Pengaruh level serat terhadap konsumsi dan kecernaan nutrien sapi varian genetik dan sapi bali normal

Authors

  • Herman Mallidadi
  • Tara Tiba Nikolaus
  • Luh Sri Enawati

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v1i3.276

Keywords:

feed, protein, fibre, fat, content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat konsumsi dan kecernaan nutrien antara sapi Bali normal dan sapi Bali varian genetik yang diberi pakan dengan kandungan serat berbeda. Metode yang digunakanadalah percobaan faktorial 2x3 menggunakan rancangan dasar bujur sangkar latin (RBSL). Faktor pertama yaitu jenis ternak sapi Bali normal (SBN) dan sapi Bali varian genetik (SVG), faktor yang kedua adalah level serat dari pakan berserat rendah =17% (R1), pakan berserat sedang = 23% (R2) danpakan berserat tinggi= 28% (R3). Data yang peroleh dianalisis menggunakanAnalysis of variance (ANOVA).Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara faktor ternak dan level serat kasar terhadap konsumsi dan kecernaan PK, SK dan LKsapi Bali normal dan sapi Bali varian genetik. Level serat tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan PK, SK, dan LK sapi Varian genetik dan sapi Bali normal. Disimpulkan bahwa sapi Bali varian genetik dan sapi Bali normal mempunyai tingkat konsumsi dan kecernaan protein kasar, serat kasar dan lemak kasar yang sama pada pakan yang mengandung serat kasar 17%, 23% dan 28% dengan kandungan protein kasar yang sama 12%.

Kata kunci: pakan, protein , serat, lemak

ABSTRACT

The aim of the study was to evaluate nutrient intake and digestibility of variant and normal genetic of bali cattle fed different fibre levels diet. The design used in this experiment was factorial model 2 x 3 with latin square design as basic design and 3 replications. The first factor was animal species; variant of bali cattle (SBN) and normal genetic bali cattle (SVG), and the second factor was fibre level: low 17 % (R1), ntermediate 23 % (R2), and high 28 % (R3). Data collected were analysed by using analysis of variance (ANOVA) and Duncan multiple range test. The results of this experiment indicated that there was no interaction between cattle variences and fibre levels on either intake or digestibility of crude protein, crude fibre, and crude fat of either variant or normal genetic bali cattle. Effect fibre level is not significant (P>0.05) influence on either intake or digestibity of crude protein, crude fibre, and crude fat of variant and normal genetic bali cattle. The conclusion is that variant and normal genetic bali cattle had equally in both intake and digestibility of crude protein, crude fibre, and crude fat on ration containing 12 % protein

Key words : feed, protein, fibre, fat, content.

References

Badan Pusat Statistik NTT. 2015. Nusa Tenggara Timur dalam angka. Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Campbell JR dan JF Lasley.1985. The science of animal that serve humanity. 2ndEd.Tata McGraw-Hill Publishing Co. Ltd. New Delhi.

Kusuma IM, RAdiwinarti, andA Purnomoadi. 2007. VFA concentration in the rumen liquor of Ongole Crossbred and Friesian Holstein Crossbred bulls fed 60% concentrate and rice straw as basal diet. Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Bogor, 21-22 Agustus 2007. Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 77-80.

Jelantik IGN 2001. Improving Timor Cattle (Bibos Banteng Wagner)production through protein supplemntation. Thesis. The Royal Veterinary And Agricultural University, Copenhagen, Demark.

Manggol YH, IGN Jelantik, Y Jegho, H Sutedjo, A Keban, P Kune, R Deno Ratu, MM Kleden, J Sogen, P Kleden, J Jermias dan C Leo Penu. 2007. Kajian mutu genetik sapi Bali Di Nusa Tenggara Timur. Laporan Akhir. Fapet Undana.

Mc Donald P, REdwards, and J Greenhalgh.2002. Animal nutrition. 6thEdition. New York.

McDowell RE. 1972. Improvement of livestock production in warm climate. San Frascisco (US): W.H. Freeman and Co. p.1-128.

Nuswantara LK, M Soejono,R Utomo danBP Widyobroto. 2005 Pengaruh ransum prekursor nitrogen tinggi dan energi tinggi terhadap kecernaan nutrien sapi Perah dengan pakan basal jerami padi. Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis Vol 30. (3) 175-178.

Parakkasi A. 1999. Ilmu nutrisi ternak dan pakan ternak ruminansia. UI, Jakarta.

Prayugo S,E Purbowati, danS Dartosukarno.2003. Penampilan sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousin yang dipelihara secara intensif. Pros. Seminar Nasional I. Teknologi Peternakan dan Veteriner. Puslitbang Peternakan, Bogor.

Preston TR and RALeng. 1984. Supplementation of diet based fibrous residues and by products. In: Sundstol F and Owen E (Eds). Straw and Other Fibrous by-Products as Feed. Elsevier, Amsterdam. pp. 373-409.

Purbowati E,WSDilagaand NSN Aliyah.2005. Penampilan produksi sapi PeranakanOngole dan Peranakan Limousin jantandengan pakan konsentrat dan jerami padi fermentasi. ProceedingSeminar NasionalAINI V, Universitas Brawijaya Malang, 10August 2005. Page 99-109.

Rianto E,M Wulandari danRAdiwinarti. 2007. Pemanfaatan protein pada sapi Jantan Peranakan Ongole dan Peranakan Fresian Holstein yang mendapat pakan rumput gajah, ampas tahu dan singkong. Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 21 – 22 Agustus 2007.

Sutardi T. 1979. Ketahanan protein bahan makanan terhadap degradasi oleh mikroba dan manfaatnya bagi peningkatan produktivitas ternak. Prosiding seminar penelitian dan pengembangan peternakan. Lembaga Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Departemen Pertanian. Bogor.

Steel RGD danJHTorrie. 1991. Prinsip dan prosedur statistika. Suatu Pendekatan Biometrik. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Stern MD,ABach, dan SCalsamiglia. 2006. New Concepts in Protein Nutrition of Ruminants. 21st AnnualSouthwest Nutrition & ManagementConference. February 23-24. pp: 45 66.

Usman Y. 2013. Pemberian pakan serat sisa tanaman pertanian (jerami kacang tanah, jerami jagung, pucuk tebu) terhadap evolusi ph, n-nh3 dan vfa di dalam rumen sapi.J Agripet. 13 (2): 53-58.

Van Soest PJ. 1994. Nutritional Ecology of The Ruminant. 2nd ed. Comstock Publishing Associates A Division of Cornell Uniersity Press. Ithaca and London

Downloads

Published

2019-09-23

How to Cite

Herman Mallidadi, Tara Tiba Nikolaus, & Luh Sri Enawati. (2019). Pengaruh level serat terhadap konsumsi dan kecernaan nutrien sapi varian genetik dan sapi bali normal. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 1(3), 410–416. https://doi.org/10.57089/jplk.v1i3.276

Issue

Section

Articles