF) dalam ransum terhadap konsumsi ransum, konsumsi protein ransum, rasio efisiensi protein dan pertumbuhan relatif ternak babi (grower-finisher). Ternak babi yang digunakan sebanyak 12 ekor yang berumur 3-4 bulan dengan berat badan awal 23,00–50,00 kg (rata-rata 36,79 kg; KV= 21,66 %). Metode percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan yakni R0: ransum tanpa tepung biji asam terfermentasi (Kontrol), R1: ransum mengandung 15% tepung biji asam terfermentasi, R2: ransum mengandung 20% tepung biji asam terfermentasi, R3: ransum mengandung 25% tepung biji asam terfermentasi. Variabel yang diteliti adalah konsumsi ransum, konsumsi protein ransum, rasio efisiensi protein dan pertumbuhan relatif ternak babi. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan tepung biji asam terfermentasi dalam ransum dengan persentase 15-25% berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum dan konsumsi protein ransum, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap rasio efisiensi protein dan pertumbuhan relatif ternak babi. Hasil uji Duncan pada variabel konsumsi ransum dan konsumsi protein ransum diketahui bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) antar ternak yang diberikan ransum perlakuan R3 dibanding perlakuan lainnya. Sedangkan pada variabel rasio efisiensi protein dan pertumbuhan relatif ternak babi tidak ada perbedaan yang nyata (P>0.05) antar semua perlakuan. Disimpulkan bahwa penggunaan tepung biji asam terfermentasi pada level 25% meningkatkan konsumsi ransum dan konsumsi protein ransum. Sedangkan penggunaan tepung biji asam terfermentasi dalam ransum pada level 15-25% memberikan rasio efisiensi protein dan pertumbuhan relatif sama dengan ransum kontrol. Sehingga TBAF dapat digunakan sampai 25% dalam ransum karena memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan penggunaan pada level dibawah 25% pada setiap variabel yang diteliti.

ABSTRACT

A study aims to determine the effect of using fermented tamarind seeds meal in the ration on feed consumption, ration protein consumption, protein efficiency ratio and relative growth of pigs (grower-finisher). The 12 pigs aged of 3-4 months old with an initial body weight of 23.00–50,00kg (average 36,79kg; CV= 21.66%) were used. The experimental method used was a randomized block design (RBD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments tested were R0: ration without fermented tamarind seed meal (control), R1: ration containing 15% fermented tamarind seed meal, R2: ration containing 20% fermented tamarind seed meal, R3: ration containing 25% fermented tamarind seed meal. The variables studied were ration consumption, ration protein consumption, protein efficiency ratio and relative growth of pigs. The results of ANOVA showed that the use of fermented sour seed meal in rations with a percentage of 15-25% had a very significant effect (P<0.01) on feed consumption and consumption protein of in the ration, but the effect was not significant (P>0.05) to the ratio of protein efficiency and relative growth of pigs. The results of Duncan's Multiple Range test on the parameter of ration consumption and protein consumption showed that there was a very significant difference (P<0.01) between cattle fed R3 treatment rations compared to other treatments. Meanwhile, in the ratio of protein efficiency and relative growth of pigs, there was no significant difference (P>0.05) between all treatments. It was concluded that the use of fermented tamarind seeds meal at the level of 25% increased the ration consumption and protein compsumption of the ration. Meanwhile, the use of fermented tamarind flour in the ration at the level of 15-25% gave the ratio of protein efficiency and growth relatively the same as the control ration. So, fermented tamarind seeds meal can be used up to 25% in the ration because it gives better results than the use at levels below 25% in each of the variables studied.

Keywords: protein efficiency, relative growth, pigs and fermented tamarind seed meal.

Author Biographies

Edmunda Maria Kono, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Ni Nengah Suryani, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

I Made S. Aryanta, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Tagu Dodu, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Anggorodi, Raden. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Jakarta: PT. Gramedia.

Apsari, Ni Wayan Diah, Ida Bagus Komang Ardana, and Ni Luh Kartini. 2019. “Pemberian Tepung Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan, Morbiditas, Dan Mortalitas Anak Babi LandraceJantan Lepas Sapih.†Indonesia Medicus Veterinus 8 (2): 255–63. https://doi.org/10.19087/imv.2019.8.2.255.

Bana, T., W.A. Lay, and S.S. Niron. 2018. “Nilai Ekonomi Penggunaan Pollard Dalam Ransum Komersial Babi Peranakan Landrace Fase Pertumbuhan.†Jurnal Nukleus Peternakan 5 (2): 99–107. https://doi.org/10.35508/nukleus.v5i2.842.

BPS NTT, Badan Pusat Statistika. 2014. “Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2014.†In .

Gaspersz, Vincent. 1991. Metode Perancangan Percobaan. Bandung: CV. Armico.

Harper, David. 1992. Eutrophication of Freshwaters. Dordrecht: Springer Netherlands. Dordrecht. https://doi.org/10.1007/978-94-011-3082-0.

Iskandar, Rina, and Elrifadah Elrifadah. 2015. “Pertumbuhan Dan Efisiensi Pakan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Yang Diberi Pakan Buatan Berbasis Kiambang.†ZIRAA’AH 40 (1): 18–24.

Ly, Johanis. 2016. Evaluasi Nilai Nutrisi Biji Asam Terfermentasi Saccharomycescerevisiae Sebagai Suplemen Pakan Indukdan Implikasinya Terhadap Kinerja Induk Dan Anak Babi Pra-Sapih. Malang: Disertasi. Program Doktor Ilmu Ternak. Program Pasca Sarjana, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya.

Ly, Johanis, and Novalino H. G. Kallau. 2014. “Pengaruh Suplementasi Saccharomyces Cerevisiae Sebagai Probiotik Dalam Ransum Berbasis Pakan Lokal Terhadap Performans Dan Kecernaan Nutrisi Pada Babi Lokal Fase Starter.†Jurnal Kajian Veteriner 2 (2): 111–18. https://doi.org/10.35508/jkv.v2i2.994.

Ly, Johanis, Osfar Sjofjan, Irfan Hadji Djunaidi, and Suyadi Suyadi. 2017. “Effect of Supplementing Saccharomyces Cerevisiae into Low Quality Local-Based Feeds on Performance and Nutrient Digestibility of Late Starter Local Pigs.†Journal of Agricultural Science and Technology A 7 (5): 345–49. https://doi.org/10.17265/2161-6256/2017.05.006.

Maynard, N.D. 1979. Dasar Fisiologi Dan Pertumbuhan Ternak. Erlangga: Erlangga.

NRC. 1998. Nutrient Requirements of Swine. 10th Recived Edition.

Nugroho, Teteg Cahyo. 2012. Suplementasi Lisin Dalam Ransum Rendah Protein Terhadap Konsumsi Protein, Rasio Efisiensi Protein Dan Retensi Nitrogen Ayam Broiler Jantan. Skipsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Pugalenthi, M., V. Vadivel, P. Gurumoorthi, and K. Janardhanan. 2004. “Comperative Nutrtitional Valuation of Little Known Legumes, Tamarindus Indica, Erythrina Indicaand Sesbania Bispinosa.†Tropical and Subtropical Agroecosystems 4 (3): 107–23.

Sembiring, Sabarta, Max U. E. Sanam, and Ni Nengah Suryani. 2010. Pemanfaatan Tepung Biji Asam Timor Dalam Ransum Yang Disuplementasi Probiotik Pada Ternak Babi Fase Stater Sampai Grower. Laporan Penelitian Undana, Kupang.

Sihombing, D.T.H. 2006. Ilmu Ternak Babi. Yogyakarta: Centaka Ke-2. Gadjah Mada University Press.

Sinaga, Sauland, D.T.H. Sihombing, Maria Bintang, and Kartiarso. 2010. “Pemberian Curcumin Dalam Ransum Babi Sebagai Pengganti Antibiotik Sintetis Untuk Pemacu Pertumbuhan.†Forum Pascasarjana 33 (2): 123–31.

Suprijatna, E., D. Sunarti, L.J. Mahfudz, and U. Ni’mah. 2009. “Efisiensi Penggunaan Protein Untuk Produksi Telur Pada Puyuh Akibat Pemberian Ransum Protein Rendah Yang Disuplementasi Lisin Sintesis.†Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan, 648–55.

Suryani, Ninengah, and I Made Suaba Aryanta. 2020. “Efisiensi Penggunaan Protein Oleh Babi Yang Mendapat Pakan Mengandung Tepung Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza).†JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN 7 (1): 55–62. https://doi.org/10.35508/nukleus.v7i1.2238.

Tillman, A.D, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo, and S. Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Towaha, J. 2011. “Potensi Tepung Biji Asam Jawa Sebagai Pengental Cetak Textil.†balittri.litbang.deptan. Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar. BalaiPenelitian Pertanian. Kementrian Pertanian RI. Jakarta.

Triani, Hera Dwi. 2016. “Pengaruh Pemberian Protein Kasar Dengan Tingkat Yang Berbeda Terhadap Performan Ayam Kampung.†Jurnal Agrotropikal 6 (1): 46–50.

Umiyasih, U., and Y.N. Anggraeni. 2008. “Pengaruh Fermentasi Saccharomyces Cerevisiae Terhadap Kandungan Nutrisi Dan Kecernaan Ampas Pati Aren (Arenga Pinnata Merr).†In . Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Grati. Pasuruan.

Whittemore, C.T. 2006. The Science and Practice of Pig Production. Oxford: Blackwell Publishing Ltd. https://doi.org/10.1002/9780470995624.

Downloads

Published

2022-03-20

Issue

Section

Articles