Pemberdayaan Ekonomi Jemaat GMIT Emaus Liliba, Kota Kupang melalui Pelatihan Pemeliharaan Ayam Kampung Unggul, Pola 5 Induk: 1 Jantan
Keywords:
native chicken, hatching machine, backyard utilization, low-income householdAbstract
The purpose of this training was to improve the skills of raising village chicken intensively through smart use of backyard space for low- income household of GMIT Emaus Liliba, Kupang, NTT. The method included counseling with 20 participants, delivering theoretical material regarding the principes of optimizing backyard space for raising native chiken; 5 hens and 1 rooster per family, feeding management, sanitation, egg sellection for hatching and biosecurity. At the end of the training, all participants were given a start-up businesses such as a pakage of native chickens (5 hens and 1 rooster), feeders, drinkers and initial chicken ration. This group of participants were also equipped with 1 unit of hatching matchine which is operated by a member of Emaus Church. The results of this training were an increase in the understanding and skills of group partners in feeding management, health and sanitation management, eggs selection for hatching, handling of day old chicks, vaccination and scaling up business. This activity can contribute to increasing family income and the welfare of the Emaus GMIT member’s group
ABSTRAK
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemeliharaan ayam kampung unggul secara intensif melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal pada rumah tangga berpenghasilan rendah jemaat GMIT Emaus Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan dan pelatihan kepada 20 peserta dengan penyampaian materi teoritis dan praktis mengenai prinsip optimalisasi pekarangan, pola pemeliharaan ayam kampung dengan komposisi 5 ekor induk betina dan 1 ekor pejantan per keluarga, manajemen pakan, sanitasi kandang, seleksi telur tetas, serta penerapan biosekuriti. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta menerima bantuan sarana usaha awal berupa paket ayam kampung (5 ekor induk betina dan 1 ekor pejantan), tempat pakan, tempat minum, serta pakan awal. Selain itu, kelompok mitra juga difasilitasi dengan satu unit mesin tetas yang dikelola oleh salah satu anggota jemaat GMIT Emaus sebagai pusat penetasan bersama.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam manajemen pakan, pengelolaan kesehatan dan sanitasi, seleksi telur tetas, penanganan anak ayam umur sehari (DOC), pelaksanaan vaksinasi, serta perencanaan pengembangan skala usaha. Kegiatan pengabdian ini berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga serta mendukung peningkatan kesejahteraan jemaat GMIT Emaus Liliba secara berkelanjutan.
Kata kunci: ayam kampung, mesin tetas, pekarangan, rumah tangga berpenghasilan rendah
References
Diwyanto. K. dan Prijon S. N. 2007. Keanekaragaman Sumber daya hayati Ayam Local Indoenesia Manfaat dan Potensi. LIPI Press Anggota IKAPI.
akarta Tarwiyah., 2001. Intensifikasi Ternak Ayam Buras.BPP Teknologi. http://www.ristek.go.id. Jakarta
Udjianto, A. [2016]. Breeding the Most Excellent Village Chickens for Broilers and Layers KUB. Publisher PT. Agro Media Library. Jakarta
Yusuf, Y.S dan S. Canogullari Dogan, 2025. Sustainable feed to reduce the environmental impact of poultry production, IV International Congress on Agriculture
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Markus Sinlae, Ni Putu F. Suryatni, Jonas F. Theedens, Agustinus Konda Malik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-SA).









